Jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane (Update 2022)

Artikel ini membahas secara lengkap tentang jalur pendakian resmi Gunung Semeru.

Apa yang akan kamu pelajari?

  • Lokasi basecamp pendakian gunung Semeru.
  • Transportasi menuju basecamp pendakian Gunung Semeru.
  • Peta dan rute jalur pendakian resmi Gunung Semeru.
  • Biaya registrasi pendaki di Gunung Semeru.
  • Medan pendakian Gunung Semeru.
  • Estimasi waktu pendakian.
  • Informasi penting terkait pendakian di Gunung Semeru.

Jika kamu sedang mencari ulasan lengkap tentang jalur pendakian Gunung Semeru, kamu pasti menyukai pembahasan lengkap dari artikel Napaktilas ini.

Tertarik? Yuk, lanjut baca.

Sekilas tentang Gunung Semeru

Sekilas Tentang Gunung Semeru
Foto Gunung Semeru dari area Kalimati (sumber: instagram.com/gunungsemeru3676mdpl/)
Nama gunungGunung Semeru
Ketinggian3.676 mdpl
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhir4 Desember 2021
Peringkat Gunung SemeruGunung tertinggi di Pulau Jawa
Letak gunungKabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia
Nama puncak di Gunung SemeruPuncak Mahameru
Jalur pendakian resmi Gunung SemeruJalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Jalur pendakian termudahJalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane

Gunung Semeru merupakan gunung berapi aktif. Jenisnya adalah stratovolcano, yaitu gunung yang membentuk kerucut dengan lereng berlapis-lapis dikarenakan sejumlah letusan sebelumnya. Gunung Semeru memiliki puncak dengan kawah yang dikenal dengan sebutan nama Jonggring Saloko.

Sementara, Gunung Semeru biasanya juga disebut dengan Mahameru, yang berasal dari Bahasa Sanskerta, yang berarti meru agung. Kata “meru” berarti “pusat jagat raya” dan “agung” berarti “besar”.

Di samping itu, Gunung Semeru memiliki sejumlah nama lain, seperti Smeru, Smiru, dan Semeroe. Nama-nama dengan ejaan tersebut berasal dari peta ekspedisi Belanda pada abad ke-19. Peta ini disebut Beschryving van de vulkanen Semeroe en Lemongan.

Untuk lokasi secara administratif, Gunung Semeru masuk dalam dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Semeru juga merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kalau dilihat dari ketinggiannya, Gunung Semeru (3.676 m) merupakan gunung tertinggi di Jawa. Dalam urutan peringkat ketinggian, Gunung Semeru menorehkan banyak prestasi gemilang, di antaranya:

  • Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Jawa Timur
  • Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa.
  • Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi ke-9 di Indonesia

Catatan: Gunung Semeru (3.676 m) berada di peringkat #9 gunung tertinggi di Indonesia. Peringkat tersebut tepat di bawah Gunung Rinjani (3.726 m) dan di atas Gunung Sanggar (3.564 m).

Sampai di sini, paham ya? Yuk, lanjut.

Selain punya ketinggian yang ekstrem, Gunung Semeru juga memiliki keunikan tersendiri. Terutama daya tarik alamnya yang membuat siapa saja terpesona. Saat mendaki, kamu bisa menikmati pesona alam Gunung Semeru, di antaranya:

  1. Pemandangan lereng Gunung Semeru yang terlihat indah dari jalur pendakian.
  2. Pemandangan danau Ranu Kumbolo yang cantik serta berkabut putih tipis di atas permukaannya.
  3. Lautan awan putih yang mengapung di sekitar puncak Gunung Semeru.
  4. Pemandangan hijau hamparan perkebunan sayuran, hutan, perbukitan dan sabana.
  5. Panorama sunset dan sunrise yang menawan ketika dilihat dari puncak Semeru.

Menarik sekali, ya. Ketika mendaki Gunung Semeru, kamu akan menjumpai pesona alam tersebut.

Selain alam yang memesona di kawasan puncaknya, Gunung Semeru memiliki potensi wisata lainnya yang juga sangat menarik, antara lain yaitu:

  • Ranu Pani
  • Ranu Kumbolo
  • Ranu Regulo
  • Kebun Teh Kertowono
  • Air Terjun Coban Sewu

Jalur pendakian resmi Gunung Semeru

Di awal artikel, kami telah menjelaskan sekilas tentang Gunung Semeru. Mulai dari kondisi alam, pesona alam, dan karakteristik Gunung Semeru. Anggap saja, itu pengetahuan umum bagi para pendaki yang ingin mendaki Gunung Semeru.

