Cara Memasak Nasi di Gunung

Acungkan tangan siapa yang tidak bisa menanak nasi di gunung! Tidak perlu malu karena banyak kok pendaki yang bahkan sudah berkali-kali mendaki tidak tahu cara memasak nasi di gunung. Ini karena menanak nasi di nesting berbeda dengan menanak nasi di rice cooker yang bisa ditinggal dan kemudian matang.

Ketika kamu mencoba untuk menanak nasi dengan menggunakan nesting, kamu perlu tahu takaran yang tepat antara air dan beras. Salah-salah, beras bisa berakhir seperti bubur atau terlalu keras karena belum matang.

Tidak hanya itu, kamu juga perlu menjaga seberapa besar api yang kamu gunakan. Api yang terlalu besar akan membuat nasi cepat gosong. Sedangkan terlalu kecil, akan membuat nasi lama matangnya. Maka dari itu, agar kamu bisa menanak nasi yang pulen dan tidak gosong, simak cara berikut ini. Don’t miss it!

Bahan dan alat untuk memasak nasi di gunung

Siapapun bisa menanak nasi, baik pendaki pria ataupun wanita. Bahkan, tidak jarang pendaki pria lebih ahli dalam menanak nasi dan memasak di gunung lho!

Itu semua dipengaruhi karena kebiasaan saat di gunung karena mau tidak mau harus bisa memasak.

Jika kamu ingin mencoba untuk menanak nasi di gunung, kamu perlu menyiapkan alat dan perlengkapan yang dibutuhkan. Peralatan dan bahan yang digunakan, yaitu:

Beras sesuai kebutuhan kamu.

  • Air.
  • Nesting.
  • Kompor portable.
  • Gas kaleng.

Nesting? Apa itu nesting?

Nesting merupakan alat yang menyerupai panci, bisa berbentuk kotak ataupun bundar dan ukurannya kecil. Nesting termasuk alat multifungsi karena bisa digunakan untuk:

  • Menggoreng.
  • Menanak nasi.
  • Merebus.

Ukuran nesting kecil sehingga mudah untuk dibawa kemanapun dan mudah untuk disimpan. Karena hal tersebutlah, nesting menjadi salah satu barang wajib yang perlu dibawa saat camping dan hiking.

Bagaimana jika tidak ada kompor dan gas habis? Kamu bisa menggunakan kayu bakar dan kompor parafin. Sayangnya, jika kamu menggunakan perlengkapan tersebut, kamu akan kesulitan mengatur besar kecil api.

Di sisi lain, jika kamu menggunakan kayu bakar dan tidak bisa memadamkan dengan baik, bisa beresiko kebakaran hutan. Jadi, akan lebih baik jika menggunakan kompor portable dan gas kaleng.

Teknik memasak nasi di gunung

Setelah perlengkapan siap dan nasi sudah ditakar sesuai dengan kebutuhan, apa yang perlu dilakukan?

Langkah pertama adalah mencuci beras. Proses ini dilakukan agar beras dalam kondisi bersih, bebas kutu ataupun kulit ari yang masih menempel.

Dalam proses pencucian beras, kamu sebaiknya jangan mencuci lebih dari 2 kali. Walaupun ada pula yang mencuci beras hingga 3x.

Jangan terlalu lama atau terlalu sering mencuci beras ya. Selain hemat air, cara ini dilakukan agar beras tidak akan hancur dan gizinya tetap ada.

Bagaimana cara mencuci beras? Caranya, yaitu:

  • Tempatkan beras di nesting. Pastikan nesting kamu cukup untuk menanak nasi ya. Hindari menanak nasi terlalu banyak pada 1 nesting karena jika nesting tidak bisa ditutup, berasnya tidak akan matang.
  • Tuangkan air pada nesting yang sudah diisi beras.
  • Aduk menggunakan tangan. Hindari untuk meremas beras terlalu kencang karena akan membuat beras hancur.
  • Buang airnya lalu isi lagi dan cuci lagi berasnya.
  • Buang lalu isi lagi airnya sebelum ditanak.

Bagaimana jika ada kutu di berasnya? Kamu bisa menjemur selama beberapa saat karena kutu akan pergi saat terkena sinar matahari.

Setelah itu, kamu bisa mencuci beras seperti biasa. Jika setelah 2x pencucian kutu masih belum hilang, maka, cuci lagi hingga kutunya hilang.

