Kenapa Sepatu Gunung Mahal?

Jika akhir-akhir ini, kamu sedang hunting sepatu gunung, kamu mungkin heran dengan label harga sepatu gunung yang begitu mahal. Mungkin kamu bergumam, “Eh, busyet! Ini sepatu gunung kenapa harganya mahal banget? Emang, apanya yang bikin spesial?”.

Alasan utama kenapa sepatu gunung berharga mahal karena konstruksi sepatu rumit, ada sol Vibram & material anti-air, seperti: Gore-Tex. Bahan material berkualitas tinggi yang disatukan dengan desain yang elegan meningkatkan nilai jual produk. Terlebih adanya fitur-fitur khusus seperti: safety, sol Vibram anti-selip, lapisan waterproof Gore-Tex hingga material ultralight. Ketiga komponen tersebut dapat membuat harga sepatu gunung menjadi sangat mahal. Bahkan bisa mencapai harga 800.000-8.000.000an.

Untuk lebih jelasnya, kami akan mengulasnya pada pembahasan di bawah ini. Yuk, lanjut baca!

Komponen sepatu gunung

Sebelum kami menjelaskan kenapa sepatu gunung mahal, kami akan memberi kamu pengetahuan dasar tentang sepatu gunung terlebih dahulu.

  • Pertama, kamu perlu mengenal bagian-bagian sepatu gunung beserta fungsinya.
  • Kedua, kamu perlu mengetahui bahan material sepatu gunung yang berkualitas.
  • Ketiga, komponen-komponen yang membuat harga sepatu gunung menjadi sangat tinggi.

Kita belajar satu per satu ya. Pertama, pengenalan bagian-bagian sepatu gunung. Kami telah menyiapkan gambar ilustrasi tentang bagian-bagian sepatu gunung, silakan simak gambar di bawah ini:

Gambar Ilustrasi Bagian Bagian Sepatu Gunung
Ilustrasi bagian-bagian sepatu gunung.

Ada 8 bagian utama sepatu gunung, yaitu:

  1. Lace locks: bagian untuk mengunci tali sepatu gunung.
  2. Upper: lapisan atas sepatu. Ada yang terbuat dari kulit, nylon, cordura hingga material breathable dari bahan ultralight.
  3. Laces: tali sepatu gunung.
  4. Rand: karet pelindung di bagian ujung kaki pendaki. Fungsinya untuk melindungi ujung kaki dari duri atau benda tajam lainnya.
  5. Insole: alas sepatu gunung bagian dalam.
  6. Midsole: alas sepatu gunung bagian tengah. Letaknya tepat di atas lapisan outsole.
  7. Outsole: tapak sepatu gunung atau alas sepatu bagian luar.
  8. Lugs: bagian yang menonjol pada outsole. Pola lugs memberikan ciri pada beberapa merek sepatu gunung tertentu, seperti sepatu gunung Salomon, Hoka, Eiger. Pola lugs paling terkenal adalah Vibram.

Dari ke-8 bagian sepatu tersebut, ada beberapa komponen yang membuat harga sepatu gunung naik nggak karu-karuan.

5 Komponen yang membuat harga sepatu gunung menjadi mahal

1. Upper berbahan dasar kulit

Sepatu gunung dengan Upper berbahan kulit tipe Cowhide, Nubuck (buckskin leather), dan Suede varieties, harganya mahal gila. Sepatu gunung berbahan upper Nubuck merek La Sportiva Men’s Nepal EVO GTX Boot, dibanderol dengan harga Rp7.590.000.

Kalau kamu cari sepatu gunung yang lebih murah, cari sepatu gunung yang memiliki bahan upper kulit sintetis. Upper kulit sintetis yang bagus terbuat dari nilon atau PVC (Polyvinyl chloride).

2. Lapisan lining dengan bahan material yang memiliki fitur breathability & moisture-wicking properties

Lining adalah lapisan di bawah upper sepatu gunung yang bersentuhan langsung dengan kaki pendaki. Bahasa sederhananya spon penyangga kaki. Biarpun bahannya bukan spon sih, tapi semoga kamu paham ya. Hehe.

Bahan lapisan lining yang mahal adalah bahan yang memiliki kemampuan breathable & moisture wicking properties. Artinya, lapisan dalam sepatu dapat menjaga kaki tetap kering selama mendaki gunung. Jadi, biarpun keringat di kaki kamu mengucur deras, dalam waktu sekejap, keringat akan kering seketika. Dengan begitu, kelembaban kaki terjaga.

Nah, ngomong-ngomong tentang komponen berharga mahal. Saat ini ada tipe lining yang harganya nggak karu-karuan. Perusahaan produsen sepatu outdoor menyebutnya dengan teknologi waterproof breathable lining materials.

Material lining spesial dengan fitur anti-air, mudah menyerap keringat dan bikin kaki sejuk. Enak po enak? Haha. Fitur ini sangat powerfull saat kamu mendaki di cuaca lembab, berembun dan saat summit attack di pagi hari. Merek sepatu gunung luar negeri, seperti: Salomon, Hoka, Merrel menjual sepatu dengan teknologi waterproof breathable lining dengan sangat mahal.

