10 Rekomendasi Gunung untuk Pendaki Pemula (Update 2022)

Melihat berbagai foto cantik para pendaki yang berfoto saat sunrise di puncak gunung membuat kita takjub. Cantik sekali ya, pemandangannya. Ingin deh, sekali seumur hidup bisa melihat keindahan itu secara langsung. Berawal dari keinginan tersebut, banyak orang mulai cari tahu tentang hobi mendaki gunung. Dan mencari referensi terkait gunung untuk pemula.

Biar pengalaman pertamamu mengesankan, kamu sebaiknya mendaki gunung yang tingkat kesulitannya mudah dan pemandangannya bagus. Menurut pengalaman kami yang telah lama mendaki berbagai gunung-gunung tinggi di Indonesia, setidaknya ada 10 gunung yang ramah untuk pendaki pemula. Mau tahu? Berikut 10 rekomendasi gunung untuk pemula:

Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, lanjut baca.

1. Gunung Ijen

Gunung Untuk Pemula Gunung Ijen
Gunung Ijen, Jawa Timur (sumber: instagram.com/twaijencrater/)
LokasiPerbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung2.769 m
Harga tiket pendakianWNI:
Rp5.000/orang (hari biasa)
Rp7.500/orang (weekend)
WNA:
Rp100.000/orang (hari biasa)
Rp150.000/orang (weekend)
Rating ulasan4,7/5.0 – 3,780 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Ijen via Banyuwangi
Estimasi waktu pendakian2,5 – 3 jam
Tempat fenomenal di Gunung IjenPemandangan Blue Fire, pemandangan sunrise, pemandangan danau kawah Ijen, pemandangan lautan awan, pertambangan batu belerang

Nama Gunung Ijen pastinya tak asing di kalangan penikmat alam. Gunung ini dikenal dengan fenomena blue fire yang eksotis. Tak heran, banyak sekali wisatawan dari dalam maupun luar negeri yang rela bangun pagi-pagi buta untuk mendaki gunung ini. Fenomena blue fire memang hanya bisa dinikmati maksimal sebelum pukul 04:00 pagi.

Kalaupun kamu melewatkan fenomena blue fire, jangan berkecil hati! Pemandangan sunrise di Gunung Ijen ini juga tak kalah indah. Keduanya punya rute yang berbeda. Jadi, sayangnya kamu hanya bisa pilih salah satu saja.

Pastikan kamu sudah lakukan reservasi tiket online dulu. Pembelian tiket ini wajib dilakukan maksimal H-1 sebelum keberangkatanmu. Kamu tidak perlu melampirkan hasil rapid test. Tapi, pastikan kamu menunjukkan sertifikat vaksin (minimum dosis pertama) dan bukti pembelian tiket pada petugas loket. Reservasi tiket untuk melihat blue fire harus dilakukan 3 hari sebelum hari H.

Dari jalur mana sebaiknya pendaki pemula mendaki ke Gunung Ijen?

Rekomendasi kami adalah jalur pendakian gunung Ijen via Banyuwangi. Jalur pendakian lewat Banyuwangi adalah yang termudah dan terpendek. Jadi, sangat ideal bagi kamu yang ingin menyaksikan blue fire dan sunrise tepat waktu. Rute ini juga memiliki kontur yang landai dan lebar. Kamu jadi serasa sedang trekking. Pemandangan lautan awan dan Gunung Merapi terlihat jelas.

Pendakian di malam hari cenderung lebih menantang. Tidak terdapat fasilitas penerangan di sini. Jadi, kamu harus membawa penerangan headlamp. Selain itu, kamu juga disarankan buat mengenakan masker gas dan kacamata. Ini berguna untuk melindungimu dari paparan sulfur.

Di titik awal pendakian, deretan pagar kayu memisahkanmu dengan tebing terjal. Di sisi kanan kiri, kamu bisa menyaksikan hutan, pegunungan, dan lautan awan. Mendekati puncak, medan pendakian jadi lebih curam dan sempit. Kamu bisa lihat pertambangan batu belerang dengan para pekerja yang mengangkut batu belerang hingga puluhan kilogram di satu sisi. Di sisi lainnya adalah kawah ijen dengan danau sulfurnya yang cantik.

