Cara Memilih Ukuran Sepatu Gunung

81% pendaki pemula yang membeli sepatu gunung tidak mendapatkan ukuran yang tepat. Terlebih mereka yang membeli sepatu gunung secara online. Kebanyakan mengeluh, lebar sepatu kurang pas, ujung kaki terlalu sempit, hingga sepatu kegedean. Ini membuat frustrasi, bukan? Padahal kita tahu, sepatu gunung itu harganya relatif mahal.

Solusinya sederhana, beli langsung di gerai perlengkapan outdoor, jangan beli online. Kamu harus datang langsung ke toko peralatan outdoor dan mencoba sepatu gunung secara langsung. Dengan begitu, kamu dapat memilih ukuran sepatu yang tepat. Jujur ya! Sebenarnya ukuran sepatu gunung itu bukan patokan utama. Karena setiap model dari merek sepatu memiliki lebar, panjang dan ruang di dalam sepatu yang tidak sama. Jadi, ukuran 42 Eiger, Rei, Hoka, Columbia, Salomon, La Sportiva, Merrel itu tidak sama.

Jadi, menurut kami tidak masalah mengorbankan waktu 1-2 jam untuk mendatangi toko perlengkapan outdoor terlengkap di kotamu. Terlebih, kamu memiliki jenis kaki spesial. Misalnya, kaki dengan ujung jari panjang tapi bertelapak sempit, atau kaki dengan telapak datar/terlalu cekung. Untuk memudahkan kamu memilih sepatu gunung, kami akan membagikan informasi penting. Berikut cara memilih ukuran sepatu gunung yang tepat:

Di akhir artikel, kami juga akan memberikan trik rahasia dalam menemukan sepatu gunung yang fits dengan konstruksi kaki. Untuk itu, baca sampai selesai ya. Jangan diskip-skip. Hehe.

Langkah #1: Persiapkan kaos kaki, bantalan kaki, orthotics atau perlengkapan lainnya yang ingin kamu pasang di sepatu gunung

Cara Memilih Ukuran Sepatu Gunung - Perlengkapan Bantalan Kaki

Hal pertama yang perlu kamu persiapkan sebelum memilih ukuran sepatu gunung adalah perlengkapan bantalan kaki. Bantalan kaki adalah peralatan mendaki gunung yang berfungsi sebagai lapisan tambahan pada kaki pendaki. Tujuan penggunaan bantalan kaki adalah untuk meredam guncangan, mengurangi resiko lecet/bengkak, hingga meningkatkan kenyamanan dalam berpijak.

Ada 3 jenis bantalan kaki:

  • Pertama, kaos kaki tebal. Kaos kaki tebal berfungsi untuk menjaga kaki agar tetap hangat selama mendaki gunung. Selain itu, kaos kaki tebal juga membuat pijakan lebih empuk. Dengan begitu, kaki pendaki tidak mudah sakit.
  • Kedua, footbeds insole atau alas kaki tambahan. Footbeds insole adalah alas kaki tambahan yang terbuat dari material memory foam. Alas kaki tambahan ini bisa menjadi media peredam guncangan dan mencegah telak kaki lecet/bengkak.
  • Ketiga, orthotics. Orthotic adalah insole yang didesain khusus untuk orang yang memiliki kelainan telapak kaki, misalnya, telapak kaki cekung atau kaki datar. Orthotic akan membuat pendaki dapat berdiri dengan lebih tegap, lebih mantap dan lebih nyaman.

Jika kamu menggunakan beberapa item tersebut, silakan bawa semuanya saat memilih ukuran sepatu gunung. Tujuannya, untuk melakukan simulasi langsung di tempat pembelian sepatu gunung. Jadi, kamu bisa merasakan secara nyata, kenyamanan dan kualitas sepatu gunung saat semua perlengkapan pendukung telah terpasang.

Catatan: Pendaki Indonesia biasanya mengganti kaos kaki tebal dengan kaos kaki bola. Dan mengganti footbeds insole dengan softex. Dan hanya sedikit yang memakai orthotic.

