Cara Mengatasi Sesak Nafas di Gunung

Pernahkah kamu melihat pendaki mengalami sesak nafas saat di gunung? Mereka terlihat sangat kesakitan sekali. Wajah pendaki mendadak pucat, pusing, bibir menjadi biru hingga merasa kesulitan bernafas. Why? Itu adalah gejala kekurangan oksigen (altitute sickness). Di mana, pendaki mengalami malfungsi tubuh karena kurang asupan oksigen ke dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena pendaki memiliki penyakit asma, kelelahan, hingga mengalami gangguan saluran pernafasan. Jika salah satu rekan pendakianmu mengalami sesak nafas, kamu harus segera melakukan pertolongan pertama agar kembali sehat. Berikut 10 cara mengatasi sesak nafas di gunung:

Ingin tahu lebih detail tentang berbagai teknik mengatasi sesak nafas di atas? Yuk, mulai cari tahu.

Cara #1: Duduk yang rileks dan bungkukkan badan ke depan

Pendaki yang mengalami kelelahan tinggi dapat mengalami sesak nafas di gunung. Hal ini karena tubuh pendaki sudah mulai menimbun banyak asam laktat sehingga menyebabkan banyak otot kaku. Jika otot yang kaku adalah otot di area jantung dan paru-paru, pendaki bisa mengalami gangguan pernafasan. Karena terjadi penyempitan saluran pernafasan. Akibatnya, pendaki tiba-tiba merasa sesak nafas.

Untuk kasus sesak nafas karena kelelahan, kamu dapat menyelesaikannya dengan cara ini.

  • Pertama, lepaskan tas carrier yang kamu kenakan. Longgarkan pakaian dan aksesoris yang terlalu erat.
  • Kedua, duduklah di bangku atau undakan batu dengan posisi badan condong ke depan. Posisinya seperti saat kamu duduk di kursi. Lalu, condongkan tubuh ke depan sampai membentuk sudut 45 derajat. Posisi ini akan membuat rongga ada rileks dan kerja paru-paru lebih optimal.
  • Ketiga, letakkan siku di atas lutut dengan lembut. Usahakan rileks. Posisi tangan boleh kamu taruh di paha atau kamu pakai untuk menyangga dagu.
  • Keempat, Kendurkan semua otot leher dan otot bahu. Cobalah serileks mungkin.
  • Kelima, bernafaslah secara perlahan dan buang secara perlahan. Biarkan semua beban kamu lepas, rileks dan tenang. Tubuh yang rileks akan kembali bisa menyerap banyak oksigen. Sehingga, sesak nafas akan segera sembuh.

Lakukan teknik tersebut sampai kondisi tubuhmu membaik. Jika memang sudah kembali segar dan kamu nggak yakin untuk melanjutkan perjalanan mendaki, lebih baik jujur. Katakan kondisi tubuh yang kamu rasakan. Kalau harus turun ke basecamp, lebih baik segera turun. Percayalah, kesehatan lebih utama. Dan puncak nggak akan pergi ke mana-mana.

Cara #2: Lakukan deep breathing

Semakin tinggi kamu mendaki, semakin tipis kadar oksigen di atmosfer. Kadar oksigen yang tipis sangat merugikan pendaki yang memiliki masalah saluran pernafasan dan paru-paru. Mereka menjadi mudah lelah. Terlihat ngos-ngosan dan kurang bertenaga.

Solusi untuk keadaan tersebut adalah deep breathing. Deep breathing adalah teknik bernafas ala praktisi bela diri untuk meningkatkan energi tubuh. Selain teknik pernafasan ini dapat meningkatkan energi tubuh, teknik ini dapat memasok banyak oksigen ke dalam paru-paru. Dan memaksa alveolus di dalam paru-paru menyerap banyak oksigen. Dengan begitu, gejala sesak nafas dapat segera teratasi.

Berikut ini tutorial teknik deep breathing.