2. Gunung Prau

Gunung Untuk Pemula Gunung Prau
Gunung Prau, Jawa Tengah (sumber: instagram.com/hndhk_gos/)
LokasiBakulan, Dieng, Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung2.565 m
Harga tiket pendakianRp15.000/orang
Rating ulasan4,8/5.0 – 2,798 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng
Estimasi waktu pendakian3 – 4 jam
Tempat fenomenal di Gunung PrauSunrise point, padang bunga daisy, pemandangan pegunungan, pemandangan lautan awan, pemandangan gugusan bintang Milky Way

Gunung Prau dikenal sebagai gunungnya para pemula. Gunung ini juga dikenal dengan pemandangan sunrise tercantik. Jika kamu hendak berburu golden sunrise, sebaiknya mulai pendakian lewat jalur Patak Banteng. Patak Banteng merupakan rute pendakian Gunung Prau yang termudah. Kamu bisa langsung mencapai area Sunrise Camp lewat jalur ini. Rute ini juga jadi rute terpopuler dan terpadat saat weekend.

Rute pendakian dimulai dengan menaiki anak-anak tangga melewati pemukiman dan perkebunan warga. Sesampainya di checkpoint pos 1, serahkan tiket yang sudah kamu beli pada petugas. Tanpa adanya tiket itu, kamu tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Menuju ke pos 2, kamu akan disambut dengan pemandangan lahan pertanian dan pemukiman warga. Pendakian dari pos 1 ke pos 2 cuma memakan waktu kurang dari 50 menit. Jangan lupa untuk mampir ke warung warga yang berlokasi tepat sebelum pos 2. Kamu bisa membeli minuman maupun makanan untuk bekal hingga ke puncak. Di sini juga jadi titik peristirahatan yang paling nyaman.

Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 didominasi dengan medan menanjak dan hutan pinus. Walaupun trek ini merupakan jalur terpanjang, waktu tempuh cuma sekitar 45 menit. Sedangkan, rute ke pos 4 lah yang paling menantang. Karena, rute ini dikenal dengan kemiringannya yang curam. Jadi, kamu harus lebih hati-hati, ya!

Setelah melewati pos 4, kamu bisa langsung mendirikan tenda di Sunrise Camp. Di sinilah kamu bisa menikmati pemandangan matahari terbit yang spektakuler. Barisan lautan awan yang memukau juga sangat berkesan. Bahkan, di malam hari kamu bisa menyaksikan pemandangan gugusan bintang Milky Way. Sunrise Camp ini jadi titik camping terbaik.

Puncak Prau bisa kamu jangkau dalam waktu 30 menit saja dari sini. Sesampainya di puncak, hamparan pemandangan pegunungan indah langsung menyambut. Di ketinggian ini, kamu juga bisa melihat hamparan bunga daisy aneka warna.

Tertarik untuk mendaki ke Gunung Prau? Sebelum mendaki, kamu harus paham dulu rute pendakian dan medan pendakian Gunung Prau. Spesial untuk kamu, kami telah menyiapkan ulasan lengkap 6 jalur pendakian Gunung Prau yang dikelola secara resmi di sini. Mulai dari jalur termudah, jalur tercepat hingga jalur tercantik.

3. Gunung Batur

Gunung Untuk Pemula Gunung Batur
Gunung Batur, Bali (sumber: instagram.com/mountbaturtrekkingguide/)
LokasiBatur Sel., Kec. Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung1.717 m
Harga tiket pendakianRp10.000/orang, atau seikhlasnya
Rating ulasan4,6/5.0 – 2,267 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Batur via Pasar Agung
Estimasi waktu pendakian1 – 1,5 jam
Tempat fenomenal di Gunung BaturPemandangan sunrise, pemandangan Gunung Rinjani, pemandangan Gunung Abang, pemandangan Gunung Agung, pemandangan Danau Batur

Gunung Batur adalah salah satu gunung dengan pemandangan sunrise terbaik di Bali. Gunung setinggi 1717 mdpl ini cocok buat para hikers pemula. Untuk mendaki hingga sampai ke puncak, jalur Pura Pasar Agung jadi yang paling disukai. Banyak pendaki pemula yang memilih jalur pendakian satu ini. Alasannya:

  • Jarak tempuh pendakian yang hanya 1,5 jam saja. Sehingga, sangat ideal bagi kamu yang ingin menikmati sunrise di puncak
  • Rute pendakian yang lurus tanpa terhalang vegetasi apa pun. Jalan yang bercabang pun akan bertemu di titik yang sama. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan tersesat
  • Selama mendaki, kamu bisa menyaksikan keindahan Danau Batur dan lanskap pemukiman warga.