Untuk teknik memasaknya, kami menemukan banyak teknik yang bisa kamu coba. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teknik ala Mountnesia

Teknik menanak nasi ala Mountnesia menggunakan air panas. Caranya, yaitu:

  • Siapkan nesting dan panaskan airnya lebih dahulu.
  • Masak 1 gelas beras dan cuci hingga bersih.
  • Tuang air panas yang sudah mendidih dengan takaran 1,5-1,75 gelas. Jadi, perbandingan beras dan air adalah 1:1,5 atau 1:1,75.
  • Tuangkan air panas ke beras yang sudah dicuci.
  • Menanak nasi dengan menggunakan api sedang/besar. Jangan lupa untuk ditutup!
  • Tunggu hingga air surut dan ada sedikit buih.
  • Jika sudah, kecilkan api kompor.
  • Cek nasi setelah 3-7 menit. Lamanya menanak nasi tergantung dari seberapa banyak kamu menanak.
  • Aduk nasi agar tidak ada kerak.
  • Matikan kompor lalu tutup.
  • Diamkan sekitar 3-5 menit dan tutup agar nasi kamu tanak dan enak.

2. Teknik ala Nurul Irmawati

Untuk menanak nasi, lakukan cara ini:

  • Cuci beras hingga bersih. Lakukan 2x.  
  • Tuang air sekitar 1-1,5 ruas jari telunjuk. Gunakan air sebanyak 1 ruas jari telunjuk jika beras yang kamu gunakan adalah beras pulen.
  • Nyalakan kompor dengan api besar.
  • Tutup nesting kamu.
  • Tunggu hingga nasi mendidih dan berbuih.
  • Setelah itu, aduk-aduk lebih dahulu, lalu tutup kembali.
  • Jika nasi sudah berongga, maka tusuk-tusuk agar airnya lebih meresap.
  • Tutup lagi dan tunggu sekitar 5-10 menit.
  • Setelah itu, matikan api dan aduk sebentar.

3. Teknik ala Akasaka

Akasaka merupakan salah satu brand produk outdoor asli Indonesia. Sesuai di websitenya, berikut teknik menanak nasi ala Akasaka:

  • Tuang beras dan air bersih dengan perbandingan 1:2. Cuci sebanyak 2x atau hingga dirasa sudah bersih.
  • Panaskan air sebanyak air yang kamu gunakan untuk mencuci.
  • Masukkan beras dan tunggu sekitar 7-12 menit. Jangan lupa untuk menutup nestingnya dan gunakan api besar.
  • Jika sudah mendidih, aduk berasnya.
  • Tutup nesting dan kecilkan api lalu tunggu hingga 15 menit.
  • Buka nesting dan aduk lagi. Pastikan nasi tidak basah saat diaduk ya.
  • Setelah itu diamkan beberapa menit sebelum kamu mengkonsumsinya.

Perbandingan air dan beras

Terlihat sepele, tapi salah dalam memberi banyak sedikitnya air bisa berpengaruh di hasil nasi yang dimasak. Tentu kamu tidak ingin ya nasinya terlalu lembek atau terlalu keras hingga membuat kamu tidak selera makan di gunung.

Lalu berapa airnya? Kami menemukan beberapa versi untuk banyak sedikitnya air yang digunakan, yaitu:

  • 1:2 untuk beras dan air.
  • 1:1,5 untuk beras dan air.

Selain perbandingan tersebut, banyak pendaki yang lebih sering menggunakan jari telunjuk. Terlebih lagi ketika kamu lupa seberapa banyak beras yang kamu masak.

Seperti di channel Nurul Irmawati, Nurul menggunakan takaran 1-1,5 ruas jari telunjuk.

Jadi, kamu bisa memilih, kira-kira takaran atau perbandingan mana yang akan kamu gunakan.

Lama menanak nasi

Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk menanak nasi?

Umumnya butuh waktu sekitar 15-30 menit untuk menanak nasi hingga pulen dan matang sempurna. Namun, lamanya proses memasak nasi ini tergantung juga dari seberapa banyak nasi yang kamu masak.

Semakin banyak berasnya maka akan semakin lama pula nasi kamu matang.

Selain itu, lama menanak nasi juga tergantung dari teknik menanak nasi yang kamu lakukan. Misalnya kamu juga mengukus nasi agar lebih pulen lagi, maka waktunya tentu akan lebih lama lagi.

