Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Artikel ini membahas secara lengkap tentang jalur pendakian gunung Merbabu.

Apa yang akan kamu pelajari?

  • Lokasi basecamp pendakian gunung Merbabu.
  • Transportasi menuju basecamp Merbabu.
  • Jalur pendakian gunung Merbabu.
  • Biaya registrasi di gunung Merbabu.
  • Medan pendakian.
  • Estimasi waktu pendakian.
  • Informasi penting terkait pendakian di gunung Merbabu.

Jika kamu mencari informasi lengkap terkait jalur pendakian gunung Merbabu, kamu pasti menyukai pembahasan lengkap dari artikel Napaktilas ini. Yuk, mulai cari tahu!

Sekilas tentang gunung Merbabu

Foto Gunung Merbabu Dari Gunung Merapi
Foto gunung Merbabu dari gunung Merapi.

Gunung Merbabu merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang sudah tidak aktif sejak tahun 1797. Secara geografis, letak gunung Merbabu berada di 3 wilayah administratif, provinsi Jawa Tengah, yaitu:

  • Kaki gunung bagian barat masuk dalam wilayah kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
  • Kaki gunung bagian timur dan selatan masuk dalam wilayah kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
  • Kaki gunung bagian utara masuk dalam wilayah kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Secara ketinggian, gunung Merbabu (3.145 m) merupakan gunung tertinggi di Jawa nomor 8. Dalam urutan ranking, ketinggian gunung Merbabu di bawah gunung Welirang (3.156 m) dan di atas gunung Sindoro (3.136 m).

Untuk informasi lebih lengkap, silakan simak tabel data gunung Merbabu di bawah ini:

Nama gunungGunung Merbabu.
Ketinggian3145 mdpl.
Nama puncak di gunung MerbabuPuncak Kenteng Songo, Puncak Triangulasi, Puncak Syarif,
Peringkat gunungGunung tertinggi ke-8 di pulau Jawa.
ProvinsiJawa Tengah, Indonesia.
LetakKabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Jenis gunungStratovolcano.
Letusan terakhirGunung Merbabu merupakan gunung api yang sedang istirahat/tidak aktif. Terakhir meletus pada tahun 1797.
Jalur pendakian termudahJalur pendakian gunung Merbabu via Selo
Jalur pendakian tercepatJalur pendakian gunung Merbabu via Wekas.
Jalur pendakian terpanjangJalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting.

Bagi yang belum tahu, saat ini  gunung Merbabu telah terdaftar sebagai salah satu taman nasional di Indonesia. Perubahan alih fungsi dari kawasan hutan menjadi Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) tertuang dalam keputusan menteri kehutanan.

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 135/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004 merumuskan tentang perubahan fungsi Kawasan Hutan Lindung dan Taman Wisata Alam pada Kelompok Hutan Gunung Merbabu seluas ± 5.725 hektar menjadi Taman Nasional Gunung Merbabu. Dasar penunjukan kawasan TNGMb adalah sebagai sumber mata air bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Sebagai habitat flora fauna yang dilindungi. Dan memiliki potensi wisata alam serta budaya yang menarik.

tngunungmerbabu.org

Perubahan fungsi kawasan membuat cara pengelolaan kawasan gunung Merbabu berubah, di antaranya:

  • Pengelolaan jalur pendakian semakin baik.
  • Fasilitas basecamp semakin bagus.
  • Sistem registrasi sistematis dan bisa diakses secara online.
  • Penambahan alat pengaman berupa gelang RFID bagi para pendaki.
  • Memiliki tim SAR, relawan dan pengelola taman nasional yang kompak dan solid.

Pokoknya, setelah menjadi Taman Nasional Gunung Merbabu, kini mendaki ke gunung Merbabu jadi lebih nyaman. Dengan begitu, kamu bisa menikmati pesona alam gunung Merbabu dengan maksimal.

Beberapa pesona alam di gunung Merbabu yang bisa kamu dapat saat mendaki gunung Merbabu:

  1. Pemandangan sunrise dan sunset dari puncak gunung Merbabu yang cantik.
  2. Pemandangan rasi bintang yang indah saat ngecamp di sabana 2 gunung Merbabu.
  3. Pesona samudra di atas awan yang menakjubkan dengan awan yang bergulung-gulung.
  4. Udara gunung yang sejuk, bersih dan menyegarkan.
  5. Hamparan perkebunan, hutan, perbukitan, sabana dan puncak yang hijau.
  6. Pesona gunung Merapi yang terlihat menakjubkan dari puncak Merbabu.
  7. Pesona kaki gunung Merbabu yang elok saat dilihat dari puncak Merbabu.

Istimewa, bukan? Itulah pesona alam yang akan kamu dapat jika mendaki gunung Merbabu.

Selain pesona alam di kawasan puncak gunung, gunung Merbabu juga menyimpan potensi tempat wisata yang menarik, di antaranya:

  • Ketep Pass.
  • Wisata Alam Grenden.
  • Top Selfie Pinusan Kragilan.
  • Agrowisata Stroberi Banyuroto.
  • Taman Wisata Kopeng.
  • Kopeng Treetop Adventure Park.
  • Gunung Telomoyo.
  • Bukit Gancik.
  • New Selo.
  • Candi Lawang.

Wahana wisata alam di lereng gunung Merbabu tersebut sangat cocok untuk bertamasya bersama teman, keluarga atau pasangan. Suasanya tempat wisata alamnya sangat sejuk, indah dan asri. Di beberapa lokasi wisata alam juga tersedia spot camping. Jadi, kalau kamu sedang malas mendaki, kamu bisa berkemah dan bersantai di sana.

5 jalur pendakian gunung Merbabu

Pada awal artikel, kami telah menjelaskan secara singkat tentang seluk beluk gunung Merbabu. Mulai dari kondisi alam, pesona alam dan karakteristik gunung. Anggap saja itu pengetahuan umum bagi para pendaki yang ingin mendaki gunung Merbabu. Mulai dari sini, kami akan menjelaskan secara lebih mendalam tentang jalur pendakian gunung Merbabu.

Secara resmi, ada 5 jalur pendakian di gunung Merbabu, yaitu:

  • Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo.
  • Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting.
  • Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas.
  • Jalur pendakian gunung Merbabu via Cunthel.
  • Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan.

Catatan: Selain kelima jalur pendakian tersebut, ada jalur pendakian gunung Merbabu via Gancik, Genikan, Timboa dan Grenden. Akan tetapi, keempat jalur pendakian tersebut belum terdaftar secara resmi menjadi jalur pendakian untuk umum. Jadi, kami tidak mengulasnya.

Ulasan selanjutnya adalah pembahasan jalur pendakian gunung Merbabu berdasarkan gerbang masuknya. Semakin tertarik? Yuk, lanjut baca.

1. Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Selo
Gerbang jalur pendakian gunung merbabu Via Selo.

Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo merupakan jalur pendakian paling popular di gunung Merbabu. Lokasi basecamp Selo berada di desa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dari pasar Selo, masih naik ke atas lagi untuk sampai ke basecamp.

Kenapa jalur pendakian gunung Merbabu via Selo sangat di minati pendaki?