Sebelum mendaki, ada beberapa pantangan yang harus kamu tahu. Yang pertama, pendaki perempuan dilarang mendaki Gunung Batur dalam kondisi haid. Selain itu, kamu juga tidak diperbolehkan untuk mengambil benda apa pun yang ada di gunung tersebut. Jangan lupa untuk menjaga perilaku dan ucapan.

Medan Gunung Batur via Pura Pasar Agung memang lumayan menantang. Rute pendakian didominasi oleh tanah pasir berkerikil yang licin. Sebaiknya, kenakan sepatu trekking dengan grip yang bagus. Di sepanjang jalur pendakian tidak terdapat penerangan saat malam. Jadi, pastikan kamu membawa senter atau headlamp untuk menerangi sekitarmu. Untuk pemula, sebaiknya sewa jasa guide atau teman yang sudah berpengalaman, ya.

Secara total, ada 4 pos pendakian yang harus kamu lewati. Pos pertama adalah camping ground dan warung. Sedangkan, di pos kedua terdapat gardu sederhana untuk beristirahat. Pos ketiga dan pos keempat merupakan sunrise point dengan pemandangan sunrise, Danau Batur, dan rangkaian pegunungan. Monyet-monyet liar berkeliaran dengan bebas di sini.

Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, kamu bisa lanjut mendaki hingga puncak. Jalur menuju ke puncak sangat sempit diapit oleh 2 lereng kawah terjal. Jadi, kamu harus sangat berhati-hati saat melintasinya.

4. Gunung Lawu

Gunung Untuk Pemula Gunung Lawu
Gunung Lawu, Jawa Tengah (sumber: instagram.com/hariangunung/)
LokasiArea Hutan, Gondosuli, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung3,265 m
Harga tiket pendakianRp15.000/orang
Rating ulasan4,5/5.0 – 2,194 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Lawu termudah via Cemoro Sewu
Estimasi waktu pendakian2 – 3 hari
Tempat fenomenal di Gunung LawuSendang Panguripan, Watu Jago, Sumur Jolotundo, Sendang Derajat, Telaga Kuning, Pasar Dieng, Warung Mbok Yem

Gunung Lawu adalah salah satu gunung tertua di Pulau Jawa. Di balik sisi misteriusnya, gunung ini terus menarik minat para pendaki. Jalur Cemoro Sewu merupakan jalur pendakian terfavorit bagi pendaki pemula. Alasannya, rute ini punya fasilitas shelter, toilet, dan warung yang memadai hingga puncak Hargo Dumilah. Petugas basecamp yang bekerja sama dengan tim SAR juga siap siaga membantu para pendaki yang butuh bantuan evakuasi darurat.    

Selain itu, jalur Cemoro Sewu juga jadi jalur pendakian terpendek. Dari basecamp ke pos 1, rute yang kamu lewati masih sangat landai. Vegetasi tidak terlalu rapat, dan terdapat pos pantau dan shelter buat beristirahat. Mendekati pos 1, kamu akan melewati salah satu sumber air keramat, yaitu Sendang Panguripan. Sesampainya di pos 1, pendaki bisa langsung beristirahat dan membeli gorengan maupun minuman.

Trek menuju pos 2, vegetasi yang tumbuh semakin rapat. Ini jadi penanda kalau kamu memasuki kawasan hutan. Medan juga mulai menanjak dengan struktur batu yang tertata rapi. Di pos 2 juga terdapat shelter untuk berteduh dan warung. Di sini, aroma belerang dari kawah Candradimuka mulai tercium. Kalau tak tahan, kamu bisa pakai masker yang dibasahi air.  

Rute dari pos 3 menuju pos 4 adalah yang paling menantang. Di sini, kamu sudah berada di dalam hutan yang lebat. Tingkat elevasi medan juga semakin ekstrem. Kondisi jalan akan terus menanjak hingga kamu sampai di pos 5. Di sini, kerapatan vegetasi mulai berkurang. Kamu mulai bisa menyaksikan keindahan lautan awan. Di pos ke-5, terdapat sumber mata air Sendang Derajat.

