Cara Mengikat Tali Sepatu Gunung

Kebanyakan pendaki pemula mengikat tali sepatu gunung seperti saat mengikat tali sepatu sekolah. Memang tidak salah, tapi kamu menyia-nyiakan berbagai fitur keren di dalam sepatu gunung. Contohnya fitur pengaman engkel, fitur pengunci slipping, hingga fitur pencegahan kulit kaki melepuh akibat gesekan terlalu sering.

Dengan memaksimalkan berbagai fitur tersebut, kamu akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan maksimal. Kaki tidak mudah lecet dan bengkak. Pergerakan mendaki dan menuruni gunung menjadi lebih cepat. Dan yang paling penting, tali sepatu tidak mudah lepas.

Spesial untuk hari ini, kami akan membagikan cara mengikat tali sepatu gunung dengan benar. Berikut cara mengikat tali sepatu gunung dengan benar:

Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan cara mengikat tali sepatu gunung sampai selesai.

Langkah #1: Pelajari kondisi kaki

Sebelum memilih jenis cara mengikat sepatu gunung, hal mendasar yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui kondisi kaki.

  • Apakah kaki kamu sedang cedera?
  • Apakah kaki kamu memerlukan pengaman ekstra untuk engkel?
  • Apakah kaki kamu kuat untuk menerima tekanan dalam waktu lama?

Ini penting sekali. Dengan mengetahui kondisi kaki, kamu dapat memilih teknik mengikat tali sepatu yang tepat. Terlebih pada pendaki yang memiliki kelainan kaki, misalnya: kaki datar (flat foot). Kamu butuh insole khusus dan teknik mengikat tali sepatu sesuai kondisi kaki.

Langkah #2: Kuasai 3 teknik dasar cara mengikat tali sepatu gunung

Sebagai pemilik sepatu gunung, kamu perlu mempelajari 3 teknik dasar cara mengikat tali sepatu gunung. Mulai dari teknik surgeon’s knot lacing, window lacing, hingga toe-relief lacing.

Cara Mengikat Tali Sepatu Gunung Lengkap
Sumber: https://www.rei.com/

Setiap teknik ini memiliki kegunaan masing-masing. Dan kamu bisa mengaplikasikannya secara fleksible sesuai keadaan kakimu saat pendakian. Kami akan menjelaskan kegunaan ketiga teknik mengikat tali sepatu di atas. Dengarkan baik-baik.

Surgeon’s knot lacing

Surgeon’s knot lacing adalah teknik mengikat tali sepatu gunung untuk mencegah tumit tergelincir ke bagian depan sepatu saat pendakian. Kondisi heel slip dapat membuat telapak kaki melepuh setelah pendakian. Penyebab heel slip adalah adanya ruang longgar di atas pergelangan kaki bagian depan (talus). Hal ini menyebabkan kaki dapat bergerak maju-mundur, sehingga menimbulkan gesekan terus menerus di telapak kaki. Ruang longgar ini dapat dimampatkan dengan teknik mengikat sepatu surgeon’s knot lacing.

Cara mengikat tali sepatu surgeon’s knot lacing:

  • Pertama, pakai sepatu hiking boots milikmu dan tarik semua tali yang kendur agar menjadi erat.
  • Kedua, temukan pengait tali sepatu yang dekat dengan pergelangan kaki bagian depan. Buat simpul surgeon’s knot pada bagian tersebut. Cara membuat simpul surgeon’s knot adalah buat simpul pengikat sekali dan bungkus tali satu sama lain sekali. Setelah itu, tarik kuat-kuat. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar surgeon’s knot lacing.
  • Ketiga, setelah ikatan simpul surgeon’s knot kuat, pastikan untuk langsung mengarahkan tali sepatu ke pengait selanjutnya. Tujuannya adalah untuk mengunci ketegangan simpul. Dengan begitu, ruang longgar di bagian depan pergelangan kaki akan mampat.
  • Keempat, ulangi langkah 3 pada pengait tali sepatu di atasnya. Jadi, kamu akan membuat dua simpulsurgeon’s knot secara berurutan.
  • Terakhir, selesaikan cara mengikat sepatu hiking boots seperti biasa.

