Beranda - Panduan Hiking - Cara Menentukan Arah Kiblat di Gunung

Cara Menentukan Arah Kiblat di Gunung

Bagi pendaki yang beragama Islam, sholat adalah ibadah yang harus dikerjakan. Namun, kamu tidak akan menemukan masjid atau mushola di atas gunung. Artinya, kamu perlu sholat di tanah lapang dengan perlengkapan sholat khusus yang sudah kamu persiapkan. Lalu, muncul pertanyaan, “Bagaimana cara mudah untuk menentukan arah kiblat saat di gunung?”. Berikut 5 cara menentukan arah kiblat di gunung:

Kami akan membahas dari cara termudah sampai tersulit. Jadi, kamu bisa memilih metode yang cocok dengan kondisi kamu. Yuk, mulai cari tahu.

Cara #1: Menggunakan kompas

Cara paling mudah menentukan arah kiblat di gunung adalah menggunakan kompas. Kompas adalah alat penunjuk arah mata angin yang memanfaatkan daya magnet dari kutub magnet di bumi. Sehingga, kamu akan dengan mudah untuk menentukan arah utara, selatan, timur dan barat saat di gunung.

Saat ini, ada 2 jenis kompas yang beredar di pasaran:

  • Pertama, kompas analog. Kompas analog adalah kompas yang bekerja dengan sistem analog manual. Artinya, kamu bisa mengoperasikan kompas tanpa bantuan energi listrik atau baterai.
  • Kedua, kompas digital. Kompas digital adalah kompas yang bekerja dengan sistem digital yang serba otomatis. Artinya, kamu hanya bisa mengoperasikan kompas saat perangkat memiliki daya listrik dari baterai.

Biar kamu lebih paham, kami kasih lihat gambar kompasnya.

Kompas Bidik Analog Sebagai Alat Bantu Menentukan Arah Mata Angin Di Gunung
Kompas bidik analog.

Ini adalah contoh kompas bidik analog. Kompas bidik analog dapat kamu pakai tanpa bantuan energi listrik. Artinya, kamu bisa menemukan arah kiblat dengan tepat di siang hari maupun malam hari. Caranya cukup mudah:

  • Berdirilah di tempat terbuka yang tidak tertutup tebing batu.
  • Buka kompas bidik analog dengan posisi mendatar.
  • Baca panah petunjuk arah barat dari kompas bidik analog tersebut.
  • Maka di situlah arah kiblat untuk kamu sholat.

Catatan: setiap rombongan pendaki sebaiknya memiliki satu kompas bidik analog. Kompas analog sangat berguna untuk menentukan arah kiblat, mencegah pendaki tersesat dan melakukan navigasi darat saat survival. Untuk memiliki kompas bidik, kamu cukup merogoh kocek Rp50.000-100.000 saja.

Jenis kompas selanjutnya adalah kompas digital. Kompas digital adalah kompas yang bekerja dengan sistem digital sehingga membutuhkan daya listrik dari baterai. Kompas digital biasanya terinstal di perangkat GPS, Smartphone dan Smart Watch. Contohnya seperti gambar di bawah ini:

Kompas Digital Lengkap Dengan Gps
Kompas digital.

Kompas digital memiliki fitur yang jauh lebih lengkap dari pada kompas analog. Artinya, pendaki cukup mengalibrasi kompas digitalnya dan tinggal baca petunjuk arah kiblat dari kompas tersebut. Nantinya, kompas digital akan menunjukkan arah mata angin secara detail. Dengan begitu, kamu akan menemukan arah kiblat dengan cepat.

Selain memiliki banyak kelebihan, kompas digital juga memiliki kekurangan, di antaranya:

  1. Sangat bergantung pada daya listrik dalam baterai.
  2. Pembacaan kompas bisa error saat udara dingin. Udara dingin dapat mempengaruhi kinerja dari perangkat elektronik di dalam kompas.
  3. Harga kompas digital relatif mahal.