Maka dari itu, saat hendak memasak nasi, perhitungkan hal ini:

  • Berapa banyak beras yang kamu miliki?
  • Berapa banyak waktu yang tersisa, misalnya karena mengejar waktu untuk pulang?
  • Berapa banyak orang yang akan makan?

Jika banyak orang, akan lebih baik untuk membagi proses menanak nasi. Dengan begitu, kamu tidak butuh waktu lama untuk bisa makan bersama dengan rekan yang lainnya.

Tips menanak nasi agar tidak gosong, tidak lengket, dan nasi matang sempurna

Jika dibandingkan dan dilihat, menanak nasi di gunung dengan menggunakan nesting tak jauh berbeda dengan menggunakan ketel. Benar begitu, bukan? Namun hal yang terlihat sederhana justru susah untuk dilakukan seperti menanak nasi tanpa gosong.

Ada beberapa tips yang mungkin  bisa membantu kamu agar kamu mendapatkan nasi sempurna tanpa gosong, yaitu:

  • Pastikan air yang kamu gunakan jumlahnya tepat. Air yang terlalu sedikit akan membuat nasi kamu cepat gosong dan tidak matang. Sedangkan jika terlalu banyak air, nasi akan menjadi lebih lembek.
  • Gunakan perbandingan 1:2 untuk beras dan air atau gunakan 1 ruas telunjuk untuk mengukur airnya.
  • Jangan lupa untuk menutup nesting kamu ya saat menanak nasi.
  • Jika air sudah menyusut dan berbuih, jangan lupa untuk mengaduk nasi. Cara ini dilakukan agar bagian bawah tidak gosong dan untuk mematangkan nasi di bagian atas.
  • Setelah nasi diaduk, gunakan api sekecil mungkin agar nasi tidak cepat gosong.
  • Setelah matang, matikan api dan biarkan nesting tertutup agar nasi lebih pulen sekitar 3-5 menit.

Kesalahan umum pendaki pemula ketika memasak nasi di gunung

Walaupun terlihat agak rumit, tapi menanak nasi bisa dilakukan oleh siapa saja dan hasilnya pulen. Namun, hal tersebut hanya bisa dilakukan jika kamu menghindari kesalahan berikut yang kerap dilakukan pendaki pemula:

  • Mencuci beras terlalu bersih sehingga membuat nutrisi pada beras hilang dan kamu tidak punya stok air yang cukup.
  • Menanak nasi terlalu banyak dalam 1 nesting. Akibatnya, nesting tidak bisa ditutup dan nasinya masih mentah.
  • Menuangkan terlalu banyak air atau terlalu sedikit air.
  • Lupa mencuci beras dan menyebabkan nasi menjadi keras.
  • Terlalu sering membuka dan menutup nesting yang menyebabkan nasi menjadi lebih lama matang. Hal ini disebabkan karena suhu pada nesting berkurang saat tutup dibuka.
  • Terlalu lama mengaduk nasi hingga membuat teksturnya seperti bubur.
  • Nesting tidak dicuci bersih terlebih dahulu sehingga nasi bisa lengket dan gosong.
  • Api yang digunakan terlalu besar.
  • Nesting tidak ditutup saat menanak nasi hingga membuat nasi tidak bisa matang sempurna.
  • Nasi tidak diaduk sehingga bagian bawahnya gosong.
  • Setelah diaduk, api tidak dikecilkan sehingga membuat nasi menjadi gosong.
  • Nasi langsung dikonsumsi setelah matang.

Kesimpulan

Memasak nasi di gunung memang mudah tapi tidak semudah kelihatannya. Salah dalam memberi air, menggunakan api bahkan tidak menutup dan mengaduk nasi bisa mempengaruhi hasil. Akibatnya, nasi menjadi gosong, terlalu mentah ataupun terlalu lembek. Maka dari itu, kamu memperhatikan takaran beras, air dan penggunaan api sangat penting untuk menanak nasi. Nah, kalau kamu punya cara lain agar nasi lebih pulen lagi, bagikan pengalamanmu melalui kolom komentar ya! Salam lestari!

Baca lebih lanjut: Tips Memasak di Gunung »

Previous Article

10 Rekomendasi Tempat Camping Terbaik di Banten (2021)

Next Article

Cara Sholat di Gunung

Tinggalkan komentar