Tapi, tenang brand lokal andalan kita, Eiger juga sudah punya produk serupa, yaitu: Eiger Eagle Plum 2.0. Harga sepatu gunung Eiger dengan fitur waterproof breathable lining dibanderol dengan harga hanya Rp1.299.000.

3. Insole dengan bahan berkualitas & fitur beragam

Sepatu gunung memiliki insole dengan bahan khusus yang empuk, sesuai bentuk kaki dan awet. Berbeda dari insole sepatu pada umumnya.

Nah, pada sepatu gunung, bahan material insole yang mahal adalah insole yang memiliki kelebihan dalam beberapa hal ini:

  • Fleksibilitas tinggi.
  • Awet dan tahan lama.
  • Ringan.
  • Memiliki sifat antibacterial/anti-microbial,
  • Memory foam.

Semakin spesial kelebihan insole yang ditawarkan, semakin tinggi harga sepatu gunung tersebut.

4. Midsole dengan bahan EVA & PU berkualitas

Sepatu gunung menjadi sangat mahal karena produsen sepatu gunung menggunakan bahan midsole berkualitas tinggi. Misalnya: DynaPU, DuraPU, spEVA, injected EVA, compressed EVA, dual-layer EVA, dual-density EVA, ACTEVA, dll.

Saat ini, setiap produsen bahkan memiliki teknologi midsole andalan masing-masing. Sehingga, brand sepatu gunung tersebut memiliki fans fanatik tersendiri. Misalnya, sepatu gunung Hoka Women’s Challenger ATR 6 Gore-Tex. Sepatu gunung ini untuk pendaki wanita. Bobot sepatu ringan, pijakan midsole sangat empuk & nyaman. Karena kelebihan tersebut, sepatu gunung Women’s Challenger ATR 6 Gore-Tex dibanderol dengan harga Rp1.350.000. Mahal ya? Hehe.

5. Outsole yang kuat, safety & kokoh

Outsole sepatu gunung sangat berbeda dari sepatu biasa. Inilah salah satu penyebab kenapa sepatu gunung mahal. Outsole yang paling terkenal adalah desain dari Vibram. Di mana, Vibram telah menjadi standart dari semua produsen sepatu gunung di seluruh dunia. Tapak sepatu dengan pola gerigi tajam yang dapat mencengkram kuat di berbagai medan pendakian. Berkat teknologi Vibram tersebut, akhirnya beberapa gunung tersulit di dunia bisa ditaklukkan para pendaki. Misalnya gunung K2, di perbatasan Gilgit-Baltistan, Pakistan & Tashkurgan, Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok.

Namun, berbekal desain sol Vibram, sekarang ini banyak produsen sepatu gunung mulai menciptakan desain outsole masing-masing. Dan hasilnya sangat-sangat menakjubkan. Tapi, efek sampingnya, sepatu gunung jadi lebih mahal. Hehe.

5 alasan kenapa harga sepatu gunung mahal

Pada sub-bahasan ini, kami akan mengulas alasan lain kenapa sepatu gunung lebih mahal dari pada sepatu yang lain.

  • Pertama, bahan berkualitas tinggi. Pada ulasan sebelumnya kami telah menjelaskan 5 komponen yang membuat sepatu gunung berharga mahal. Mulai dari pemilihan bahan upper, lining, insole, midsole, hingga outsole. Pemilihan bahan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap medan pendakian membuat produsen berinvestasi lebih. Akhirnya, harga jual produk sepatu gunung menjadi tinggi karena bahan material pembuatnya mahal.
  • Kedua, desain elegan & safety terjamin. Sepatu gunung memiliki harga mahal karena sepatu gunung memiliki nilai tambah pada kenyamanan, keamanan dan desain yang trendi. Nilai jual sepatu gunung melambung tinggi karena ketiga hal tersebut.
  • Ketiga, merek dagang dan eksklusivitas. Tidak bisa dipungkiri bahwa merek dagang memiliki value luar biasa di komunitas. Keterikatan sebuah merek dengan komunitas akan membuat merek dagang tidak tergantikan. Identitas dan eksklusivitas dari merek sepatu gunung seperti Salomon, Merrel, Hoka, Eiger sangat lekat dengan pemakainya. Tak jarang, banyak fans setia rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk memiliki sepatu gunung dari brand idolanya.
  • Keempat, tingkat persaingan dagang relatif rendah. Komoditas sepatu gunung masih tergolong bisnis blue ocean. Di mana, belum terjadi perang harga berdarah-darah. Dengan begitu, produsen sepatu gunung masih mendapatkan profit maksimal dari berbagai produknya. Karena tidak adanya kompetitor di target market tertentu, maka tidak ada alasan penjual menurunkan labanya. Selama value masih tinggi, harga sepatu gunung tetap tinggi. Lain cerita, jika nanti produk sepatu gunung murah dari China mendominasi pasar Indonesia, bisa-bisa harga sepatu gunung anjlok gila-gilaan. Kenapa? Karena ada pesaing baru yang menjual sepatu gunung dengan harga rendah namun berkualitas.
  • Terakhir, limited edition. Banyak produsen sepatu gunung yang membuat sepatu gunung mereka dalam jumlah terbatas. Alasannya untuk mencegah kompetitor mencuri ide mereka dan kedua untuk mendapatkan profit semaksimal mungkin. Coba pikirkan hukum supply & demand. Di mana, banyak pendaki menginginkan sepatu gunung model tersebut, tapi jumlah sepatu terbatas. Apa yang terjadi? Tepat, harga naik berapapun, tetap laku. Itulah salah satu alasan kenapa sepatu gunung mahal. Limited edition.