Kamu juga bisa mengunjungi Warung Mbok Yem yang berada di Hargo Dalem. Di sini jadi spot berkemah yang paling ideal. Pemandangan sunset di sini jadi daya tarik utama. Butuh waktu 40 menit dari Hargo Dalem untuk mencapai puncak Hargo Dumilah.

Tertarik untuk mendaki ke Gunung Lawu? Sebelum mendaki, kamu harus paham dulu jalur pendakian dan medan pendakian Gunung Lawu. Spesial untuk kamu yang hobi adventure, kami telah menyiapkan ulasan lengkap tentang 6 jalur pendakian Gunung Lawu di sini. Mulai dari jalur termudah, jalur tercepat, jalur tercantik hingga jalur terpanjang untuk mendaki ke puncak Lawu.

5. Gunung Gede

Gunung Untuk Pemula Gunung Gede
Gunung Gede, Jawa Barat (sumber: instagram.com/gn.gedepangrango/)
LokasiCipendawa, Kec. Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung3.008 m
Harga tiket pendakianPendakian hari biasa untuk pelajar: Rp17.500/orang
Pendakian akhir pekan pelajar: Rp20.000/orang
Pendakian WNA (weekend) Rp470.000/orang
Pendakian WNA (Hari kerja) Rp320.000/orang
Rating ulasan4,7/5.0 – 1,833 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Gede via Cibodas
Estimasi waktu pendakian7 – 10 jam
Tempat fenomenal di Gunung GedeCurug Cibereum, Jembatan Rawa Gayonggong, Trek Air Panas, Tanjakan Setan, Alun-alun Surya Kencana, pemandangan sunrise dari puncak Gunung Gede

Gunung Gede juga jadi destinasi pendakian terbaik buat pemula. Rute Cibodas sangat direkomendasikan buat kamu. Rute ini memang lebih panjang daripada jalur Putri. Tapi, rute Cibodas memang punya kondisi medan yang lebih landai. Kamu juga bisa mengunjungi banyak lokasi wisata menarik. Berikut rinciannya:

  • Dari checkpoint, kamu akan langsung menuju pos Telaga Biru yang memakan waktu sekitar 45 menit. Medan masih cenderung landai dan terdiri dari susunan batu yang tersusun rapi. Sesampainya di pos, terdapat warung dan shelter untuk beristirahat
  • Menuju pos 2, kamu akan melewati jembatan semen bernama jembatan Rawa Gayonggong. Kondisi jembatan masih tergolong bagus, walaupun sudah ada beberapa bagian yang berlubang. Jadi, watch your step!
  • Di Pos Pencayangan, jalur terbagi jadi 2. Satu arah menuju Curug Cibereum. Sedangkan, arah menanjak menuju ke pos 3
  • Dari pos 2, rute akan jadi sedikit menanjak dan berkelok. Untungnya, kondisi medan masih tetap berupa susunan batu rapi. Dari sini, kamu akan melewati sejumlah shelter
  • Rute berbatuan yang rapi mulai berganti medan tanah berbatuan dari shelter Batu Kukus 2. Tingkat kemiringan tanah juga semakin meningkat. Terdapat air terjun dengan air yang panas di sisi kiri, dan jurang terjal di sisi kanan. Medan di sini sangat licin tertutup lumut. Jadi, kamu harus berhati-hati. Di Pos Air Panas, kamu bisa merendam kaki di sumber air panas
  • Di pos Kandang Batu, kamu bisa langsung mendirikan tenda buat beristirahat. Atau, kamu juga bisa pilih camping di Pos Kandang Badak. Terdapat sumber air berupa air terjun di area ini
  • Untuk sampai ke puncak, kamu bisa melalui rute Tanjakan Setan. Rute ini punya kemiringan hingga 70 derajat. Atau, kamu juga bisa pilih rute alternatif dengan medan yang lebih santai. Dari Kandang Badak ke puncak memakan waktu sekitar 1,5 jam.