  • Pertama, jalur pendakiannya landai dan cenderung mudah. Artinya, gunung Merbabu ramah untuk pendaki pemula.
  • Kedua, pemandangan alam dari jalur Selo sangat indah. Pendaki bisa melihat perkebunan penduduk, hutan perhutani, hutan konservasi, sabana yang sangat luas dan puncak yang menawan.
  • Ketiga, pendaki bisa ngecamp di Sabana 2 yang terkenal indah dan memesona. Pendaki yang ngecamp di Sabana 2 dapat melihatpemandangan Sunset yang sangat cantik. Pemandangan rasi bintang di malam hari yang sangat indah bak berlian di angkasa.
  • Keempat, pendaki bisa melihat gunung Merapi yang sangat megah dengan sangat jelas.
  • Kelima, fasilitas dari pihak pengelola sudah memadai. Basecamp bersih, ada RFID untuk mendeteksi keberadaan pendaki di gunung, jalur pendakian selalu dibersihkan 3 kali dalam setahun.

Kelima kelebihan itulah yang menjadikan jalur Selo banyak dikunjungi pendaki.

Mulai tertarik untuk mendaki gunung Merbabu via Selo? Yuk, mulai cari tahu lebih mendetail lagi.

Spesial untuk kamu, kami akan menyediakan rangkuman informasi penting bagi pendaki yang ingin mendaki gunung Merbabu via Selo. Berikut tabel informasi pendakian gunung Merbabu via Selo:

Lokasi basecampDesa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57363.
Nomor telepon basecamp Selo(0276) 3293341.
Transportasi menuju basecampOjek, angkot, bus, hingga motor rental.
Biaya registrasi pendakianRp7.500 per hari.
Jarak basecamp sampai puncak5,75 km.
Jumlah pos pendakian5.
Estimasi lama waktu pendakian ideal2-3 hari.
Ketersediaan sumber airTidak ada.
Pos terakhir sebelum puncakPos V.
Rekomendasi ngecampSabana 1, Sabana 2.

Sekarang, mulai ada gambaran jelas tentang jalur pendakian Merbabu via Selo? Makin paham kan ya?

Nah, biar kamu lebih paham, kami berikan peta jalur pendakian via Selo, khusus untuk kamu. Simak baik-baik peta jalur pendakian gunung Merbabu via Selo di bawah ini:

Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Selo
Peta jalur pendakian gunung Merbabu via Selo.

Dari peta tersebut, kamu akan memiliki gambaran besar tentang jalur pendakian via Selo. Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang medan pendakian, kami buatkan juga rangkuman medan pendakian dan estimasi waktu pendakian dari peta di atas. Simak rangkuman pendakian gunung Merbabu via Selo melalui tabel di bawah ini:

Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan Pendakian
Basecamp – pos 11,8 km1 jam 30 menitJalur pendakian berupa jalanan setapak dan masih tergolong landai. Pemandangan kiri-kanan jalan semak dan pohon besar. Pendaki akan melewati pos bayangan yang bernama Watu Celeng. Dan berakhir di pos 1 Dok Malang.
Pos 1 – pos 21,2 km1 jam 20 menitJalan sudah mulai menanjak dengan jalur tangga buatan ada yang di cangkul ada yang dibuat pakai karung yang ditata bertingkat. Pada PAL HM 23, pendaki akan sampai ke area terbuka bernama Simpang Macan (pos bayangan). dan pada PAL HM 26, pendaki akan sampai ke pos 2: Pandean.
Pos 2 – pos 3550 m30 menitMulai dari pos 2, ada dua jalur yaitu, jalur lama dan jalur baru. Jalur lama sudah tidak dipakai karena jalurnya rusak parah. Tanah di jalur lama tergerus sampai 3,5 m akibat aliran air pasca hujan lebat setelah gunung Merbabu kebakaran. Dilarang naik/turun melalui jalur lama, karena jalurnya sangat ekstrim dan rawan longsor. Sebagai alternatif, pihak pengelola membuat jalur baru yang lebih aman. Jalur baru memutari punggung bukit sebelah kiri. Memang sedikit lebih jauh, tapi lebih landai dan lebih aman dari pada jalur lama. Jalur lama dan jalur baru nanti akan berujung di area yang sama yaitu, pos 3: Watu Tulis.
Pos 3 – pos 4500 m1 jamDari pos 3 ke pos 4 (Sabana 1), pendaki akan menaiki tanjakan yang cukup terjal dengan jalur terbuka. Kanan kiri jalur berupa rumput setinggi betis. Setelah berjalan selama 1 jam, pendaki akan bertemu area Sabana 1: Manisrejo. Menurut keterangan dari pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu, di area Sabana 1 sudah dipasang Mata Sidaring (CCTV TNGMb). Jadi, kalau mau pup atau kencing di area Sabana 1, cari di area yang agak tertutup ya. Hehe.
Pos 4 – pos 5650 m30 menitDari Sabana 1 ke Sabana 2, jalur pendakian tidak begitu terjal. Area pos 5 (Sabana 2) cocok untuk ngecamp. Ada hutan Cantigi yang bisa melindungi tenda pendaki dari angin dingin. Dan area camping di Sabana 2 sangat luas. Jadi, kamu pasti dapat tempat camping di sini. Hal yang paling disukai para pendaki di Sabana 2 adalah spot untuk melihat rasi bintang, sunrise, sunset, taman Edelweis dan sabana Bubat Jaran. Untuk melihat sunrise dan sunset terbaik di gunung Merbabu, kamu harus mendaki bukit di area Sabana 2. Dengan mendaki bukit, kamu akan mendapatkan pemandangan dengan cakrawala yang lebih luas. Cantik banget deh, cobain aja!
Pos 5 – Puncak Merbabu Triangulasi.1,05 km2 jamMulai dari Sabana 2, jalur pendakian akan terus menanjak sampai ke puncak. Nanti kamu akan bertemu percabangan ke puncak. Itu adalah percabangan jalur lama dan jalur baru. Jalur lama memiliki medan yang lebih ekstrem karena banyak terbentuk aliran air baru pasca gunung Merbabu kebakaran. Sehingga, pengelola TNGMb menyarankan pendaki untuk memakai jalur baru dengan memilih jalur ke arah kiri. Jalur lebih aman dan tidak banyak lubang aliran air. Sebelum sampai puncak, kamu akan bertemu percabangan sekali lagi. Kalau ke arah kiri menuju puncak Triangulasi. Dan kalau ambil ke arah kanan akan menuju puncak Kenteng Songo. Ambil ke kiri aja, untuk menuju puncak sejati gunung Merbabu terlebih dahulu. baru ke puncak Kenteng Songo dan puncak Syarif.

Jarak total yang akan kamu tempuh dari Basecamp pendakian Selo sampai puncak gunung Merbabu adalah 5,37 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak dalam waktu 6 jam 50 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 8-10 jam. Jadi, jangan memaksakan diri ya.