Nah, mulai dari sini, kami akan menjelaskan secara lebih mendalam terkait jalur pendakian resmi Gunung Semeru.

Lanjut ya?

Secara resmi, hanya ada 1 jalur pendakian resmi Gunung Semeru, yaitu jalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane. Jalur Ranu Pane merupakan jalur yang dikelola secara resmi dan profesional oleh pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Jadi, kamu akan mendapatkan fasilitas wisata, keamanan dan kenyamanan selama pendakian.

Catatan: Selain jalur pendakian via Ranu Pane, ada 2 jalur pendakian Gunung Semeru lainnya, yaitu jalur pendakian Gunung Semeru via Ayek-Ayek dan jalur pendakian Gunung Semeru via Tawon Songo. Akan tetapi, kedua jalur pendakian tersebut belum terdaftar secara resmi menjadi jalur pendakian untuk umum. Jadi, kami tidak mengulasnya.

Makin penasaran ya? Seperti apa sih jalur pendakian resmi Gunung Semeru via Ranu Pane? Pada ulasan selanjutnya, kami akan membahas secara mendalam jalur Ranu Pane. Yuk, lanjut baca.

Jalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Semeru Via Ranu Pane
Gerbang jalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane (sumber: instagram.com/shdmr_93/)
Lokasi basecampRanupane Satu, Ranupani, Kec. Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Cek di Google Maps)
Nomor telepon basecamp Ranu Pane0812 3025 8778
Transportasi menuju basecampJeep, ojek (dari Malang) Angkutan umum, minibus, Elf (dari Lumajang)
Biaya registrasi pendakianRp19.000 per hari untuk weekday
Rp24.000 per hari untuk weekend dan hari libur
Jarak basecamp sampai puncak17 km
Jumlah pos pendakian10
Estimasi lama waktu pendakian ideal2-4 hari
Ketersediaan sumber airAda di Pos Ranu Kumbolo (air danau)
Pos terakhir sebelum puncakKelik
Rekomendasi ngecampDanau Ranu Kumbolo, Pos Kalimati

Sekarang kamu sudah lebih mengerti gambaran jalur pendakian Semeru via Ranu Pane. Jalur pendakian ini dari pintu masuk Ranu Pane, yang sekaligus menjadi tempat basecamp. Ketinggian basecamp Ranu Pane yaitu 2.100 m.

Para pendaki paling suka mendaki Gunung Semeru via Ranu Pane karena alasan berikut:

  1. Merupakan jalur resmi yang dikelola oleh pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
  2. Jalur paling mudah dengan kondisi landai serta tidak terlalu sulit, sedikit mirip dengan pendakian Gunung Argapura.
  3. Pemandangan sangat indah di sepanjang jalur pendakian, khususnya saat ngecamp di Danau Ranu Kumbolo.

Biar semakin paham, kami berikan peta jalur pendakian via Ranu Pane agar kamu bisa menyimak. Berikut peta jalur pendakian gunung Semeru via Ranu Pane:

Peta Jalur Pendakian Resmi Gunung Semeru Via Ranu Pane
Peta jalur pendakian resmi Gunung Semeru via Ranu Pane (sumber: dailyvoyagers)

Peta tersebut memberikan gambaran secara rinci mengenai jalur pendakian. Akan lebih lengkap pengetahuan kamu tentang medan pendakian, dengan membaca rangkuman kondisi medannya beserta estimasi waktu pendakiannya. Kamu dapat melihat rangkuman pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane pada tabel berikut ini:

Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhMedan Pendakian
Basecamp Ranu Pane – Pos 1 (Landengan Dowo)3 km1 jam 30 menitJalur pendakian berupa jalan setapak yang sedikit menanjak awalnya. Kemudian, jalannya melandai. Saat mulai mendaki, pemandangan di sebelah kanan adalah perkebunan sayuran. Setelah berjalan lebih jauh, sebelah kiri-kanan ditumbuhi semak dan pohon-pohon. Di sebelah kiri merupakan jurang dan di kanan berupa dinding tebing. Jalur berakhir di pos 1.
Pos 1 (Landengan Dowo) – Pos 2 (Watu Rejeng)3 km45 menitJarak pos 1 dan pos 2 paling dekat, dengan rute yang cukup landai. Di awal, jalur sedikit menanjak dengan kondisi jalan tanah setapak. Namun, kondisi jalan masih termasuk landai. Kanan-kiri berupa semak dan pepohonan. Lalu pendaki akan sampai di pos 2.
Pos 2 (Watu Rejeng) – Pos 3 1 jam 30 menitMerupakan rute terpanjang dari semua rute Ranu Pane ke Ranu Kumbolo. Rute awal berupa jalan tanah berbatu besar-besar, kondisi jalannya menanjak dengan jarak pendek. Setelah itu, jalan kembali melandai. Pendaki akan menjumpai beberapa pohon berukuran sedang yang tumbuh menyamping dan melintang di jalur pendakian, sehingga sedikit menghalangi jalan. Pendaki harus menunduk dan berjalan di bawah batang pohon yang melintang atau melangkah di atasnya agar bisa lewat. Setelah itu, jalan kembali landai tanpa rintangan pohon-pohon. Lalu pendaki akan sampai di jembatan kayu di tengah hutan. Dihimbau agar para pendaki tidak berdiri diam berlama-lama di atas jembatan tersebut untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Setelah melewati jembatan, jalan kembali melandai lalu menanjak lagi sampai di pos 3.
Pos 3 – Pos 4 45 menitJalur menanjak dengan kondisi jalan tanah berundak seperti tangga, ada pegangan tangan yang terbuat dari ranting pohon di sebelah kanan-kiri. Setelah jalan menanjak pendek tersebut, jalannya kembali landai. Kanan-kiri berupa semak dan pohon-pohon besar. Setelah melangkah lebih jauh lagi, kembali di sebelah kiri berupa jurang dan di kanan adalah dinding tebing, kanan-kiri penuh semak dan pohon berukuram kecil hingga sedang. Semakin mendekati pos 4, danau Ranu Kumbolo yang hijau sudah terlihat. Pemandangan indah ini terasa menyegarkan. Kemudian, sampailah pendaki di pos 4.
Pos 4 – Ranu Kumbolo 30 menitJalur berupa jalan tanah yang landai dengan kanan-kiri ditumbuhi ilalang. Rute jalur kemudian menurun dan seterusnya berupa jalan yang landai di pinggir danau. Jalan landai tersebut seperti padang rumput luas ditumbuhi ilalang, hingga pendaki sampai di area camping Ranu Kumbolo. Biasanya para pendaki ngecamp di sini sekaligus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimati, yaitu titik selanjutnya yang biasa dijadikan tempat camping.
Ranu Kumbolo – Oro-Oro Ombo1 km30 menitRute dimulai dengan menaiki tanjakan curam yang disebut Tanjakan Cinta, letaknya berada di belakang danau Ranu Kumbolo. Ada mitos yang menyebutkan kalau sedang melewati Tanjakan Cinta dengan tidak menoleh ke belakang, maka pasti akan langgeng dengan pasangannya. Sekali lagi hal tersebut mitos tanpa ada bukti secara ilmiah, ya. Untuk kondisi jalur tanjakan cinta berupa jalan setapak di tengah rerumputan yang tumbuh di seluruh tempat. Setelah itu pendaki sampai di Oro-Oro Ombo.