Cara #2: Menggunakan peta pendakian

Peta Jalur Pendakian Gunung Lawu Via Cemoro Sewu
Contoh petunjuk arah di peta pendakian gunung Lawu.

Selain menggunakan kompas, kamu bisa dengan mudah menentukan arah kiblat di gunung menggunakan peta pendakian. Setiap regu pendakian yang ingin mendaki gunung, biasanya akan diberikan peta jalur pendakian. Di setiap peta jalur, pasti terdapat petunjuk arah mata angin di pojok kanan atas. Contohnya: peta jalur pendakian gunung Lawu.

Jika kamu telah mempelajari medan pendakian dengan baik, kamu akan dengan mudah menemukan arah kiblat menggunakan peta pendakian. Cara menentukan arah kiblat di gunung dengan peta pendakian cukup mudah:

  • Pertama, cari tahu posisi keberadaan kamu di dalam peta pendakian. Langkah paling mudah adalah merunut arah pendakian kamu dari pos pendakian terdekat.
  • Kedua, posisikan peta pendakian sejalur dengan arah mendaki gunung untuk melakukan kalibrasi arah.
  • Ketiga, baca petunjuk arah mata angin utara, selatan, timur, barat dengan berbekal peta pendakian.
  • Terakhir, tandai arah bawah pada pohon terdekat sebagai arah kiblat.

Cukup mudah, bukan?

Cara #3: Menggunakan arah matahari

Arah Matahari Sebagai Penanda Arah Mata Angin
Menentukan arah kiblat dengan bantuan matahari.

Cara menentukan arah kiblat di gunung selanjutnya adalah dengan menentukan arah matahari. Kita semua tahu, bahwa matahari terbit dari arah timur dan tenggelam di barat. Fenomena alam ini bisa kita pakai untuk acuan dalam menentukan arah kiblat saat sholat.

Cara menentukan arah kiblat dengan bantuan matahari cukup mudah, yaitu:

  • Pertama, amati pergerakan matahari saat kamu melakukan pendakian.
  • Kedua, tentukan arah pergerakan matahari dari pagi hingga sore. Kamu bisa menggunakan alat bantu bernama jam matahari. Pergerakan bayangan selama perubahan posisi matahari bisa kamu pakai untuk penanda arah mata angin.
  • Ketiga, tentukan arah timur dan arah barat dari hasil observasimu.
  • Terakhir, kasih penanda arah barat sebagai arah kiblat saat akan sholat.

Secara teori, menentukan arah kiblat dengan mengikuti arah matahari itu terlihat mudah. Akan tetapi, kamu butuh waktu untuk melakukan pengamatan. Jadi, nggak bisa instan seperti saat memakai kompas. Dan lagi, saat malam telah tiba, kamu tidak bisa memakai teknik ini. Karena malam hari sangat gelap dan matahari tidak terlihat di langit. Itulah yang membuat teknik ini sedikit menjengkelkan.

Cara #4: Menggunakan rasi bintang

Pada ulasan sebelumnya, kami telah membahas tentang kelemahan metode menentukan arah kiblat dengan menggunakan arah matahari. Metode arah matahari tidak bisa kamu pakai untuk menentukan kiblat saat malam hari. Untuk itu, kami akan memberikan teknik rahasia menentukan arah kiblat saat malam hari dengan bantuan rasi bintang.

  • Pertama, naiklah ke bukit atau dataran yang terbuka.
  • Kedua, amati gugusan bintang yang ada di langit.
  • Ketiga, cari formasi rasi bintang Orion (rasi bintang petunjuk arah barat).
  • Terakhir, tandai arah barat dengan mengikatkan kain ke pohon terdekat. Pada arah barat itulah kiblat sholat kamu saat malam hari.

Sedikit ulasan tentang rasi bintang Orion.

Rasi Bintang Orion Sebagai Penanda Arah Barat

Rasi bintang Orion tersusun dari 6 bintang utama, yaitu:

  1. Bintang Rigel.
  2. Bintang Bellatrix.
  3. Bintang Alnilam.
  4. Bintang Alnitak.
  5. Bintang Kappa Orionis.
  6. Bintang Delta Orionis.