Sedikit tambahan, untuk tempat ngecamp, kami merekomendasikan 2 tempat, yaitu:

  • Pertama, area pos 4 (Sabana 1). Area Sabana 1 memiliki tempat yang lumayan luas dan datar. Area ini aman dari angin dan badai. Jarak dari Sabana 1 ke puncak juga cukup dekat, iatu 1,7 km. Secara normal, kalau pendaki summit attack dari Sabana 1, pendaki hanya butuh waktu 3 jam. Idealnya, kalau mau ngejar sunrise, kamu mulai summit attack jam 04.30 pagi. Naik dengan kecepatan penuh sampai Sabana 2. Di sana, kamu segera mendaki bukit sisi kanan untuk mencari spot sunrise terbaik di Sabana 2. Setelah selesai menikmati sunrise dan sarapan pagi, baru lanjut summit attack ke puncak Triangulasi. Kalau sudah sampai puncak baru eksplorasi ke puncak Kenteng Songo dan puncak Syarif. Menurut kami, Sabana 1 adalah spot ngecamp terbaik untuk pendaki pemula yang mendaki waktu week end (2 hari satu malam).
  • Kedua, area pos 5 (Sabana 2). Kami sangat merekomendasikan Sabana 2 buat semua pendaki Merbabu via Selo. Memang lebih berat, karena kamu harus mendaki sampai pos 5, tapi ngecamp di sini sangat asyik. Area camp luas, pemandangan sabana hijau membentang, di malam hari kamu dapat melihat rasi bintang gemerlapan bagai berlian di angkasa. Keren banget. Terlebih, area ini ada bukit yang cukup landai yang bisa kamu pakai untuk menikmati sunrise dan sunset di gunung Merbabu. Menurut kami, Sabana 2 adalah spot ngecamp terbaik bagi pendaki yang mendaki dengan durasi 3 hari dua malam di gunung Merbabu via Selo.

Saat mendaki Merbabu, jangan buru-buru turun. Banyak pesona alam yang menakjubkan di Merbabu. Ada tiga puncak legendaris, yaitu puncak Trianggularsih, puncak Kenteng Songo, puncak Syarif. Ada Sabana 2 yang hijau, luas dan menakjubkan. Ada sunset, sunrise dan pesona bintang di malam hari yang istimewa. Jadi, jangan tergesa-gesa pulang ya. Hehe.

Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGBm) jalur Selo:

1. Selama pandemi Covid-19 pendaki wajib mengikuti protokol kesehatan saat mendaki gunung. Jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan selalu makan makanan sehat.

2. Khusus pendakian di masa pandemi Covid-19 pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu, di antaranya: 1. Surat pernyataan sehat (hasil Genose atau rapid antigen). 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti registrasi pendakian via online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi sebesar Rp5.000/hari/orang (untuk hari biasa). Dan Rp7.500 per hari per orang untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Ada tambahan biaya asuransi Rp2.000 per orang.

3. Pendaki dilarang membawa tisu basah, speaker, music box, narkotika, miras, senjata tajam yang panjangnya lebih dari 15 cm, dan senjata api. Tambahan: bagi yang terbukti membawa tisu basah akan dikenakan denda 100 trashbag per orang.

4. Pendaki dilarang membuang sampah sembarangan. Ada pengecekan sampah pendaki sebelum mendaki dan sesudah pendakian.

5. Regu pendakian minimal 3 orang. Jika pendaki memerlukan pertolongan, salah satu regu pendaki wajib datang ke basecamp. Jika hanya nitip pesan ke pendaki lain, tidak akan dilayani. Jadi, harus ada tim pendakian yang lapor untuk menjelaskan kronologi musibah yang menimpa regu pendakiannya.

6. Pada musim hujan, pendaki dilarang ngecamp di pos 3. Karena area camp pos 3 banjir saat curah hujan tinggi.

7. Ketua rombongan akan diberikan gelang RFID oleh petugas Taman Nasional Gunung Merbabu. Gelang RFID berfungsi sebagai alat untuk memantau posisi terakhir tim pendakian. Jadi, jika terjadi musibah di gunung, tim SAR akan dengan mudah menemukan lokasi korban dan melakukan penyelamatan. Gelang RFID jangan sampai hilang dan wajib dikembalikan. Jika hilang, rombongan pendakian harus memberikan uang ganti sebesar Rp50.000.

8. Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu memberikan PAL HM per 100 m dan PAL Bantu di setiap persimpangan yang dilengkapi stiker Scotch Light. Alat tersebut berfungsi sebagai petunjuk arah dan pemberi informasi kepada pendaki. Dan pada saat pendakian di malam hari, scotch light akan bercahaya saat terkena senter pendaki. Silakan dipakai dengan bijak dan tolong jangan dicoret-coret. Dan jangan ditempeli stiker.

2. Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Suwanting
Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting.

Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting adalah jalur pendakian dari arah barat gunung Merbabu. Pintu masuk jalur Suwanting berada di kabupaten Magelang. Lokasi basecamp Suwanting berada di Jl. Suwanting, Suwanting, Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah.

Karena pintu masuk jalur pendakian Suwanting berada di bagian barat gunung Merbabu, maka jalur pendakiannya sangat terjal. Karena bagian barat gunung Merbabu berisi deretan bukit yang sangat tinggi dan curam. Beberapa pendaki bahkan menjuluki jalur Suwanting sebagai jalur Merbabu yang nggak ada bonusnya. Dan nggak cocok untuk pendaki pemula. Karena pendaki akan full nanjak sampai puncak. Pokoke, keras lur! Kudu siap dengkul sing kuat, mben ra gemeteran sikile. Haha.

Kenapa jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting terkenal berat dan penuh tanjakan?

  • Pertama, jalur pendakian Suwanting berada di bagian barat gunung Merbabu. Di mana, area sebelah barat gunung Merbabu tidak ada bukit atau lembah yang landai. Semua tinggi, dan curam. Kemiringan rata-rata tanjakan di jalur Suwanting adalah 30,8 derajat. Pada beberapa medan pendakian, ada tanjakan yang kemiringannya sampai 59,1 derajat. Artinya, pendaki harus siap nanjak mulai dari basecamp sampai ke puncak.
  • Kedua, jalur pendakian Suwanting terkenal dengan angin dinginnya. Suhu udara di area ngecamp sekitar 3-8 derajat Celsius di malam hari. Artinya, pendaki butuh tenda anti angin agar tetap hangat selama bermalam di area pos 3.
  • Ketiga, jarak pendakian dari basecamp ke puncak Triangulasi gunung Merbabu sekitar 6,45 km. Artinya, jalur Suwanting jauh lebih berat daripada jalur Selo 5,75 Km. Belum lagi jalur pendakian Suwanting penuh tanjakan sejak awal pendakian. Mantap deh pokoknya!

Biarpun terkenal berat dan penuh tantangan, jalur Suwanting punya daya tarik yang tidak kalah memukau, di antaranya:

  1. Pendaki bisa melihat pemandangan alam gunung Merbabu dari sisi barat.
  2. Pendaki dapat melihat matahari terbenam dengan panorama gunung Merapi yang sedang erupsi.
  3. Pendaki bisa melihat kawah Candradimuka gunung Merbabu dari jalur pendakian. Tapi, pendaki tidak bisa turun ke kawah Merbabu dari jalur Suwanting. Kalau mau ke kawah Merbabu, pendaki harus mendaki melalui jalur Wekas, Cunthel atau Thekelan.
  4. Pendaki dapat spot sunrise dan sunset dengan panorama yang indah di puncak Suwanting.
  5. Pendaki akan mendapatkan pemandangan sabana gunung Merbabu yang beda dari jalur lainnya. Unik dan cantik.

Mulai penasaran? Ingin mencoba mendaki gunung Merbabu via Suwanting?