  • Pertama, posisikan tubuh dalam posisi rileks. Kamu bisa duduk bersila, atau tiduran dalam posisi terlentang.
  • Kedua, tarik nafas penuh melalui mulut sampai perut membesar. Lalu, keluarkan udara dari mulut dan hidung sampai udara di paru-paru terasa habis. Ulangi langkah ini 15-30x. Nafas masuk, nafas keluar, nafas masuk nafas keluar. Begitu seterusnya. Lakukan secara cepat.
  • Ketiga, pada hitungan terakhir (misal: pengulangan ke 20x), kosongkan paru-paru. Dan tahan nafas sekuatmu. Jangan memaksakan diri, cukup sekuatmu saja.
  • Keempat, setelah merasa tidak kuat, tarik nafas sedalam-dalamnya sampai paru-paru penuh dan diafragma perut terangkat. Dan tahan selama 10 detik. Pada tahap initubuh akan masuk ke dalam kondisi hyperventilation. Di mana, banyak oksigen akan terserap ke dalam darah melalui alveolus paru-paru.
  • Kelima, Rileks dan rasakan perubahannya. Jika tubuh terasa segar, kamu dapat mengulanginya sebanyak 3x.

Saat melakukan deep breathing, jangan memaksakan diri. Karena pada kondisi sesak nafas, itu rasanya sangat tidak nyaman. Coba saja secara perlahan, nanti lambat laun, semua akan membaik.

Cara #3: Lakukan pernafasan diafragma

Cara mengatasi sesak nafas di gunung selanjutnya, yaitu melakukan pernafasan diafragma. Pernafasan diafragma adalah pernafasan yang mengandalkan otot diafragma di dalam rongga dada. Artinya, saat kamu bernafas dengan teknik diafragma, otot diafragma akan bergerak naik-turun. Teknik bernafas ini dapat mengatasi sesak nafas dan memperkuat paru-paru pendaki gunung.

Berikut ini cara melakukan teknik pernafasan diafragma untuk mengatasi sesak nafas di gunung:

  1. Duduklah dengan rileks sambil bersandar.
  2. Letakkan telapak tangan kiri di atas perut dan telapak tangan kanan di atas dada.
  3. Tarik nafas secara perlahan melalui hidung selama 3 detik. Rasakan nafas itu mengalir memenuhi perut. Tangan kiri kamu akan terasa terangkat tapi tangan kanan tetap dalam posisi semua. Ini artinya, perut bergerak lebih banyak daripada dada.
  4. Hembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui bibir sampai perut mengempis.
  5. Lakukan pengulangan sebanyak 10-15x. Ingat! Kendurkan semua otot yang tegang. Terutama otot leher, bahu dan tangan. Rileks, santai dan ikuti ritmenya.

Teknik diafragma akan membawa udara lebih banyak ke dalam tubuh. Akibatnya, banyak oksigen yang akan terserap oleh alveolus paru-paru. Dengan begitu, sesak nafas akan mulai mereda dan sembuh. Jika kondisi masih memburuk setelah menyelesaikan 10x pengulangan, segera cari bantuan medis. Kamu bisa menggunakan tabung oksigen dari perlengkapan P3K pendaki.

Cara #4: Lakukan pursed-lips breathing

Teknik pursed-lips breathing adalah teknik pernafasan yang berfokus pada metode memperlambat laju pernafasan seseorang. Pendaki yang mengalami sesak nafas biasanya secara refleks akan bernafas cepat dan tersengal-sengat. Akibatnya, pendaki menjadi panik dan makin kekurangan oksigen. Kamu perlu memperlambat laju pernafasan kamu dengan teknik yang benar, agar kamu memperoleh oksigen dalam jumlah lebih banyak. Dengan teknik pursed-lips breathing, kamu dapat membuat tubuh lebih rileks, tenang dan sehat.

Tertarik untuk mempelajari teknik pursed-lips breathing? Berikut ini tutorial cara melakukan pursedlips breathing:

  1. Duduklah dengan posisi badan tegak. Boleh bersila, simpuh ataupun dulu di undakan batu.
  2. Tarik nafas perlahan melalui hidung selama 3-5 detik.
  3. Posisikan mulut mengerucut (pursed-lips). Bentuk bibir seperti saat orang sedang siul atau lagi mengucapkan vokal “U”.
  4. Hembuskan nafas melalui mulut secara perlahan. Hitung dalam hari mulai dari 1, 2, 3, 4, 5.
  5. Ulangi teknik pernafasan pursed-lips ini beberapa kali sampai sesak nafasmu mereda.