6. Gunung Papandayan

Gunung Untuk Pemula Gunung Papandayan
Gunung Papandayan, Jawa Barat (sumber: instagram.com/msdeenovita/)
LokasiKaramat Wangi, Kec. Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung2.665 m
Harga tiket pendakianWisatawan domestik:
Rp20.000/orang (weekday)
Rp30.000/orang (weekend)
Wisatawan Internasional:
Rp200.000/orang (weekday)
Rp300.000/orang (weekend)
Rating ulasan4,6/5.0 – 1,513 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Papandayan via Camp David
Estimasi waktu pendakian1,5 jam
Tempat fenomenal di Gunung PapandayanPemandangan kawah, Hutan Mati, Pondok Salada, Tegal Alun, Pemandian air panas, campground Mawar

Ingin mencoba mendaki gunung rasa-rasa wisata? Yuk, coba mendaki Gunung Papandayan. Buat kamu yang masih pemula, lebih baik pilih rute via Camp David. Dari campground, kamu perlu lakukan trekking melintasi jalanan aspal yang mulus. Untuk menghemat tenaga, kamu bisa membayar jasa ojek untuk membawamu hingga sampai titik pendakian.

Keunikan Gunung Papandayan adalah, kamu sudah bisa menikmati pemandangan kawah di awal pendakian. Untuk kontur tanah, area gunung ini didominasi dengan berbatuan beku dan batu belerang. Area tanjakan jadi terasa lebih ringan berkat adanya anak-anak tangga dari berbatuan yang rapi. Permukaan tanah yang landai membuatmu seakan sedang tidak mendaki gunung. Apalagi, dengan adanya sepeda motor warga yang berseliweran.

Setelah melewati tanjakan tajam, kamu akan sampai area terbuka. Di sini, kamu bisa menyaksikan pemandangan kawah-kawah aktif Gunung Papandayan. Aroma belerang yang kuat bisa membuat nafasmu terasa pengap. Buat mengurangi efek belerang, kenakanlah masker. Pos 1 terletak tak jauh dari sini. Di sana terdapat warung, gazebo, dan toilet.

Selanjutnya, kamu pilih rute berdasarkan tujuan. Kalau ingin menyaksikan sunrise, kamu bisa pilih camping di Gubber Hood. Nah, beda lagi kalau kamu ingin menyaksikan pemandangan bunga edelweiss. Maka, tujuanmu adalah ke Pondok Salada. Di perkemahan ini juga terdapat sumber mata air, aneka warung, dan toilet yang terawat. Pondok Salada juga berlokasi dekat dengan Hutan Mati. Kalau beruntung, kamu bisa bertemu beberapa ekor anjing hutan liar di sini.

Dari Hutan Mati, ambil jalan menanjak untuk sampai ke Tegal Alun. Di sini, kamu bisa saksikan keindahan padang bunga Edelweiss yang lebih luas dibandingkan di Pondok Salada. Hindari memetik bunga-bunga di sini, ya. Ingat, hanya kenangan saja yang boleh dibawa pulang. Dan, jangan membunuh apapun selain waktu. Sebelum pulang, jangan lupa untuk mampir berendam di pemandian air panas, ya!

7. Gunung Andong

Gunung Untuk Pemula Gunung Andong
Gunung Andong, Jawa Tengah (sumber: instagram.com/callmeputrie/)
LokasiArea Hutan/Kebun, Girirejo, Kec. Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung1.463 m
Harga tiket pendakianRp20.000/orang
Rating ulasan4,6/5.0 – 1,287 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Andong via Sawit
Estimasi waktu pendakian2 – 2,5 jam
Tempat fenomenal di Gunung AndongPuncak Makam, Puncak Alap-alap, Puncak Jiwa

Gunung Andong jadi destinasi pendakian yang populer, terutama bagi pendaki pemula. Jalur termudah pendakian yang paling banyak dipilih adalah via Sawit. Startpointmu dimulai dari basecamp yang berlokasi di Dusun Sawit. Jangan lupa lakukan registrasi, ya. Pastikan kamu sudah bawa Surat Kesehatan untuk registrasi nanti.

Dari arah basecamp adalah rute melewati ladang warga. Masuk ke gapura, medan pun berubah jadi sedikit menanjak dengan jenis vegetasi pohon pinus. Kamu akan menjumpai 2 persimpangan. Salah satunya adalah jalur lama. Jalur pendakian ini adalah rute yang tersingkat. Tapi, tanjakan di sini bisa membuat lututmu berteriak. Untuk pemula, biasanya disarankan untuk ambil rute kedua. Yang biarpun lebih jauh, tapi medannya cenderung lebih landai.