Boleh, tapi yuk, lanjut baca dulu. Karena kami ada informasi menarik lainnya terkait jalur Suwanting. Spesial untuk kamu, kami akan membagikan informasi penting terkait lokasi basecamp Suwanting, biaya registrasi pendakian hingga rekomendasi tempat ngecamp. Berikut tabel informasi penting terkait pendakian gunung Merbabu via Suwanting:

Lokasi basecampJl. Suwanting, Suwanting, Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah 56481.
Nomor telepon basecamp Selo0816-4271-011.
Transportasi menuju basecampOjek, angkot, bus, hingga motor rental.
Biaya registrasi pendakianSenin-Jum’at: Rp30.000
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional: Rp35.000.
Jarak basecamp sampai puncak Triangulasi6,45 km.
Jumlah pos pendakian3.
Estimasi lama waktu pendakian ideal2-3 hari.
Ketersediaan sumber airAda. Sumber mata air ada di HM 34 area sebelum pos 3.
Pos terakhir sebelum puncakPos 3.
Rekomendasi ngecampPos 3.

Sekarang, mulai ada gambaran jelas tentang jalur pendakian Merbabu via Suwanting? Bagus.

Biar kamu lebih jelas, kami berikan juga peta jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting. Simak gambar peta jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting di bawah ini:

Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Suwanting
Peta jalur pendakian gunung Merbabu Via Suwanting.

Dari peta di atas, kamu seharusnya memiliki gambaran besar tentang jalur pendakian via Suwanting. Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang medan pendakian, kami buatkan juga rangkuman medan pendakian dan estimasi waktu pendakian melaui jalur Suwanting. Simak rangkuman pendakian gunung Merbabu via Suwanting melalui tabel di bawah ini:

Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan Pendakian
Basecamp – pos 11,1 km30 menitDari basecamp sampai ke pintu masuk hutan, kamu akan melewati jalanan cor perkebunan warga sekitar. Di sana kamu akan melihat gerbang pendakian Suwanting yang keren. Nah, mulai gerbang pendakian Suwanting, kamu akan menyusuri jalan setapak kawasan hutan yang mulai menanjak sampai pos 1: Lembah Lempong.
Pos 1 – pos 22,1 km3 jamSetelah dari pos 1, pendaki akan menyusuri jalan setapak yang menanjak terus sampai pos 2. Pendaki akan melewati beberapa area datar yang nyaman untuk beristirahat sejenak, di antaranya: Lembah Gosong, Lembah Cemoro, Lembah Ngrijan, Lembah Mitoh, Pos 2 (Bendera). Di sepanjang jalur pendakian kamu akan melihat semak belukar yang rimbun dan pohon patah. Karena konon katanya, pohon-pohon di pos 1 hingga pos 2 banyak yang roboh karena angin puting beliung.
Pos 2 – pos 31.7 km3 jamSetelah pos 2 kamu akan memasuki kawasan Lembah Mandingan. Dari pintu lembah Manding, sebaiknya pendaki ambil jalur kanan (jalur baru) karena jalur lurus (jalur lama) sangat curam, rusak dan berbahaya. Di jalur lembah Manding, jalanan terus nanjak. Kiri-kanan jalur setapak dipenuhi dengan semak belukar dan tanaman melanding (petai China). Jika kamu mulai lelah, kamu bisa beristirahat di area HM 29. Jika masih kuat naik sedikit lagi agar sampai pos Air di HM 34 atau tuntaskan sampai ke HM 36 pos 3 (Dempo Awang). Sebaiknya, pendaki ngecamp di pos 3 (Dempo Awang) dan melakukan summit attack besok pagi.
Pos 3 – Puncak Suwanting750 m1.5 jamMulai dari pos 3, jalur pendakian mulai terbuka. Tapi, jalanan tetap menanjak. Pendaki akan melewati sabana 1, dan sabana 2 yang indah. Kamu dapat melihat retakan di puncak gunung merapi dengan jelas dari sabana Suwanting. Jika cuaca cerah, kamu juga dapat menikmati keindahan pemandangan gunung Sindoro dan gunung Sumbing yang seolah mengapung di atas awan.
Puncak Suwanting – Puncak Triangulasi800 m40 menit.Di puncak Suwanting, kamu bisa mendapatkan pemandangan yang luar biasa megah. Lautan awan, cakrawala yang indah. Pesona puncak Merapi, puncak Sindoro dan Sumbing. Jika cuaca cerah, pemandangan dari puncak Suwanting indah banget. Setelah puas berfoto dan menikmati keindahan puncak Suwanting, kamu harus menaiki satu bukit lagi untuk sampai ke puncak Triangulasi (puncak tertinggi gunung Merbabu).

Jarak total pendaki yang kamu tempuh dari Basecamp pendakian Suwanting sampai puncak Triangulasi gunung Merbabu adalah 6,45 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak Triangulasi dalam waktu 8 jam 40 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 10-12 jam. Jadi, memang medan pendakiannya bukan untuk pemula. Hehe.

Sedikit tambahan, saat kamu mendaki melalui jalur Suwanting, kami hanya bisa merekomendasikan satu tempat ngecamp, yaitu: pos 3 Dempo Awang. Karena hanya pos 3 yang paling layak untuk ngecamp. Ada 3 alasan kenapa pendaki sebaiknya ngecamp di pos 3 saat mendaki melalui jalur Suwanting:

  • Pertama, dekat dengan pos Air. Jadi, pendaki yang kehabisan air bisa mengambil air dengan mudah.
  • Kedua, jarak dari pos 3 ke puncak Suwanting sangat dekat yaitu: 750 m. Artinya, kalau kamu ingin mendapatkan spot sunrise dan sunset terbaik di jalur Suwanting, kamu tinggal naik dikit ke puncak Suwanting. Jikalau pendaki mau langsung summit attack ke puncak Triangulasi gunung Merbabu, jaraknya juga lumayan dekat, yaitu 1,55 km. Kamu hanya perlu mendaki 2 bukit.
  • Ketiga, area camping luas, lapang dan ngaman. Jadi, muat untuk banyak tenda pendaki.

Saat mendaki gunung Merbabu via Suwanting, naik gunung vs turun gunung perbedaannya sangat besar sekali. Naiknya lama banget karena full nanjak. Dan turunnya bakal cepet banget karena turunan terus sampai basecamp. Biarpun nantinya turun gunung via Suwanting lebih cepat, tapi kamu tetap harus berhati-hati.

Saat kamu ingin mengeksplorasi gunung Merbabu via Suwanting, kami merekomendasikan untuk melakukan perjalanan 3 hari 2 malam. Jangan buru-buru pulang. Kamu bisa mengeksplorasi ketiga puncak legendaris gunung Merbabu. Menikmati sunset dan sunrise di puncak Suwanting. Melihat kawah belerang candradimuka gunung Merbabu dari kejauhan. Dan menikmati miliaran bintang di langit dari pos 3 Suwanting. Keren banget dah pokoknya. Suwanting keren abis!

Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGBm) jalur Suwanting:

1. Selama pandemi Covid-19 pendaki wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh petugas pengelola jalur Suwanting. Jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan selalu makan makanan sehat.

2. Khusus pendakian di masa pandemi Covid-19 pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Suwanting, di antaranya: 1. Surat pernyataan sehat (hasil Genose atau rapid antigen). 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti registrasi pendakian via online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi sebesar Rp30.000/orang (untuk hari biasa). Dan Rp35.000 per orang untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur.

3. Pendaki dilarang membawa tisu basah.

4. Pendaki harus menyerahkan sampah pasca pendakian ke petugas basecamp Suwanting untuk mengambil KTP yang dititipkan ke petugas registrasi pendakian.

5. Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu memberikan PAL HM per 100 m dan PAL Bantu di setiap persimpangan yang dilengkapi stiker Scotch Light. Alat tersebut berfungsi sebagai petunjuk arah dan pemberi informasi kepada pendaki. Dan pada saat pendakian di malam hari, scotch light akan bercahaya saat terkena senter pendaki. Silakan dipakai dengan bijak dan tolong jangan dicoret-coret.

3. Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Wekas
Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas.

Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas merupakan jalur pendakian dari sisi barat gunung Merbabu. Gerbang pendakian jalur Wekas berada desa Wekas, Magelang. Lokasi basecamp Wekas berada di Area Sawah/Kebun, Kaponan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Dulu basecamp pendakian berada di bawah. Semenjak jalanan perkampungan mulai di cor, basecamp Wekas di pindah ke atas. Tujuannya agar jarak pendakian lebih pendek sehingga ramah untuk pendaki pemula.

Kenapa jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas sangat di minati pendaki?

  • Pertama, jalur Wekas merupakan jalur tercepat untuk mencapai puncak gunung Merbabu. Jarak tempuh dari basecamp wekas hingga puncak Triangulasi adalah 5,6 km. Dengan medan pendakian medium-hard jalur Wekas tidak terlalu berat bagi pendaki pemula.
  • Kedua, terdapat sumber air di area pos 2 sehingga pendaki tidak perlu takut kehabisan air untuk minum. Di area pos 2 juga terdapat bangunan shelter untuk berteduh pendaki saat hujan lebat.
  • Ketiga, jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas sudah dilengkapi petunjuk arah berupa PAL HM per 100 m dan PAL Bantu di setiap percabangan jalan. Pada setiap PAL terdapat lapisan scotch light yang akan menyala saat terkena senter di malam hari. Dengan demikian, pendaki akan menemukan jalur pendakian dengan mudah saat jalan siang maupun malam.
  • Keempat, pendaki bisa melihat kawah Candradimuka gunung Merbabu dengan sangat jelas. Saking dekatnya dengan kawah Merbabu pendaki bisa mencium bau belerang saat angin mengarah ke jalur pendakian. Bagi pendaki yang ingin turun ke kawah Merbabu, jalannya sedikit curam dan rusak. Jadi, tolong ekstra hati-hati.
  • Kelima, pemandangan alam mulai dari pos 2 hingga puncak gunung Merbabu sangat memukau. Pemandangan sunsetnya keren, hijau perbukitan yang tersapu kabut sangat indah dan udaranya sangat sejuk. Istimewa banget deh! Kamu harus coba sendiri.

Kelima kelebihan itulah yang menjadikan jalur Wekas banyak dikunjungi pendaki. Bahkan pada week end, banyak remaja yang camping di area pos 2. Ya, sekedar melepas rindu dengan keindahan gunung Merbabu. Jadi, jangan heran kalau nantinya banyak pendaki yang tidak ke puncak. Karena ngecamp di pos 2 Wekas sudah nyaman banget. Hehe.

Mulai tergugah jiwa pendaki di dalam hatimu? Yuk, mulai atur tanggal buat mendaki gunung Merbabu via Wekas. Hehe.

Khusus untuk kamu yang bersungguh-sungguh ingin mencoba jalur Wekas, kami akan membagikan rangkuman informasi penting. Berikut tabel informasi penting terkait jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas:

Lokasi basecampArea Sawah/Kebun, Kaponan, Pakis, Magelang, Central Java 56193.
Nomor telepon basecamp Selo0857-4054-0436.
Transportasi menuju basecampOjek, angkot, bus, hingga motor rental.
Biaya registrasi pendakianRp30.000.
Jarak basecamp sampai puncak5,6 km.
Jumlah pos pendakian3.
Estimasi lama waktu pendakian ideal2-3 hari.
Ketersediaan sumber airAda. Sumber air ada di pos 2.
Pos terakhir sebelum puncakPos 3.
Rekomendasi ngecampPos 2, Pos 3.

Biar kamu makin jelas dalam mengenal jalur Wekas, kami akan berikan detail medan pendakian khusus untuk kamu. Simak baik-baik peta jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas di bawah ini:

Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Wekas
Peta jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas.

Dari informasi penting jalur Wekas dan peta di atas, kamu seharusnya semakin punya gambaran jelas tentang jalur Wekas. Tapi, gambaran itu belum lengkap.

Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang medan pendakian, kami buatkan juga rangkuman estimasi pendakian via Wekas. Berikut tabel jarak dan waktu tempuh pendakian gunung Merbabu via Wekas:

Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan Pendakian
Basecamp – pos 11,2 km1 jam.Jalur pendakian di awal start berupa jalan cor-coran pedesaan dan jalan paving. Setelah batas pedesaan habis kamu akan mulai masuk ke jalan setapak tanah. Ini menandakan kamu sudah masuk ke kawasan hutan Wekas, Merbabu. Mulai area hutan, perjalanan kamu akan terus menanjak ringan sampai pos 1 (Telaga Arum).
Pos 1 – pos 21,6 km1 jam 40 menitJalur pos 1 ke pos 2 masih berupa jalan setapak. Kiri kanan jalur berupa hutan. Jika diperhatikan dengan saksama, jalanan mulai menanjak ringan dengan sedikit zig-zag sampai area pos 2. Area pos 2 adalah area campsite yang cukup luas dan terdapat sumber air. Beberapa pendaki yang tidak mengejar sunrise biasanya ngecamp di pos 2 dan summit attack besok pagi.
Pos 2 – pos 31,3 km1 jam 30 menitMulai dari pos 2 jalur pendakian lebih menanjak. Kamu akan menemukan banyak batuan besar di jalur pendakian. Berhati-hatilah dalam memilih pijakan, jangan sampai tergelincir.
Pos 3 – persimpangan 2 jalur30 m15 menitSetelah pos 3, kamu masih akan terus menanjak hebat sampai bertemu dengan pertigaan Wekas. Pertigaan ini adalah pertemuan dari jalur pendakian Cunthel dan Wekas. Perhatikan sekeliling, jangan sampai salah pilih jalur. Pilih jalur ke puncak.
Persimpangan jalur – Puncak Kenteng Songo1 km1 jamDari pergigaan ke atas, medan pendakian berupa bebatuan padar. Tanjakan semakin curam dan jalur semakin ekstrem. Nanti, kamu akan bertemu satu persimpangan lagi di area Watu Tils. Di persimpangan ini, kamu bisa memilih mau ke puncak mana. Arah kanan ke puncak Kenteng Songo sedangkan arah kiri ke puncak Syarif. Ambil saja arah ke puncak Kenteng Songo.
Puncak Kenteng Songo – Puncak Triangulasi20 m5 menitSetelah sampai ke Kenteng Songo, kamu bisa mencari penunjuk arah ke puncak Triangulasih gunung Merbabu.

Jarak total pendakian Merbabu via Wekas dari Basecamp sampai puncak Triangulasi adalah 5,6 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak Triangulasi dalam waktu 5 jam 30 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 8-10 jam. Hal ini karena stamina pendaki pemula belum terbentuk dengan baik, jadi banyak istirahat di jalan.

Sedikit tambahan, kami merekomendasikan 2 tempat ngecamp yang nyaman jika kamu mendaki via Wekas.