Setelah kondisi nafasmu tidak sesak lagi, tetaplah beristirahat sejenak. Biarkan tubuh mendapatkan pasokan oksigen secara menyeluruh. Sambil istirahat, kamu bisa minum dan makan cemilan.

Cara #5: Berikan udara segar dengan cara dikipas

Cara mengatasi sesak nafas di gunung berikutnya adalah mengipasi pasien yang terserang sesak nafas. Kita tahu, semakin tinggi kita mendaki gunung semakin tipis kadar oksigennya. Terlebih saat berada di area puncak.

Jika ada pendaki yang mengalami sesak nafas, kamu dapat membaringkannya biar rileks. Setelah itu, longgarkan kerah baju, ikat pinggang dan aksesoris lain yang mengganggu saat bernafas. Kemudian, kipasi pasien agar dia mendapatkan angin yang mengandung banyak oksigen. Udara yang bergerak sangat bermanfaat bagi pendaki yang sesak nafas. Karena udara yang bergerak akan membawa banyak oksigen yang mudah terserap tubuh.

Sambil membantu pasien mendapatkan udara segar, kamu bisa memberikan pijatan relaksasi. Pijat pada bagian kaki, tangan, puncak, leher. Memberikan minyak beraroma juga bagus untuk melegakan tenggorokan.

Cara #6: Buatkan kopi hitam

Kopi hitam ternyata bukan hanya bisa untuk membuat pendaki betah begadang saja. Khasiat lain dari kopi adalah memberikan efek relaksasi pada otot-otot tubuh. Menurut penelitian Welsh, dkk, 2009, kandungan kafein pada kopi dapat membantu penderita asma yang mengalami sesak nafas. Kafein akan memberikan dua efek bagus bagi tubuh pendaki:

  • Pertama, meningkatkan kerja paru-paru selama 4 jam ke depan.
  • Kedua, memberikan efek relaksasi.

Maka dari itu, kamu bisa membuatkan kopi hitam tanpa gula untuk pendaki yang mengalami sesak nafas. Niscaya, dia akan segera pulih dengan cepat.

Cara #7: Kasih minuman hangat berbahan dasar jahe

Semua orang tahu, bahwa jahe memiliki kandungan kimia yang mampu menghangatkan tubuh pendaki. Tapi, tahukah kamu, senyawa alkaloid seperti seskuiterpen, zingeron, oleoresin, zingiberen, kamfena, limonen, sitral, zingiberal, borneol, bisa meredakan sesak nafas.

Cara membuatnya cukup mudah, yaitu:

  1. Ambil satu rimpang jahe yang berukuran sedang.
  2. Kupas dan bersihkan kulit jahe.
  3. Panggang sampai tercium aroma wangi jahe.
  4. Angkat jahe, dan geprek-geprek jahe sampai pipih.
  5. Siapkan gelas untuk menyedu jahe.
  6. Masukkan jahe ke dalam gelas.
  7. Tuangkan air panas secukupnya.
  8. Tambahkan gula aren & sereh untuk menambah aroma.
  9. Minumkan ke pendaki yang mengalami sesak nafas.

Jika kamu bisa membuatkan minuman jahe, biarkan aroma jahenya dihirup-hirup si pendaki. Karena aroma jahe dapat melegakan tenggorokan, menghilangkan mocus-mocus (lendir) yang menyumbat penyerapan oksigen. Jadi, sambil menunggu minuman jahe dingin, suruh pendaki menciumi uap dari minuman jahe tersebut.

Bagaimana jika kita tidak mempunyai rimpang jahe? Kamu dapat menggunakan minuman jahe instan yang dijual di Indomaret atau swalayan.