Langkah #2: Datanglah ke gerai perlengkapan outdoor terlengkap di pusat kota dengan membawa semua perlengkapan tersebut

Di awal artikel, kami telah menyampaikan, khusus pembelian sepatu gunung, sebaiknya kamu beli secara offline. Lebih baik kamu mengorbankan waktu 1-2 jam memilih sepatu di gerai perlengkapan outdoor, dari pada belanja online dan kecewa.

Ada 5 kelebihan memilih ukuran sepatu gunung secara langsung di toko perlengkapan outdoor:

  • Pertama, kamu dapat menyentuh, merasakan dan mencoba sepatu gunung secara langsung. Artinya, jika kamu menggunakan kaos kaki khusus, footbeds atau orthotic, kamu dapat mensimulasikannya secara langsung. Jadi, kamu tidak perlu takut sepatu gunung kekecilan atau kebesaran.
  • Kedua, kamu dapat mengajak teman yang lebih berpengalaman untuk membantu memilih ukuran sepatu yang tepat. Atau kamu juga bisa bertanya langsung kepada penjaga toko. Biasanya penjaga toko outdoor juga memiliki hobi kegiatan di alam bebas, jadi, rekomendasinya layak dipertimbangkan.
  • Ketiga, kamu dapat memeriksa produksecara langsung terkait insole, outsole, konstruksi sepatu hingga detail fisik produk. Artinya, kamu membeli produk yang telah kamu verifikasi secara langsung.
  • Keempat, kamu bisa mencoba beberapa jenis sepatu sekaligus.
  • Terakhir, kamu akan mendapatkan pengetahuan praktis tentang cara merawat sepatu gunung langsung dari ahlinya. Dengan begitu, kamu dapat merawat sepatu gunung milikmu agar selalu bersih dan awet.

Catatan: Biasanya membeli sepatu gunung di gerai offline lebih mahal dari pada di online. Hal ini karena gerai offline ada biaya sewa ruko, dan karyawan penjaga toko. Jadi, harap maklum. Sebagai gantinya, kamu akan mendapatkan pelayanan yang memuaskan.

Ada beberapa pendaki pemula yang masih ngotot untuk membeli sepatu gunung secara online. Lantaran, harga sepatu gunung online jauh lebih murah. Baik, kami akan menjelaskan beberapa alasan kenapa kami lebih menyarankan untuk membeli sepatu gunung di gerai offline.

  • Alasan pertama, ukuran sepatu tidak bisa kamu jadikan patokan secara tepat. Mungkin kamu bisa menaikkan ukuran sepatu 1 level lebih besar dari sepatu yang kamu pakai sehari-harimu di rumah. Dengan begitu, sepatu gunung akan nyaman saat kamu memakai kaos kaki tebal. Tapi, kamu lupa bahwa sepatu gunung yang berbeda model/merek, memiliki bentuk, ukuran dan ruang sepatu yang berbeda. Terlebih sepatu gunung yang dibuat secara handmade. Ketidakakurasiannya tinggi sekali.
  • Alasan kedua, setiap pendaki memiliki bentuk telapak kaki, ketebalan kaki dan konstruksi kaki yang unik. Jadi, tidak semua sepatu cocok untuk mencukupi kebutuhannya. Terlebih pada pendaki yang memiliki kelainan telapak kaki. Biasanya dia membeli orthotics khusus. Jika dia mencari sepatu tidak sesuai dengan kenyamanan kakinya, dia mungkin akan mendatangi pengrajin sepatu untuk membuatkan sepatu khusus untuk menunjang kebutuhannya.
  • Alasan ketiga, proses penukaran barang mudah dan cepat. Artinya, jika ada cacat produk atau ketidaknyamanan sepatu gunung selama percobaan, kamu dapat langsung meminta ganti sepatu yang lain. Berbeda dengan pembelian secara online, kamu harus bolak-balik mengirim barang untuk minta ganti produk.