  • Pertama, pos 2. Jika kamu mendaki gunung Merbabu tidak untuk mengejar sunrise, maka lebih baik kamu ngecamp di pos 2 saja. Area pos 2 luas, ada sumber air, ada shelter dan anti badai. Sangat nyaman untuk camping. Akan tetapi, jarak ke puncak cukup jauh, yaitu 2,8 km. Jika kamu summit attack pagi tanpa membawa beban tas carrier, kamu butuh waktu 2,5-3 jam perjalanan.
  • Kedua, pos 3. Jika kamu pendaki pemula yang ingin melihat sunrise di puncak gunung Merbabu, maka mau tidak mau kamu harus mencari pos terakhir dari jalur Wekas. Dan pilihan terbaik adalah ngecamp di pos 3. Jarak pos 3 ke puncak tinggal 1,5 km. Butuh 1 jam 20 menit perjalanan. Jika kamu ingin mengejar sunrise, paling tidak kamu summit attack mulai jam 03.40. Dengan begitu jam 05.00 kamu sudah sampai puncak Merbabu.

Beberapa pendaki berpengalaman tahu kalau jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas adalah jalur tercepat ke puncak Merbabu. Mereka biasanya memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan perjalanan mendaki lintas jalur. Di mana, start mendaki lewat jalur Wekas dan turunnya lewat jalur Selo. Menyenangkan sekali saat bisa lintas jalur di Merbabu.

Camping hari pertama di pos 3 jalur Wekas. Camping di hari kedua, di sabana 2 jalur Selo. Dengan begitu, kamu dapat menikmati sunrise, sunset, pemandangan alam dan gemerlap bintang di langit Merbabu yang keindahannya tiada tara.

Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGBm) jalur Wekas:

1. Selama pandemi Covid-19 pendaki wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh petugas pengelola jalur Wekas. Pendaki wajib menyerahkan hasil tes Genose atau rapid antigen yang berlaku 1×24 jam.

2. Khusus pendakian di masa pandemi Covid-19 pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Wekas, di antaranya: 1. Surat pernyataan sehat (hasil Genose atau rapid antigen). 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti booking online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi sebesar Rp30.000/orang.

3. Bagi pendaki yang berumur kurang dai 15 tahun, wajib menyertakan surat pernyataan dari orang tua yang ditandatangani di atas materai Rp10.000.

4. Jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Cuntel
Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel.

Jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel merupakan jalur pendakian gunung Merbabu dengan jarak tempuh normal. Perjalanan dari basecamp Cuntel sampai puncak Merbabu kurang lebih 6,43 km. Dengan jarak tersebut, jalur Cuntel menjadi jalur pendakian terpanjang dibandingkan dengan jalur pendakian gunung Merbabu lainnya.

Basecamp jalur pendakian Merbabu via Cuntel berada di Jl. UmbulSongo Km.2,5 RT.01/RW.01, Cuntel, Cunta, Kopeng, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Kawasan basecamp Cuntel berada di kawasan wisata Kopeng. Jadi, kamu akan dengan mudah menemukan basecamp Cuntel. Papan petunjuk arah dan petunjuk via Google Map sangat jelas.

Tertarik untuk mendaki gunung Merbabu via Cuntel? Belum? Okay, saya akan memberikan 5 alasan kenapa kamu harus mencoba mendaki gunung Merbabu via Cuntel. Berikut 5 hal menarik dari jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel:

  • Pertama, pendaki bisa memasuki kawasan kawah mati Candradimuka gunung Merbabu. Bagi yang belum tahu, gunung Merbabu merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang sudah lama beristirahat. Terakhir meletus tahun 1797. Biarpun sudah lama tidak aktif, tapi kawasan kawah mati gunung Merbabu masih ada sampai saat ini. Lokasi ini sangat legendaris bagi para pendaki gunung Merbabu. Dan kalau kamu mendaki lewat Cuntel, kamu bisa memasuki area kawah Candradimuka gunung Merbabu.
  • Kedua, pendaki dapat melihat flora & fauna Taman Nasional Gunung Merbabu di hutan Cuntel. Karena kawasan hutan area Cuntel masih terdapat banyak satwa liar, seperti: monyet ekor, ayam hutan, elang, dll. Jika kamu membawa teropong jarak jauh, kamu bisa melihat hewan langka di habitat aslinya.
  • Ketiga, jalur Cuntel memiliki sumber air di pos bayangan 2. Pendaki tidak perlu takut kehabisan air selama pendakian, karena pendaki bisa mengambil air di pos bayangan 2.
  • Keempat, pendaki bisa mendapatkan pemandangan lautan awan dengan latar belakang gunung Sindoro dan gunung Sumbing yang sangat indah.
  • Kelima, jalur pendakian memiliki banyak jalan setapak yang landai. Artinya, kamu akan mendapatkan banyak bonus di perjalanan.

Kelima kelebihan itulah yang menjadikan jalur Cuntel banyak dikunjungi pendaki. Setelah mendaki gunung, pendaki juga bisa mampir di taman wisata Kopeng, Kopeng Tree Top hingga Rawa Pening. Komplit banget deh jalur Cuntel ini.

Bagaimana? Ingin segera mendaki gunung Merbabu via Cuntel? Yuk, segera atur tanggal pendakiannya. Hehe.

Oia, khusus buat kamu yang ingin mencoba jalur Cuntel, kami akan membagikan rangkuman informasi penting. Berikut tabel informasi penting terkait jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel:

Lokasi basecampJl. UmbulSongo Km.2,5 RT.01/RW.01, Cuntel, Cunta, Kopeng, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah 50774.
Nomor telepon basecamp Selo0821-3432-2412.
Transportasi menuju basecampSepeda motor, Ojek, angkot, hingga bus.
Biaya registrasi pendakianRp20.000 per pendaki.
Jarak basecamp sampai puncak6.2 km.
Jumlah pos pendakian3.
Estimasi lama waktu pendakian ideal2-3 hari.
Ketersediaan sumber airAda. Sumber air ada di pos bayangan 2.
Pos terakhir sebelum puncakPos 3.
Rekomendasi ngecampPos 3 (Kergo Pasar).

Biar kamu lebih mengenal jalur Cuntel, kami akan berikan peta pendakian dan ulasan lengkap tentang medan pendakian Cuntel. Berikut peta jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel:

Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Cuntel
Peta jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel.

Setelah kamu memahami peta jalur Cuntel, kamu akan paham rute pendakian yang harus kamu selesaikan agar bisa sampai ke puncak Merbabu.