Cara #8: Berikan terapi uap air

Hawa dingin di gunung sering membuat beberapa pendaki meriang. Gejala ini ditandai dengan badan menggigil, keluar ingus hingga masuk angin. Untuk membuat tubuh tetap hangat, sistem pertahanan tubuh mengeluarkan cairan penghangat di saluran pernafasan. Akibatnya, ada lendir yang menumpuk. Ada kasus di mana, lendir ini dapat mengganggu pernafasan pendaki. Hingga akhirnya menjadikannya sesak nafas.

Solusinya adalah memecah lendir yang terlalu banyak menyelimuti saluran pernafasan tersebut melalui terapi uap air. Begini caranya:

  • Pertama, nyalakan kompor gunung.
  • Kedua, masak air dengan nesting.
  • Ketiga, tunggu sampai air mendidih dan mengeluarkan banyak uap air.
  • Keempat, dekatkan pendaki yang sesak nafas ke arah uap air yang mengepul. Dan biarkan dia menghirup uap air yang keluar tersebut.
  • Kelima, lakukan berulang-ulang, jika capek istirahat lalu ulangi lagi.
  • Terakhir, jika sesak nafas sudah mereda dan nafas kembali plong, segera minum minuman jahe hangat.

Cara ini sangat efektif untuk pendaki yang sesak nafas karena alergi dingin dan masuk angin. Sangat ampuh banget. Silakan dicoba.

Cara #9: Kasih oksigen darurat menggunakan tabung oksigen portable

Solusi nomor #9 ini yang paling cespleng. Tinggal semprot ces-ces-ces nafas langsung plong. Haha. Jadi, jika ada pendaki yang mengalami sesak nafas, segera ambil oksigen portable di P3K dari rombongan pendakianmu. Pasang corong mulut pada tabung oksigen portable dan semprotkan secara perlahan kepada pendaki yang sesak nafas. Dalam hitungan menit, pendaki langsung merasa lebih enak. Karena dia mendapatkan oksigen murni dalam jumlah yang cukup.

Akan tetapi, sangat jarang ada pendaki membawa oksigen portable. Kecuali, dia punya riwayat asma, petugas kesehatan dalam rombongan pendakian massal atau petugas SAR. Hal ini karena oksigen portable itu mahal dan tidak banyak pendaki membutuhkannya.

Cara #10: Mencari pertolongan ke tim SAR atau petugas medis terdekat

Ada kalanya, setelah kamu melakukan cara 1-9, pendaki tetap mengalami sesak nafas. Artinya, pertolongan pertama yang kamu berikan tidak bekerja dengan baik. Ini bisa disebabkan karena kondisi tubuh pendaki memburuk atau ada penyakit lain. Kalau kondisi sudah semakin memburuk, mau tidak mau kamu harus meminta pertolongan ke pada tim medis.

  • Pertama, kamu perlu menghubungi basecamp pendakian untuk meminta bantuan tim SAR untuk melakukan evakuasi korban. Artinya, korban harus segera turun gunung dan mendapatkan perawatan.
  • Kedua, kamu perlu menghubungi unit gawat darurat dari rumah sakit terdekat. Sehingga petugas rumah sakit sudah siap sedia saat pendaki berhasil dievakuasi.

Jika evakuasi berjalan lancar, pendaki yang sesak nafas akan langsung mendapatkan perawatan intensif. Dengan pengecekan kesehatan pendaki dan riwayat penyakit, dokter bisa mengobati pendaki dengan obat yang tepat. Sehingga pendaki cepat sembuh dari sesak nafas yang dideritanya.

Menarik ya! Begitulah pembahasan dari 10 cara mengatasi sesak nafas di gunung. Jika kamu punya tips atau teknik mengatasi sesak nafas lainnya, bagikan melalui kolom komentar. Mari berbagi ilmu untuk kebermanfaatan bersama. Salam lestari.

Baca lebih lanjut: Tips Kedinginan di Gunung »

Previous Article

Gunung Paling Indah di Indonesia

Next Article

Di mana Tempat Reparasi Sepatu Gunung yang Terpercaya?

Tinggalkan komentar