Sampai di sini paham ya? Yuk, lanjut!

Apakah pendaki perlu fitur-fitur mahal tersebut?

Jika kami boleh jujur, membeli sepatu gunung itu harus kamu sesuaikan dengan medan pendakian gunung yang kamu tuju. Karena beberapa fitur mungkin tidak begitu berguna di medan pendakian tertentu.

Misalnya:

  • Pendakian gunung berapi dengan medan tanjakan terjal berpasir. Kamu butuh sepatu gunung yang ringan, anti-selip, safety dan breathable. Jadi, fitur crampons (tapak salju) & waterproof tidak begitu penting. Hal ini karena gunung berapi tidak memiliki medan lembab dan bersalju.
  • Pendakian gunung bersalju dengan medan tanjakan berupa gunung es dan gletser. Kamu butuh sepatu gunung tipe high-hiking boots lengkap dengan crampons. Untuk tahu lebih lengkap fungsi dari crampons (cakar besi di medan salju), silakan baca artikel mengapa pendaki gunung bersalju mengenakan sepatu dengan cakar besi?. Kamu akan paham kegunaan crampons dan kapak salju untuk mendaki gunung salju. Dengan kondisi tersebut, sepatu gunung yang memiliki fitur anti-dingin, berbahan kulit (Nubuck) lebih diutamakan.

Kesimpulannya pendaki tidak membutuhkan semua fitur-fitur mahal dari produsen sepatu gunung. Sebagai gantinya, silakan pilih sepatu gunung yang cocok dengan kondisi medan pendakian. Bukankah, perlengkapan terbaik adalah perlengkapan yang sesuai kondisi cuaca dan medan pendakian?

Apakah membeli sepatu gunung berharga mahal layak?

Saat ngomongin duit, kadang jadi bagian sensitif bagi kalangan pendaki. Ada yang memilih beli sepatu gunung yang murah. Ada yang lebih suka beli sepatu gunung yang mahal. Ada pro & kontra terhadap kedua hal tersebut.

  • Pro beli sepatu gunung mahal: Sepatu gunung mahal memiliki bahan yang berkualitas dan awet. Pendaki akan sangat nyaman dan puas memakainya untuk menjelajahi berbagai gunung. Pada kondisi ekstrim dan jam terbang tinggi sepatu gunung bisa bertahan selama 5-7 tahun. Beli sepatu harga malah, worth it, lah! Go a head guys!
  • Kontra beli sepatu gunung mahal. Mendaki gunung cuma untuk hobi sesaat kenapa harus beli sepatu gunung yang mahal. Paling, pendaki naik gunung sebulan 1x. Itu pun kalau ada teman. Karena mendaki bukan profesi, jadi beli saja yang murah. Sayangi uangmu, kalau bisa sisa, nanti bisa buat beli perlengkapan gunung lainnya.

Gambarannya seperti itu. Dan sampai sekarang masih menjadi perbincangan hangat saat pendaki ngobi bareng. Tapi, kalau menurut kami, membeli sepatu gunung merek ternama dengan harga mahal itu worth it! Kenapa?

  • Kualitas terjamin.
  • Safety terjamin.
  • Kenyamanan terjamin.
  • Kebanggaan tersendiri bagi pendaki.
  • Lebih awet dan tahan lama. Jadi, anggap aja investasi pada hobi.
  • Menjadikan pendaki lebih berhati-hati saat pendakian.

So, it’s worth it!

Kesimpulan

Alasan utama kenapa sepatu gunung dibanderol harga mahal karena sepatu gunung terbuat dari bahan material berkualitas tinggi. Misalnya, upper dari kulit Nubuck, insole dari bahan memory foam, lining dari material breathtable, hingga outsole terbaik. Belum lagi ada tambahan lapisan waterproofing Gore-Tex & ultralight. Harga sepatu gunung jadi mahal banget. Tapi, jangan ragu untuk berinvestasi pada sepatu gunung berharga mahal, karena kualitas & kenyamanan telah teruji. Jika ada yang kurang jelas, silakan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar di bawah.

Baca lebih lanjut: 10 Rekomendasi Sepatu Gunung Terbaik [2021] »

Previous Article

Apa Perbedaan Tas Carrier dan Daypack?

Next Article

Cara Menghangatkan Diri di Gunung

Tinggalkan komentar