Biar kamu makin paham medan pendakian melalui jalur Cuntel, kami buatkan juga rangkuman estimasi pendakian dan medan pendakian jalur Cuntel. Berikut tabel jarak dan waktu tempuh pendakian gunung Merbabu via Cuntel:

Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan Pendakian
Basecamp – pos 12.3 km1 jam 45 menitJalur pendakian berupa jalanan setapak ynag cukup lebar dan landai. Pendaki akan disuguhi pemandangan hutan yang dikelola perhutani.
Pos 1 – pos 2470 m45 menit.Mulai dari pos 2: Watu Puput, Jalur pendakian mulai memasuki kawasan hutan yang lebih lebat. Kiri-kanan jalur pendakian didominasi semak belukar dan pepohonan tinggi.
Pos 2 – pos 3630 m1 jam.Perjalanan dari pos 2 mulai menanjak. Semakin tinggi, pendaki akan semakin dingin karena mulai memasuki area terbuka di pos 3. Area pos 3: Kergo Pasar bisa kamu jadikan tempat Ngecamp. Area ini luas, bisa muat 30an tenda.
Pos 3 – Pemancar800 m1 jam 10 menit.Jalur pendakian setelah pos 3 merupakan jalur tanjakan terjal sampai ke area Pemancar.
Pemancar – Hellipad600 m45 menitDari area Pemancar menuju ke kawasan Hellipad, jalur pendakian lebih landai dari pada sebelumnya. Jalur pendakian didominasi oleh jalur bebatuan. Di pertengahan jalan, pendaki akan berjumpa dengan papan penanda area Hellipad dan jalur ke kawah mati gunung Merbabu.
Hellipad – Puncak Syarif760 m1 jam.Mulai dari kawasan Hellipad, pendaki akan menapaki tanjakan yang terjal sampai puncak Syarif gunung Merbabu.
Puncak Syarif – Puncak Triangulasi640 m30 menit.Dari puncak Syarif kamu bisa menuju puncak Triangilasi dan puncak Kenteng Songo. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Total jarak pendakian gunung Merbabu via Cuntel dari basecamp Cuntel sampai puncak adalah 6,2 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak Merbabu dalam waktu 6 jam 55 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 7-10 jam. Jadi, sesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing ya.

Sedikit tambahan, untuk tempat ngecamp, kami merekomendasikan 2 tempat, yaitu:

  • Pertama, pos 3 Kergo pasar. Area pos 3 memiliki tanah lapang yang luas. Bisa menampung 30-50 tenda. Lokasi ini berjarak 2,8 km dari puncak. Artinya, kamu butuh waktu sekitar 3 jam untuk bisa ke puncak Merbabu. Area pos 3 sangat cocok untuk pendaki yang tidak mengejar sunrise di puncak Merbabu. Dengan begitu, perjalanan dari pos 3 ke puncak menjadi lebih ringan dan santai. Karena beban bawaan yang berat di tinggal di pos 3.
  • Kedua, area Hellipad. Setelah pos 3 ada satu tempat ngecamp yang nyaman dan dekat dengan puncak. Lokasi ini bernama area Hellipad. Jarak area Hellipad ke puncak Merbabu sekitar 1,4 km atau sekitar 1 jam 30 menit perjalanan. Cocok untuk pendaki yang mengejar sunrise di puncak Merbabu. Namun, di area Hellipad, kadang tercium bau belerang dari kawah mati saat angin gunung naik. Jadi, cari posisi ngecamp yang strategis.

Saat mendaki Merbabu via Cuntel, jangan buru-buru turun gunung. Banyak spot menarik yang bisa kamu nikmati di gunung Merbabu. Misalnya, puncak Syarif, puncak Triangulasi, puncak Kenteng Songo, geger boyo Merbabu, Kawah Candradimuka Merbabu, dll. Belum lagi, pemandangan saat sunrise, sunset dan saat cuaca cerah, indah banget. Biar puas, setidaknya kamu mendaki gunung Merbabu 3 hari dua malam.

Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGBm) jalur Cuntel:

1. Selama masa pandemi Covid-19 pendaki wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh petugas pengelola jalur Cuntel. Pendaki wajib menyerahkan hasil tes Genose atau rapid antigen yang berlaku 1×24 jam.

2. Khusus pendakian di masa pandemi Covid-19 pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Cuntel, di antaranya: 1. Surat pernyataan sehat (hasil Genose atau rapid antigen). 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti booking online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi.

3. Pendaki dilarang membawa tisu basah dan dilarang meninggalkan sampah di gunung.

5. Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Thekelan
Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan.

Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan merupakan jalur pendakian gunung Merbabu dari sisi utara. Dengan mendaki dari sisi utara kamu akan mendapatkan pemandangan dari 5 gunung yanag cantik. Di antaranya: gunung Telomoyo, gunung Andong, gunung Ungaran, gunung Sindoro hingga gunung Sumbing.

Gerbang pendakian jalur utara berada di Thekelan, Batur, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Jalur pendakian Merbabu dari bagian utara cenderung normal. Karena masih banyak terdapat jalur pendakian yang landai dan memutari bukit.

Mungkin kamu tidak begitu familier dengan jalur Thekelan, tapi jalur Thekelan itu tidak kalah seru dibandingkan jalur Selo dan Wekas. Berikut 5 alasan kenapa jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan wajib kamu coba:

  • Pertama, pendaki akan mendapatkan pemandangan 5 gunung cantik dari sisi utara dan barat gunung Merbabu. Kelima pemandangan gunung cantik itu adalah gunung Sindoro, gunung Sumbing, gunung Telomoyo, gunung Andong, hingga gunung Ungaran. Saat cuaca cerah, kelima gunung tersebut sangat menawan mengerucut di atas samudera awan.
  • Kedua, ada banyak sumber air di jalur pendakian Thekelan. Berbeda dengan jalur pendakian gunung Merbabu yang lain, jalur Thekelan kaya akan sumber air. Di pos 1 ada sumber air. Pos 2 juga ada sumber air. Pos 3 juga ada sumber air. Sehingga, pendaki tidak perlu takut kehabisan air selama pendakian via Thekelan.
  • Ketiga, pendaki bisa mengunjungi kawah mati gunung Merbabu. Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang tidak beraktivitas sejak 1797. Biarpun sudah mati, tapi jejak sejarah kawah gunung Merbabu masih ada sampai saat ini. Akan tetapi, tidak semua jalur bisa sampai ke kawah mati gunung Merbabu. Nah, pendaki yang naik lewat Thekelan bisa datang dan menyaksikan kawah mati gunung Merbabu tersebut.
  • Keempat, jalur pendakian Merbabu Via Thekelan memiliki berbagai jenis medan pendakian yang menantang. Ada medan perkebunan, hutan, jalanan bukit yang landai hingga tanjakan yang terjal menjelang ke puncak. Pokoknya, lain daripada yang lain. Komplit banget!
  • Kelima, Thekelan merupakan jalur pendakian gunung Merbabu tertua. Tua bukan berarti buruk ya? Malahan jalur Thekelan menawarkan fasilitas pendakian yang lengkap dan ditunjang dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Gimana? Mulai tertarik untuk mendaki gunung Merbabu via Thekelan? Yuk, segera luangkan waktu untuk ekspedisi pendakianmu selanjutnya. Hehe.

Khusus buat kamu yang ingin segera mendaki gunung Merbabu via Thekelan, kami punya informasi penting. Berikut tabel rangkuman informasi penting terkait jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan:

Lokasi basecampThekelan, RT.04/RW.17, Tekelan, Batur, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah.
Nomor telepon basecamp Selo0852-9018-5172.
Transportasi menuju basecampSepeda motor, ojek, travel, hingga bus.
Biaya registrasi pendakianRp20.000 per pendaki.
Jarak basecamp sampai puncak6,1 km.
Jumlah pos pendakian4.
Estimasi lama waktu pendakian ideal2-3 hari.
Ketersediaan sumber airAda. Sumber air ada di pos 1, 2 & 3.
Pos terakhir sebelum puncakPos 4.
Rekomendasi ngecampPos 4.

Kami tambahkan peta jalur pendakian Thekelan, biar kamu lebih paham medan pendakian gunung Merbabu dari sisi utara. Berikut peta jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan:

Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Thekelan
Peta jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan.