Kalau kamu pilih jalur kedua, jalur yang landai akan memanjakanmu hingga mencapai pos 1. Pos ini ditandai dengan shelter kayu sederhana. Selepas dari pos ini, medan akan jadi sedikit menanjak dan zigzag. Kondisi jalan tetap berupa tanah padat yang mulus. Pos 2 baru akan kamu temui setelah 10 menit perjalanan dari pos 1. Kalau nafasmu mulai ngosngosan, boleh beristirahat sejenak di pos sederhana ini.

Dari pos 2 ke pos 3, tanjakan mulai sedikit lebih ekstrem. Namun, kamu tidak akan terlalu kesulitan saat melintasinya. Dari sini, hutan pinus mulai berubah menjadi area terbuka. Kamu bisa menyaksikan keindahan pemukiman warga dan Gunung Merbabu. Pos 3 ditandai dengan batu besar dan pertemuan antara rute lama dan baru.

Kamu bisa langsung lanjut ke 3 puncak Gunung Andong. Jangan lupa untuk ziarah sejenak ke Puncak Makam. Dinamakan demikian karena puncak tersebut merupakan tempat persemayaman terakhir dari Kiai Abdul Faqih. Kamu bisa langsung mendirikan tenda di Puncak Jiwa. Sedangkan, puncak Alap-alap jadi spot sempurna untuk menyaksikan sunrise. Pemandangan jurang hijau di sisi kanan kiri tak kalah instagramable.       

8. Gunung Penanggungan

Gunung Untuk Pemula Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan, Jawa Timur (sumber: instagram.com/afrizal_dwiputra/
LokasiArea Hutan, Hutan, Kec. Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung1.653 m
Harga tiket pendakianRp10.000/orang
Rating ulasan4,7/5.0 – 938 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng
Estimasi waktu pendakian2 – 4 jam
Tempat fenomenal di Gunung “isi dengan nama gunung”Puncak Bayangan, pemandangan sunrise di puncak Penanggungan

Banyak yang mengatakan kalau Gunung Penanggungan sangat ideal untuk pendaki pemula. Apalagi, kalau kamu lewat Jalur Tamiajeng. Dengan adanya jalur-jalur baru, hiking ke gunung ini memang terasa lebih ringan. Tapi, gunung ini tidak disarankan untuk jadi pengalaman mendaki pertamamu, ya. Biarpun begitu, jalur Tamiajeng tetap jadi jalur tercepat buat kamu yang ingin berburu sunrise.

Dari basecamp Tamiajeng ke pos 1, kontur jalan memang masih tergolong sangat landai. Kamu bisa nikmati trekking santai atau jogging di antara pepohonan yang rimbun. Perjalanan dari pos ke 2 jadi tak terasa melelahkan. Sesampainya di pos 2, ada banyak sekali deretan warung. Disarankan, kamu membeli konsumsi minum yang cukup banyak. Karena, sepanjang perjalanan hingga puncak, kamu tak akan menemukan  sumber air.

Dari pos 2, medan mulai berubah jadi tanah padat dengan tanjakan ringan. Walaupun ringan, jarak yang terasa jauh bisa membuatmu lelah. Sesampainya di pos 3, kamu bisa beristirahat sejenak dan mengumpulkan tenaga. Mulai dari titik ini, medan pendakian akan terasa semakin berat. Kamu bisa memutuskan untuk camping di sini.

Menuju pos 4, staminamu semakin diuji. Tak main-main, tingkat kemiringan tanah bisa mencapai hingga 65 derajat. Persimpangan jalan semakin banyak. Supaya tidak tersesat, kamu hanya perlu ikuti jalur utama saja. Kontur jalan mulai berdebu dan licin, terlebih di musim hujan. Kamu akan lebih gampang tergelincir jika tidak mengenakan sepatu hiking dengan grip yang kuat.

Mendekati Puncak Bayangan, kemiringan lereng semakin curam. Medan yang sudah licin berpasir disertai dengan berbatuan rawan longsor. Kamu harus sangat berhati-hati dalam menentukan pijakan. Terutama, saat turun nanti. Puncak Bayangan jadi lokasi yang paling tepat buat mendirikan tenda. Tapi, pastikan bahwa cuaca menunjukkan tidak ada tanda akan terjadi badai. Dari Puncak Bayangan ke puncak butuh waktu sekitar 1,5 jam.