Oro-Oro Ombo – Cemoro Kandang1,5 km30 menitOro-Oro Ombo merupakan sabana atau padang rumput luas yang ditumbuhi rerumputan dan pepohonan. Di sini juga terdapat tanaman cantik berwarna ungu yang bernama Verbena Brasiliensis Vell yang berasal dari Brasil, Amerika Selatan. Tanaman ini bersifat parasit dan tumbuh subur di bulan April-Mei, kemudian akan layu menjelang November. Tanaman ini akan berbunga di tahun pertama, kemudian di tahun kedua layu dan menghasilkan 90.000-100.000 bibit di ujung tangkainya. Pendaki dihimbau tidak memetiknya agar tidak menyebabkan tanaman ini tersebar. Kalau sangat ingin mengambilnya, cara yang benar adalah mencabutnya ketika masih berbunga dan belum mengering, lalu dimasukkan ke dalam plastik kemudian disimpan di dalam tas. Jika pendaki tidak dapat mengikuti langkah tersebut, dihimbau untuk tidak memetik tanaman ini, cukup lewat saja sambil menikmati keindahannya dengan berfoto. Setelah dari Oro-Oro Ombo, sampailah pendaki di Cemoro Kandang.
Cemoro Kandang – Jambangan3 km30 menitJalur berupa jalan setapak dengan kanan-kiri berupa rerumputan, semak, dan pepohonan. Jalan terus menanjak, meskipun tidak ekstrem dan curam, tapi dibutuhkan kondisi fisik yang tetap prima. Di jalur ini biasanya banyak pendaki beristirahat. Melepas lelah sembari berfoto. Setelah itu, pendaki akan sampai di Jambangan.
Jambangan – Kalimati2 km30 menitDari Jambangan bisa terlihat puncak Semeru sedikit-sedikit. Di sinilah biasanya pendaki kembali bersemangat karena bisa melihat puncak yang mulai dekat.
Kalimati – Kelik1,2 km2 jam 30 menitBiasanya pendaki berkemah di Kalimati yang merupakan padang rumput luas dengan ditumbuhi rerumputan, ilalang, dan pepohonan. Untuk mendaki ke puncak disarankan mulai pukul 24.00. Sebab, pada sekitar pukul 10.00, embusan angin di wilayah puncak biasanya berbalik dan mengarah ke pendaki. Angin ini membawa gas beracun. Jadi, kalau mendaki pukul 24.00, dengan waktu pendakian 6-7 jam, nanti pendaki ada waktu sekitar 2-3 jam di puncak Mahameru. Sementara, dari Kalimati menuju Kelik jalannya menanjak, dan Kelik merupakan batas vegetasi, yaitu batas pepohonan tumbuh. Saat awal mendaki, jalur berupa jalan tanah setapak. Namun, semakin mendekati Kelik, jalur sudah berupa jalan pasir berbatu. Setelah itu, sampailah pendaki di Kelik. Hal yang penting untuk diingat yaitu asuransi menanggung pendaki hanya sampai di Kalimati. Apabila ingin sampai ke puncak, maka risiko ditanggung sendiri oleh pendaki, termasuk risiko keselamatan jiwa.
Kelik – Puncak Semeru Mahameru1,5 km4 jamJalur pendakian berupa jalan pasir dan berbatu yang menanjak serta curam. Pendaki harus mendaki dengan cara zig-zag karena jalurnya tidak bisa dilalui dengan langkah lurus. Sebab, kontur pijakan yang berupa pasir kondisinya tidak rata, setiap kali naik tiga langkah kemungkinan akan turun lagi satu langkah. Maka dari itu, berjalan zig-zag adalah cara terbaik untuk mendaki sampai puncak. Ada batu besar beberapa, memang bisa dijadikan pegangan atau alas, tapi ini sangat berisiko. Saat batu dipegang maka batunya dapat terjatuh karena kondisi pasir tidak rata dan tidak stabil. Batu yang jatuh menggelinding bisa berbahaya bagi pendaki lain di bawah, bahkan berisiko menghilangkan nyawa. Jadi, untuk alat pegangan yang paling disarankan adalah trekking pole. Sebab, sudah tidak ada pohon untuk dijadikan pegangan. Setelah pendakian panjang, pendaki akan sampai di puncak. Pemandangan sangat indah dengan lautan awan putih mengapung di sekeliling puncak Mahameru, dan langit terlihat biru cerah begitu terang. Pemandangannya membuat siapa saja terpana.