Dari peta jalur pendakian Thekelan tersebut, kamu akan memiliki pedoman arah menuju ke puncak Merbabu. Namun, informasi yang kamu miliki belum lengkap. Karena kamu belum tahu medan pendakian gunung Merbabu via Thekelan. Khusus untuk kamu, kami buatkan juga rangkuman medan pendakian dan estimasi waktu pendakian Merbabu via Thekelan. Berikut tabel rangkuman medan pendakian gunung Merbabu via Thekelan:

Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan Pendakian
Basecamp – pos 11,1 km1 jamJalur pendakian awal dari basecamp adalah jalanan cor pedesaan. Nanti pendaki akan melewati perkebunan warga dan masuk ke jalur tanjakan pos 1.
Pos 1 – pos 2820 m1 jamDari pos 1 (Pending) menuju pos 2, kamu akan disuguhi pemandangan pepohonan rindang berbatang merah. Jalur pendakian mulai sedikit menanjak. Di beberapa tanjakan telah dibuatkan anak tangga untuk kenyamanan pendaki. Sesampainya di pos 2, kamu bisa beristirahat, karena ada bangunan permanen yang lumayan bersih. Pos 2 juga ada sumber air dari kran warga.
Pos 2 – pos 3780 m1 jamMulai dari pos 2 (Pereng Putih) jalur pendakian menyusuri pinggir tebing. Tanjakan mulai sedikit sulit, tapi masih dalam batas normal.
Pos 3 – pos 4400 m30 menitMulai dari pos 3 (Lempong Sampan) sampai pos 4, jalur semakin menanjak. Kamu sudah keluar dari kawasan hutan dan memasuki area terbuka yang penuh dengan semak belukar. Berhati-hatilah dengan tanaman berduri.
Pos 4 – Watu Gubuk700 m30 menitSesampainya di pos 4, kami merekomendasikan untuk segera mendirikan tenda. Tempat ngecamp di area pos 4 cukup lapang, Bisa muat untuk 10an tenda. Dari pos 4 ke Watu Gubuk jalannya lumayan nyaman. Tanjakan tidak begitu terjal.
Watu Gubuk – Pemancar400 m45 menitMulai dari Watu Gubuk, kamu akan menapaki tanjakan ekstrem. Pemandangan di samping kanan dan kiri pendakian adalah jurang. Tapi, kamu sudah bisa melihat pemandangan yang indah membentang dicakrawala.
Pemancar – Hellipad600 m40 menitSesampainya di pos Pemancar kamu akan menemukan pertigaan tempat pertemuan jalur Cuntel dan jalur Thekelan. Lihat petunjuk arah dan ambil arah ke Hellipad/puncak.
Hellipad – Geger Sapi250 m25 menitSetelah dari area Hellipad, kamu bisa melihat kawah mati gunung Merbabu terlebih dahulu. Setelah puas, ambil arah puncak dengan melewati perbukitan gunung Merbabu (geger sapi).
Geger Sapi – Puncak Syarif450 m40 menitDari geger sapi gunung Merbabu ke puncak Syarif, kamu akan menghadapi tanjakan yang cukup ekstrem. Butuh tenaga ekstra agar bisa sampai ke puncak Syarif.
Puncak Syarif – Puncak Kenteng Songo500 m20 menitSetelah puas di puncak Syarif, kamu bisa ke puncak Kenteng Songo melalui jalur jembatan Setan. Karena tanjakannya sangat ekstrem, pendaki akan mendaki menggunakan bantuan tali. Jika kamu ingin mudah, kamu bisa memakai jalur lain yang lebih landai untuk menuju puncak Kenteng Songo.
Puncak Kenteng Songo – Puncak Triangulasi100 m10 menitDari puncak Kenteng Songo, kamu bisa berjalan sebentar ke puncak Triangulasi gunung Merbabu.

Dari data di atas, totol jarak tempuh dari basecamp Thekalan sampai ke puncak Triangulasi adalah 6,1 km. Dengan kondisi fisik yang bugar dan sehat, kamu bisa menyelesaikan jalur Thekelan dalam waktu 7 jam perjalanan.  Dengan catatan, kamu sudah paham jalur pendakian Merbabu via Thekelan.

Bagi pemula, kamu bisa menyelesaikan jalur Thekelan dalam waktu 8-11 jam. Lama waktu perjalanan tergantung dari stamina pendaki dan seberapa banyak rombongan pendakian.

Sedikit tambahan, kami merekomendasikan 2 tempat ngecamp yang nyaman jika kamu mendaki melalui jalur Thekelan.

  • Pertama, area pos 4. Di pos 4 jalur Thekelan, ada tanah lapang yang cukup untuk mendirikan 10 tenda. Sebaiknya kamu memanfaatkan lokasi ini untuk mendirikan tenda. Jarak dari pos 4 ke puncak Triangulasi sekitar 3 km atau setara dengan 3 jam perjalanan. Untuk pendaki yang tidak mengejar sunrise di puncak Merbabu, lokasi ini sangat cocok untuk ngecamp.
  • Kedua, Watu Gubuk. Di bawah area Watu Gubuk ada sedikit tanah lapang yang sangat nyaman untuk mendirikan tenda. Jika belum dipakai pendaki lain, jadikan tersebut tempat camping. Dari Watu Gubuk, kamu bisa mencapai puncak dalam waktu 1,5-2 jam perjalanan. Jika kamu berangkat pukul 04.00 untuk summit attack, kamu masih bisa melihat sunrise dari puncak Merbabu.

Jalur Thekelan merupakan jalur tertua dari semua jalur yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu. Jadi, kamu akan napaktilas sejarah panjang para pendaki jika melalui jalur ini. Selain memiliki nilai historis, jalur Thekelan juga memiliki panorama alam yang indah. Kamu akan melihat sisi utara gunung Merbabu yang hijau permai dan cantik.

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, sebaiknya kamu tidak buru-buru pulang. Idealnya, kamu perlu mendaki 3 hari 2 malam untuk mengeksplorasi semua pesona gunung Merbabu via Thekelan. Karena banyak spot unik yang tidak akan kamu temukan dari jalur pendakian gunung Merbabu lainnya.

Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGBm) jalur Thekelan:

1. Selama masa pandemi Covid-19 pendaki wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh petugas pengelola jalur Thekelan. Pendaki wajib menyerahkan hasil tes Genose atau rapid antigen yang berlaku 1×24 jam.

2. Pendakian di masa pandemi Covid-19, pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Thekelan, di antaranya: 1. Surat pernyataan sehat (hasil Genose atau rapid antigen). 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti booking online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi.

3. Pendaki dilarang membawa tisu basah dan dilarang meninggalkan sampah di gunung.

Tempat fenomenal di gunung Merbabu

  • Puncak Syarif.
  • Puncak Triangulasi.
  • Puncak Kenteng Songo.
  • Sabana 2 (Jalur Selo).
  • Puncak Suwanting (Jalur Suwanting).
  • Kawah Candradimuka Gunung Merbabu.
  • Kawah Samber Nyawa.
  • Jembatan Setan.
  • Watu Tulis.
  • Area Hellipad.
  • Kendi Kencana.

Baca Lebih lanjut: Tips Kedinginan di Gunung »

Previous Article

Apakah Naik Gunung Bisa Menurunkan Berat Badan?

Next Article

Perlengkapan Mendaki Gunung

Tinggalkan komentar