Jadi, mantaplah memilih ukuran sepatu gunung secara offline. It’s worth it! Sayangi uangmu, karena harga sepatu gunung relatif maha. Mendapatkan sepatu gunung dengan ukuran yang tepat akan mencegah kekecewaan yang berkepanjangan. Hehe.

Langkah #3: Pilih model sepatu yang memiliki bahan, berat dan fitur sesuai kebutuhan

Setelah kamu mantap untuk memilih ukuran sepatu gunung di gerai offline, saatnya hunting sepatu. Pilihlah model sepatu gunung yang memiliki bahan, berat dan fitur sesuai kebutuhan mendaki gunungmu. Untuk membantu kamu memilih jenis sepatu yang cocok, kami sudah mengulas berbagai jenis sepatu gunung di sini. Pilihlah jenis sepatu gunung sesuai jenis medan pendakian dan berat barang bawaan yang kamu bawa.

Untuk pemula, kami merekomendasikan mid-cut hiking boots. Sepatu gunung mid-cut hiking boots ini kaku, kokoh dan memiliki pelindung engkel yang baik. Jadi, pendaki tidak mudah terkilir saat naik dan turun gunung. Jika kamu pendaki pemula ultralight hiking, kamu dapat mencoba sepatu low-cut hiking shoes. Jika ingin yang lebih ringan, kamu dapat memilih trail-running shoes.

Ada 3 pertimbangan dalam memilih sepatu gunung:

  • Pertama, fitur sepatu gunung. Ada fitur water proof, quick dry, ultralight, snow protection, dll. Untuk pemula, kami menyarankan untuk memilih sepatu gunung yang memiliki fitur quick dry dari pada water proof. Karena pendaki pemula masih mendaki gunung dengan tingkat kesulitannya relatif rendah. Alasan berikutnya, sepatu water proof akan lebih sulit kering saat sepatu gunung kemasukan air.
  • Kedua, berat sepatu gunung. Mid-high cut hiking boots memiliki bobot sepatu 1,5-2 kg dalam kondisi kering. Menurut kami, sepatu ini terlalu berat untuk pendaki pemula. Berat ideal sepatu gunung untuk pemula adalah 700-1.000 gram. Beruntunglah, buat kamu yang memiliki kaki kecil, sepatu gunung kamu pasti ringan. Hehe.
  • Ketiga, konstruksi sepatu. Konstruksi sepatu gunung, meliputi: insole, outsole, bahan material badan sepatu, ketinggian leher sepatu hingga sistem tali sepatu. Jika memiliki budget lebih, silakan beli sepatu gunung dengan konstruksi sepatu terbaik di range budgetmu.

Langkah #4: Minta tolong penjaga toko untuk mencarikan ukuran sepatu yang tepat

Setelah kamu menemukan model sepatu yang sesuai kriteria, minta tolong penjaga toko untuk mencarikan sepatu sesuai ukuran kakimu. Ingat! Jangan terpaku pada satu model, sebisa mungkin kamu coba 2-3 pasang sepatu gunung.

Langkah #5: Lakukan pengetesan kenyamanan dan kecocokan sepatu gunung secara langsung

Pada chapter ini, kami akan membagikan trik rahasia dalam menemukan ukuran sepatu yang cocok. Jadi, dengarkan baik-baik.

Pertama, kenakan kaos kaki yang biasa kamu pakai untuk naik gunung.

Kedua, masukkan bantalan kaki/orthotic yang biasa kamu pakai ke dalam sepatu gunung.

Ketiga, coba pakai sepatu gunung lengkap dengan kaos kaki dan bantalan kaki tersebut. Dan rasakan kenyamanannya.

Keempat, jangan mengikat sepatu gunung terlebih dahulu, sebagai gantinya coba goyangkan jari kakimu saat berada di dalam sepatu. Pastikan kamu dapat merentangkan jari-jari kaki secara merata ke ujung sepatu. Coba rentangkan ke depan dan ke samping. Intinya, jangan sampai jari-jari kaki tertekuk atau tertekan.