Rangkuman singkat tentang jalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane.

  • Jalur pendakian Gunung Semeru dimulai dari basecamp di Ranu Pane. Jarak dari Ranu Pane ke puncak Mahameru yaitu sekitar 17 km.
  • Tempat ngecamp paling ideal untuk pendakian via Ranu Pane ada dua, yaitu di Ranu Kumbolo dan Kalimati.
  • Setelah sampai puncak, disarankan turun kembali sebelum pukul 10.00 pagi. Hal ini untuk menghindari embusan angin yang membawa gas beracun dari kawah Semeru dan kabut tebal yang biasanya menyebabkan disorientasi arah turun bagi para pendaki.
  • Pastikan menggunakan sepatu gunung lengkap dengan gaiters agar nyaman saat summits attack. Sepatu akan melindungi kakimu dari batuan tajam dan gaiters akan melindungi kakimu dari pasir yang masuk ke dalam sepatu.

Berikut rincian 2 tempat ngecamp yang direkomendasikanapabila kamu mendaki melalui jalur Ranu Pane.

  • Pertama, Ranu Kumbolo. Di tepi Danau Ranu Kumbolo, ada tanah lapang yang cukup untuk mendirikan puluhan tenda. Disarankan mendirikan tenda minimal 5-10 meter dari bibir danau. Sebaiknya kamu manfaatkan lokasi ini untuk ngecamp dan beristirahat. Jarak dari Ranu Kumbolo ke Kalimati sekitar 4 km dengan lama pendakian 2 jam.
  • Kedua, Kalimati. Berupa padang rumput yang luas dan biasa digunakan pendaki untuk ngecamp. Kalimati adalah pos terakhir sebelum puncak gunung Semeru yaitu Mahameru. Dari Kalimati ke puncak Mahameru jaraknya sekitar 3 km. Diperlukan waktu pendakian selama sekitar 6-8 jam. Untuk melihat sunrise, disarankan berangkat mendaki pada pukul 24.00 atau 23.00 jika ingin lebih awal.
Area Camping Di Ranu Kumbolo Gunung Semeru
Area camping di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru (sumber: instagram.com/gunungsemeru3676mdpl/)
Area Camping Di Kalimati Gunung Semeru
Area camping di Kalimati, Gunung Semeru (sumber: instagram.com/shonialailatulqomariah/)

Untuk menikmati pendakian sampai puncak, estimasi waktu mendaki ideal adalah 3 hari 2 malam. Kamu bisa ngecamp di Ranu Kumbolo dan Kalimati. Ingat bahwa mendaki itu tidak hanya sekadar menuju puncak, tapi juga menikmati alam yang indah. Kamu pun dapat menemukan berbagai spot unik di sepanjang jalur pendakian gunung Semeru.

Informasi penting dari pengelola jalur pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane:
1. Jaga sikap, tutur kata dan perilaku saat di gunung. Jangan merusak gunung dan tidak boleh melakukan vandalisme
2. Saat naik atau turun dari puncak Mahameru, khususnya area berpasir, jangan sekali-sekali menginjak baru/berdiri/duduk/bersandar di batu. Karena batu di area berpasir sangat rawan jatuh dan meluncur ke bawah sehingga membahayakan pendaki lainnya
3. Jika mengetahui ada berbatuan besar yang longsor, segera teriakkan “AWAS BATU, AWAS BATU”. Dengan begitu, pendaki lain segera siap dan waspada untuk menghindari reruntuhan batuan tersebut
4. Jangan melakukan pendakian ke puncak Mahameru dengan cara merangkak, karena jarak pandang terbatas
5. Dilarang menggunakan headset dan earphone saat summit attack ke puncak Mahameru
6. Saat menanjak di medan pasir sebelum puncak, biasanya pendaki akan terserang kantuk yang luar biasa. Usahakan agar tetap terjaga jangan sampai ketiduran. Jika terpaksa tertidur atau istirahat, usahakan harus ada yang menemani dan berjaga untuk menghindari kecelakaan akibat berbatuan yang longsor.
7. Sampah pendaki harus dibawa turun ke basecamp
8. Pada saat di puncak jangan mendekati antena yang berada di ujung sebelah kiri. Ini adalah antena yang terhubung ke seismograf pendeteksi gempa bumi milik BMKG. Jangan didekati, jangan dirusak dan jangan dipegang-pegang
9. Saat di puncak jangan mendekati Kawah Jonggring Saloko karena berbahaya dan rawan longsor
10. Batas pendakian di puncak Mahameru maksimal jam 10.00 pagi. Karena setelah jam 10 pagi biasanya muncul kabut tebal yang mengganggu jarak pandang pendaki dan menyebabkan disorientasi arah turun sehingga pendaki tersesat
11. Selama pandemi Covid-19 pendaki wajib mengikuti protokol kesehatan saat mendaki gunung. Jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan selalu makan makanan sehat
12. Khusus pendakian di masa pandemi Covid-19 pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan registrasi, di antaranya: 1. Surat Vaksin. 2. Surat Sehat dari Puskesmas/Rumah Sakit. 2. Membawa fotokopi identitas (KTP), 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Membayar biaya registrasi pendakian

Tempat fenomenal di Gunung Semeru

Danau Ranu Kumbolo Gunung Semeru
Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru (sumber: instagram.com/mountainhabit.id/)
Puncak Mahameru Gunung Semeru
Puncak Mahameru Gunung Semeru (sumber: instagram.com/maryadii02/)
  • Kebun teh Kertowono
  • Air terjun Coban Sewu
  • Danau Ranu Pani
  • Danau Ranu Regulo
  • Danau Ranu Kumbolo
  • Tanjakan Cinta
  • Oro-Oro Ombo
  • Kalimati
  • Arcopodo
  • Kawah Jonggring Saloko
  • Puncak Mahameru
  • Blank 75

Dapatkan update artikel pilihan dan breaking news seputar hiking, camping dan traveling dari Napaktilas.net. Mari bergabung di Grup Telegram "Napaktilas.net Adventure Addicts", caranya klik link https://t.me/napaktilasnet, kemudian join. Kamu harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan komentar