Keenam bintang ini membentuk sebuah pola yang unik & khas. Orang Jawa menamainya lintang waluku. Karena dengan rasi bintang ini, masyarakat Jawa dapat menandai arah barat. Ada juga sebagian masyarakat menjuluki rasi bintang Orion sebagai bintang bajak. Hal ini karena kemunculan rasi bintang Orion dari Indonesia paling jelas pada bulan November-Februari. Dan pada bulan tersebut bertepatan pada musim membajak sawah.

Fakta menarik lainnya, rasi bintang Orion juga memiliki tiga bintang berjejer yang menyerupai sabuk. Ketiga bintang tersebut bisa kamu lihat dengan mata telanjang, sebab cahaya bintangnya cukup terang. Karena posisi ketiga bintang terang ini berada di tengah rasi bintang Orion, para astronom menyebutnya sebagai sabuk Orion. Ketiga bintang pada sabuk Orion tersebut adalah bintang Alnilam, Alnitak, dan Mintaka.

Cara #5: Mengamati arah tumbuhnya lumut di batang pohon

Tumbuhan Lumut Menunjukan Arah Barat
Tumbuhan lumut menunjukkan arah barat.

Secara alamiah, pucuk pohon akan selalu menyongsong arah datangnya cahaya matahari pagi. Karena daun membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Dengan mengamati pola tumbuhnya ranting pepohonan di gunung dan arah pucuk ranting, kamu dapat menebak arah timur. Namun, tidak semua orang bisa jeli untuk melihat pola tersebut di dalam hutan.

Kami akan bocorkan rahasia menarik sebagai solusi permasalahan di atas. Pakai saja, lumut sebagai penanda arah barat. Lumut adalah tanaman yang suka kondisi lembap. Dengan demikian, lumut akan menghindari area yang terlalu panas, kering dan sering terkena sinar matahari.

Nah, perilaku lumut tersebut dapat kamu pakai untuk menentukan arah mata angin. Di mana, bagian pohon banyak ditumbuhi lumut akan menunjukkan arah barat, sedangkan bagian yang sedikit ditumbuhi lumut menunjukkan arah timur.

Untuk lebih mudahnya, ikuti tutorial berikut ini:

  • Pertama, cari beberapa pohon besar yang telah berumur puluhan atau ratusan tahun di sekitarmu. Pilih saja 3-5 pohon.
  • Kedua, kelilingi pohon tersebut dan amati pola pertumbuhan lumut yang menempel di batang pohon. Jika kamu ragu, kamu dapat meraba sekeliling batang pohon. Dengan meraba, kamu bisa merasakan bagian batang pohon yang kering dan lembap.
  • Ketiga, amati pertumbuhan lumut dari batang bawah sampai batang atas pohon. Bagian batang pohon yang kering dan jarang ditumbuhi lumut menunjukkan arah timur. Sedangkan bagian pohon yang ditumbuhi banyak lumut menunjukkan arah barat.
  • Terakhir, setelah tahu arah barat, segera tandai dengan kain penanda. Pada arah itulah kiblat yang akan kamu pakai untuk sholat saat di gunung.

Itulah kelima cara menentukan arah kiblat di gunung. Dari kelima cara tersebut, teknik favorit kami adalah cara #1: menggunakan kompas. Cara #1 sangat cepat dan tepat dalam menentukan arah kiblat. Terlebih saat kamu sudah terbiasa mengoperasikan kompas. Kalau kamu bagaimana? Apa cara menentukan arah kiblat yang sering kamu pakai? Tulis pendapat kamu di kolom komentar sekarang.

Baca lebih lanjut: Cara Sholat di Gunung (Khusyuk & Tumakninah) »

Previous Article

Tips Merawat Sepatu Gunung

Next Article

Cara Mencuci Tas Gunung

Tinggalkan komentar