Kelima, cobalah berdiri dan dorong kaki agak bagian depan sepatu gunung. Setelah itu, masukkan jari telunjuk ke leher sepatu, tepatnya di bagian belakang tumit. Jika ukuran sepatu tepat, harusnya satu jari telunjukmu dapat masuk dengan nyaman di belakang tumit. Tidak longgar dan tidak terlalu sempit.

Cara Memilih Ukuran Sepatu Gunung - Pengujian Dengan Jari Telunjuk

Tes ini bertujuan untuk mengetahui sisa ruang di dalam sepatu gunung yang nantinya akan kamu pakai saat turun gunung. Di mana, saat turun gunung, kaki akan selalu tergelincir ke bagian depan sepatu gunung karena kamu berjalan di turunan. Apabila sepatu gunung tidak punya ruang sisa, jari-jari kaki akan selalu bertabrakan dengan ujung sepatu saat turun gunung. Ini sangat menyakitkan. Makanya pengetesan dengan jari telunjuk itu sangat penting.

Keenam, lakukan pengetesan kelenturan sepatu. Untuk jenis sepatu gunung berbahan lentur, silakan lakukan tes kelenturan sepatu. Coba kamu berdiri dan bengkokkan ujung kakimu seperti orang jinjit. Coba berkali-kali, jinjit-menelapak-jinjit-menelapak.

Cara Memilih Ukuran Sepatu Gunung - Pengetesan Kelenturan Ujung Sepatu

Jika nyaman, coba pakai buat jongkok. Setelah itu, dalam posisi jongkok, lakukan tes jinjit-menelapak-jinjit-menelapak. Perhatikan juga posisi tumit. Pada posisi jongkok berjinjit, tumit seharusnya tetap menempel di insole sepatu. Jika terlalu longgar, bisa membuat telapak kaki melepuh apabila terjadi gesekan terus menerus selama pendakian, itu tidak nyaman. Pengetesan ini bertujuan untuk simulasi saat mendaki di medan yang terjal. Karena di medan terjal, ujung kaki pasti membengkok terus-menerus dan tumit akan sering bergesekan dengan insole sepatu.

Ketujuh, setelah semua okay, coba kencangkan tali sepatu dan pakai sepatu untuk berjalan selama 2 menit. Biarkan kakimu merasakan dan memutuskan apakah sepatu gunung ini nyaman atau tidak.

Catatan: Jika pada step tertentu gagal, sebaiknya kamu ganti ukuran sepatu gunung yang lain. Jangan memaksakan diri. Lebih baik mencoba beberapa model dan ukuran sepatu dari pada salah beli.

Langkah #6: Jangan terpaku pada model sepatu pertama yang kamu coba, pilih dan cobalah 2-3 pasang sepatu, baru tentukan pilihan

Mungkin kamu merasa sangat cocok dengan model sepatu pertama yang kamu lihat. Stop, jangan terburu nafsu. Sebaiknya kamu memiliki 2-3 alternatif dan pastikan kamu mencoba semua alternatif tersebut. Hal ini penting, kalau kamu terlalu terpaku pada suatu merek atau model, kamu akan kehilangan peluang untuk mendapatkan sepatu gunung terbaik. Jadi, coba aja beberapa pasang sepatu, baru kamu menentukan pilihan.

Langkah #7: Dengarkan nasihat dari penjaga toko yang lebih ahli dalam memilih sepatu gunung. Pakai nasihat sebagai pertimbangan, bukan penghakiman

Jika kamu telah mencoba 2-3 model sepatu gunung tapi tetap tidak nyaman, sebaiknya kamu meminta pendapat orang lain. Kamu boleh bertanya atau minta rekomendasi kepada penjaga toko untuk mencarikan sepatu gunung yang sesuai ukuran kakimu. Biasanya penjaga toko perlengkapan outdoor itu juga menyukai olahraga ekstrim. Jadi, dia memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang jenis sepatu gunung yang nyaman. Inilah enaknya, memilih ukuran sepatu gunung di gerai offline, kamu dapat meminta rekomendasi dan mencari produk terbaik secara langsung.