Window Lacing

Window lacing adalah teknik mengikat tali sepatu gunung untuk mengurangi tekanan di bagian atas punggung kaki. Teknik ini mengubah “tali menyilang” menjadi “tali kotak” yang menyerupai jendela. Dengan begitu, bagian atas punggung kaki sedikit lebih longgar. Teknik ini sangat cocok untuk pendaki yang sedang mengalami cedera punggung kaki (bengkak) atau kelainan kaki tertentu. Dengan mengurangi tekanan di punggung kaki, kaki pendaki tersebut akan lebih nyaman.

Cara mengikat tali sepatu window lacing:

  • Pertama, lepaskan sepatu hiking boots yang sedang kamu pakai.
  • Kedua, lepaskan ikatan tali sepatu yang berada di titik tekanan kuat yang sudah kamu tandai.
  • Ketiga, ikat kembali tali sepatu dengan naik lurus ke pengait berikutnya. Hasil akhir ikatan, menyerupai bentuk jendela (tali kotak). Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar ilustrasi window lacing di atas.
  • Keempat, silangkan tali untuk kembali menguatkan ikatan.
  • Terakhir, selesaikan cara memakai sepatu dan mengikat tali hiking boots seperti biasa.

Catatan: Kamu dapat menambahkan simpul surgeon’s knot di tepi bawah dan tepi atas window lacing. Tujuannya untuk pegangan yang lebih nyaman.

Toe-Relief Lacing

Jika ujung jari kamu terluka selama pendakian, tekanan kuat di ujung sepatu gunung dapat membuat luka semakin sakit. Oleh karena itu, kamu perlu mengendurkan tekanan di ujung sepatu dengan teknik toe-relief lacing.

Cara mengikat tali sepatu toe-relief lacing:

  • Pertama, lepaskan hiking boots yang sedang kamu pakai.
  • Kedua, ikat kembali tali sepatu, tapi lewati set pengait pertama. Cara ini membuka toe-box di ujung sepatu, sehingga mengurangi tekanan pada ujung sepatu gunung.
  • Ketiga, pakailah hiking boots milikmu dan selesaikan dengan cara mengikat tali hiking boots seperti biasa.

Catatan: Jika jari-jari kakimu selalu sakit saat mendaki, kemungkinan kamu salah dalam memilih ukuran sepatu gunung. Pertimbangkan untuk membeli sepatu gunung lain yang memiliki ukuran lebih tepat. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel cara memilih ukuran sepatu gunung dengan tepat di sini.

Langkah #3: Mulai mengikat tali sepatu gunung dengan teknik yang benar

Setelah kamu paham kondisi kakimu dan menguasai ketiga teknik mengikat tali sepatu gunung di atas, saatnya praktik. Mungkin kamu bertanya, apa cara mengikat tali sepatu gunung favorit kami? Pada kondisi normal dan kaki sehat, kami sangat menyukai teknik surgeon’s knot lacing. Saking sukanya dengan teknik ini, kami memodifikasinya. Kami biasanya menambahkan lock lacing setelah melakukan simpul surgeon’s knot. Ini nyaman banget di kaki.

  • Pertama, kaki tidak lagi slipping ke depan saat turun gunung. Bahkan untuk berlari menuruni bukit sangat nyaman banget.
  • Kedua, tumit akan selalu menempel nyaman di alas kaki. Jadi, tidak ada lagi gesekan naik turun di area tumit karena bagian tumit terlalu longgar.

Beginilah hasil akhir dari mengikat tali sepatu gunung dengan teknik surgeon’s knot lock lacing:

Cara Mengikat Tali Sepatu Gunung - Surgeons Knot Lock Lacing

Kurang jelas ya? Baik, kami akan menjelaskannya secara step by step tentang teknik cara mengikat tali sepatu surgeon’s knot lock lacing? Baik, dengarkan baik-baik.

Pertama, pakai sepatu gunung dan masukkan tali sepatu dengan pola menyilang tumpang-tindih. Untuk lebih detailnya, perhatikan gambar ilustrasi surgeon’s knot lock lacing di bawah ini:

Cara Mengikat Tali Sepatu Gunung - Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing

Kedua, saat sampai pada pergelangan kaki bagian depan, buatlah simpul surgeon’s knot. Ikat erat-erat sampai kaki terasa nyaman.

Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing 01

Ketiga, pada tahap ini, kami tidak membuat simpul surgeon’s knot pada tali pengait selanjutnya. Kami memodifikasinya dengan melewatkan tali sepatu langsung menuju pengait tali teratas. Bingung ya? Biar lebih paham, silakan perhatikan gambar di bawah ini.

Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing 02

Keempat, selanjutnya, lakukan crossover pada tali sepatu gunung. Tujuannya adalah untuk membuat pengunci di area atas pergelangan kaki. Dengan melakukan crossover, kaki tidak lagi slipping ke depan ataupun tumit terangkat ke atas. Hal ini karena teknik crossover ini. Teknik crossover ini setelah di gabung dengan simpul surgeon’s knot menghasilkan cengkraman yang kuat banget, lho! Dan membuat engkel kaki lebih aman selama naik dan turun gunung.

Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing 03

Kelima, kencangkan ikatan tali crossover sesuai kenyamanan kaki. Kami biasanya mengikat kuat-kuat agar mencengkram kaki dengan kuat. Kemudian tambahkan simpul surgeon’s knot untuk mengunci simpul crossover agar terkunci maksimal.

Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing 04

Keenam, akhiri dengan simpul seperti ini (kami tidak tahu nama simpul ini, hehe. Jika kamu tahu, silakan tulis nama simpul di kolom komentar ya). Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini:

Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing 05

Terakhir, pada tahap akhir, ambil tali yang bertumpuk, dan biarkan ujung tali yang terurai. Kemudian, ikat tali sepatu yang bertumpuk tadi dengan simpul mati. Tujuannya adalah agar tali sepatu tidak mudah terlepas saat melangkah, berjalan cepat atau bahkan berlari.

Ilustrasi Surgeons Knot Lock Lacing 06

Cara mengikat tali sepatu dengan tekniksurgeon’s knot lock lacing selesai. Silakan dicoba untuk berjalan-jalan. Jika belum nyaman atau terlalu kencang, silakan diatur ulang.

Catatan: teknik mengikat tali sepatu surgeon’s knot lock lacing hanya cocok untuk sepatu jenis mid-high cut hiking boots dan mountaineering boots. Hal ini karena leher sepatu gunung lebih tinggi dan ada tambahan pengait di leher sepatu.

Langkah #4: Lakukan pengetesan kenyamanan, dan keamanan hasil pengikatan tali sepatu

Jika kamu sudah selesai mengikat tali sepatu gunung, segera lakukan pengetesan sederhana. Berikut ini beberapa pengetesan hasil pengikatan tali sepatu gunung:

  1. Tes untuk berjalan berkeliling selama 2-5 menit. Rasakan dengan teliti, apakah kakimu merasa tertekan/sakit? Apakah kakimu komplain? Jika semua, okay dan kakimu happy, lanjut ke pengetesan selanjutnya.
  2. Berdirilah tegak dan cobalah untuk berjinjit. Rasakan apakah ada bagian kaki yang terlalu ketat?
  3. Terakhir, cobalah untuk jongkok beberapa detik dan jongkok berjinjit beberapa detik. Ini agak sulit memang, tapi ini untuk mengetes kenyamanan tali sepatu gunungmu.

Jika langkah pengetesan 1-3 semua nyaman, berarti hasil mengikat tali sepatu gunungmu telah sukses. Jika ada yang kurang nyaman, kamu bisa melakukan pengaturan ulang.

Langkah #5: Final checking

Setelah kamu menyelesaikan semua tahapan cara mengikat tali sepatu gunung ini, dan kakimu nyaman, berarti tutorial selesai. Selamat, sekarang kamu telah memiliki teknik mengikat tali sepatu gunung yang kuat, nyaman dan aman.

Akhir kata, jika ada yang kurang jelas atau ada pertanyaan, silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah.

Previous Article

10 Tempat Camping Terindah di Bandung (Budget Friendly)

Next Article

Camping Ground Terbaik di Jawa Barat

Tinggalkan komentar