9. Gunung Ungaran

Gunung Untuk Pemula Gunung Ungaran
Gunung Ungaran, Jawa Tengah (sumber: instagram.com/gunung.id/)
LokasiHutan, Kec. Ungaran Bar., Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung2.050 m
Harga tiket pendakianRp10.000/orang
Rating ulasan4,5/5.0 – 837 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar
Estimasi waktu pendakian2-4 jam
Tempat fenomenal di Gunung UngaranKebun teh, Puncak Bondolan, Puncak Boetak, dan Puncak Banteng Raiders

Dengan ketinggian sekitar 2.050 mdpl, Gunung Ungaran lumayan diminati oleh hikers pemula. Gunung ini punya 2 rute termudah dan terfavorit. Yang pertama adalah rute Mawar. Dan yang kedua adalah rute Parantunan. Rute Mawar dikenal sebagai jalur pendakian termudah. Sedangkan, Parantunan lebih cocok buat kamu yang ingin mencapai ketiga puncak Ungaran sekaligus. Berikut perbedaan jalur Mawar dan jalur Parantunan yang bisa dijadikan pertimbangan:

  • Rute & Tanjakan

Rute Mawar didominasi oleh medan tanah padat yang landai. Sesekali, kamu memang harus melewati jalan yang menanjak. Namun, ketinggian dari tanjakan tersebut tergolong sangat ramah.

Tanjakan di rute Mawar dimulai secara bertahap sejak dari pos 2. Itu pun, kamu masih akan bertemu jalur landai dari pos 3 ke pos 4. Sedangkan, kamu sudah disuguhi tanjakan berbatu menuju pos 1 melalui rute Parantunan. Tanjakan akan semakin terjal selepas kamu tiba di pos 4.

  • Kondisi Lingkungan

Rute Mawar akan membawamu menembus hutan yang lebat. Pepohonan yang tumbuh di rute ini sangat hijau dan rapat. Udaranya pun terasa sangat segar. Kamu baru akan bertemu dengan area terbuka setelah mendaki dari pos 4 hingga puncak.

Sedangkan, rute Parantunan lebih didominasi dengan berbatuan besar. Pepohonan di sini tidak terlalu rapat. Sehingga, sinar matahari bisa dengan mudah menyentuh tanah. Rute Parantunan ini memang kelihatan lebih terang benderang. Rintangan berupa pohon-pohon kering yang tumbang juga banyak ditemukan di sini.

  • Sumber Air

Sumber air bisa ditemukan di dekat pos 2 Rute Mawar. Kamu juga bisa mendirikan2- 3 tenda di sini. Sedangkan, kamu tidak menemukan sumber air satu pun di rute Parantunan. Mendirikan tenda hanya bisa di Puncak Bondolan.

  • Perolehan Puncak

Dari rute Parantunan, kamu bisa mencapai Puncak Bondolan, Puncak Boetak, dan Puncak Banteng Raiders. Sedangkan, dari rute Mawar kamu cuma bisa sampai di Puncak Banteng Raiders saja.

Tertarik untuk mendaki ke Gunung Ungaran? Sebelum mendaki, kamu harus paham dulu jalur pendakian dan medan pendakian Gunung Ungaran secara lengkap. Spesial untuk kamu, kami telah menyiapkan ulasan lengkap tentang 2 jalur pendakian Gunung Ungaran di sini. Kamu ulas secara lengkap jalur pendakian Mawar dan Parantunan. Mulai dari lokasi basecamp, peta pendakian, medan pendakian hingga spot fenomenal di Gunung Ungaran.

10. Gunung Panderman

Gunung Untuk Pemula Gunung Panderman
Gunung Panderman, Jawa Timur (sumber: Dieter Behrens)
LokasiKehutanan, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Ketinggian gunung2.045 m
Harga tiket pendakianRp15.000/orang
Rating ulasan4,6/5.0 – 306 ulasan Google
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Panderman via Toyomerto
Estimasi waktu pendakian3 – 4 jam
Tempat fenomenal di Gunung PandermanLatar Ombo, Puncak Bayangan, Puncak Basundara

Gunung Panderman terkenal dengan rutenya yang ramah tapi tetap menantang. Jalur Toyomerto adalah jalur resmi sekaligus yang paling direkomendasikan buat pemula. Inilah ulasan pos-pos penting yang bisa kamu temui sepanjang perjalanan.