Langkah #8: Tanyakan jaminan kenyamanan & keamanan pembeli terkait garansi produk

Ketika semua proses sudah kamu lalui, jangan langsung dibayar. Coba tanyakan garansi produk karena beberapa merek sepatu gunung ternama memberikan garansi penukaran sepatu atau refund uang. Jika kamu mendapatkan informasi tentang garansi produk, manfaatkan dengan bijak.

Langkah #9: Setelah kamu beli, coba langsung pakai sepatu gunung selama 2 jam di area rumah untuk simulasi perjalanan 4-5 jam pendakian

Okay, proses memilih ukuran sepatu yang tepat telah usai, kini kamu telah membawa pulang sepatu gunung yang kami impikan. Jangan puas dulu, kamu perlu melakukan pengujian terakhir, yaitu pengujian kenyamanan untuk aktivitas jangka panjang.

  • Pertama, pakai kaos kaki, bantalan kaki dan sepatu gunungmu. Setelah itu, kencangkan tali sepatu dan pakailah untuk beraktivitas.
  • Kedua, gunakan sepatu gunung untuk beraktivitas di sekitar rumah selama 2 jam. Pemakaian selama 2 jam untuk berjalan di sekitar rumah adalah simulasi perjalanan menggunakan sepatu gunung selama 4-5 jam pendakian. Pastikan kamu beraktivitas di lingkungan yang bersih, jadi sepatu tidak kotor. Dan pastikan label sepatu jangan sampai hilang. Karena kalau kamu mendapat jaminan garansi produk, jika produk tidak nyaman 2×24 jam boleh dikembalikan. Syarat & ketentuan berlaku.
  • Ketiga, tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah selama 2 jam ini kamu nyaman memakai sepatu gunung ini? Jika jawabannya ”iya”, berarti kamu telah menemukan sepatu yang tepat. Jika kamu menemukan kejanggalan atau ketidaknyamanan, kamu dapat menukarkan sepatu dan mencoba sepatu yang lain. Selama masih masuk jaminan garansi produk. Maka dari itu, jangan lepas label dan mengotori sepatu gunung selama masa uji coba.

Langkah #10: Jika kakimu happy, berarti kamu telah menemukan ukuran sepatu gunung yang cocok. Selamat ya! Happy walking!

Terakhir, tanyakan pada kakimu, apakah sepatu gunung ini nyaman? Jika dari semua pengetesan tersebut, kaki kamu nyaman dan enak, berarti kamu telah menemukan ukuran sepatu gunung yang cocok. Congratulations! Akhirnya, kamu mendapatkan ukuran sepatu yang tepat.

Poin penting

Cara paling mudah untuk memilih ukuran sepatu gunung yang tepat adalah dengan mencobanya secara langsung di gerai offline. Pastikan sebelum mencoba sepatu gunung kamu membawa kaos kaki gunung, bantalan kaki/orthotic yang akan kamu pakai selama pendakian. Karena kamu perlu mensimulasikan secara langsung pada sepatu gunung yang akan kamu beli. Jadi, kamu tidak akan salah ukuran. Pilihlah ukuran sepatu gunung sesuai hasil pengujian kenyamanan secara langsung. Jangan pakai asumsi ukuran sepatu atau menaikkan 1 level ukuran dari sepatu casualmu. Hal ini dikarenakan setiap model/merek sepatu gunung memiliki ukuran dan ruang di bagian dalam sepatu yang tidak sama.

Demikian pembahasan dari 10 cara memilih ukuran sepatu gunung yang tepat untuk pendaki gunung. Jika kamu merasa tips ini bermanfaat, tolong bagikan ke sesama pendaki gunung lainnya ya. Jika ada informasi penting yang kami lewatkan, ingatkan kami melalui kolom komentar.  

Previous Article

10 Rekomendasi Tempat Camping Terbaik di Sukabumi (2021)

Next Article

10 Tempat Camping Terindah di Jogja yang Lagi Hits (2021)

Tinggalkan komentar