  • Sumber Air

Sumber air inii akan kamu temui dalam perjalanan dari basecamp ke pos 1. Di rute ini, kamu akan dimanjakan dengan track yang landai. Pemandangan perkebunan tebu milik warga juga memberikan kesegaran tersendiri. Sumber air ini berupa sungai parit kecil dengan air yang sangat jernih. Kamu bisa mengisi persediaan air untuk kebutuhan memasak di sini.

  • Pos 1

Setelah melewati sumber air, rute landai masih akan  kamu temui. Tapi, di beberapa titik juga terdapat tanjakan manja. Berangsur-angsur lahan perkebunan berubah jadi pepohonan khas gunung yang tinggi dan lebat.

Tanjakan juga makin sering kamu temui. Hingga akhirnya, kamu sampai di pos 1 yaitu Latar Ombo. Di sini sangat ideal untuk mendirikan tenda. Pemandangan Kota Batu di saat malam kelihatan sangat indah dari pos ini. Ditambah lagi, lahannya sangatlah luas. Sehingga, tak heran jika pos Latar Ombo ini banyak digunakan lokasi camping ceria.

  • Pos 2

Dari Latar Ombo, kamu akan langsung disuguhkan dengan rute tanjakan berbatu. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Karena, tanjakan ini tidak terlalu ekstrem dan masih cukup nyaman untuk pemula. Pepohonan pinus yang rimbun mendominasi area ini. Adanya batu besar di puncak tanjakan jadi tanda kamu sampai di pos 2. Areanya memang tidak terlalu luas. Namun, pos 2 Watu Gede ini masih sangat nyaman dijadikan tempat untuk berkemah. Apalagi, dengan banyaknya pepohonan rimbun.

  • Puncak Bayangan

Dari pos 2, kamu ikuti saja rute yang semakin menanjak. Lambat-laun, vegetasi mulai berkurang dan berganti dengan area terbuka. Dari sini, pemandangan Gunung Arjuna – Welirang terlihat sangat memesona. Pemandangan kota Batu saat malam hari juga kelihatan sangat indah.

Di sini, kamu juga mulai berjumpa dengan kera abu-abu. Jaga baik-baik ya barang bawaanmu.

Kera-kera ini memang tidak jahil. Tapi mereka suka mengambil barang bawaan pendaki yang lengah. Letakkan barang-barang berharga dan makananmu di dalam tenda dan kunci tendamu. Jangan memberikan mereka makan. Hal tersebut bisa membuat mereka terbiasa meminta-minta dan mengganggu pendaki. Jangan pula menyakiti mereka, ya!

Di Puncak Bayangan, kamu boleh saja mendirikan tenda. Namun, sejujurnya saya tidak merekomendasikan. Karena, area terbuka ini sangat rawan terkena terpaan angin kencang. Lokasinya yang mulai berada di tepi jurang juga sepertinya kurang ideal dari segi keamanan.  

  • Puncak Basundara

Setelah puas menikmati pemandangan di Puncak Bayangan, saatnya lanjut ke Puncak Basundara. Untuk menuju puncak Panderman ini, rute yang akan kamu lewati jadi semakin menanjak. Tanaman perdu mulai mendominasi dan bahkan seakan membentuk terowongan. Medan berupa rute tanah padat dengan tambahan akar-akar pohon besar. Di sepanjang perjalanan, kamu akan ditemani dengan gerombolan kera abu-abu.

Di ujung trek adalah lahan tanah yang sangat luas. Patok penanda dan tiang bendera jadi tanda  bahwa kamu akhirnya sampai ke puncak. Area yang lapang dengan pemandangan alam yang indah membuatmu ingin mendirikan tenda. Tapi, embusan angin di puncak bisa jadi sangat kuat. Jadi, tidak terlalu saya sarankan ya.

Sudah siap mendaki? Walaupun gunung-gunung ini bisa dijelajah pemula, tapi kamu harus tetap berhati-hati. Selain mempersiapkan stamina, kamu juga harus belajar tentang ilmu dasar survival. Jangan lupa membawa perbekalan camping dan alat navigasi yang lengkap. Sebaiknya, kamu didampingi oleh guide penduduk setempat atau teman pendaki yang sudah hafal dengan kondisi medan. Jangan lupa untuk jaga hati, jaga ucapan, jaga perilaku, dan jaga alam.

Tinggalkan komentar