Manfaat Mendaki Gunung

Banyak pendaki pemula yang mendaki gunung karena diajak dan ikut-ikutan temannya. Namun, setelah mendaki, ternyata mereka senang dan bahkan ketagihan ingin naik gunung lagi. Meskipun demikian, mereka masih bimbang dan belum menemukan manfaat dari mendaki gunung. Apakah mendaki termasuk kegiatan olahraga, atau sekadar hobi untuk bersenang-senang? Satu hal yang pasti, yaitu pendaki pemula pasti merasakan lelah sekaligus senang seusai mendaki. Lantas, apa sebenarnya manfaat mendaki gunung? Berikut 10 manfaat mendaki gunung bagi para pendaki:

Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan di bawah ini. Yuk, baca!

1. Menyehatkan jantung dan menurunkan berat badan

Mendaki merupakan aktivitas fisik yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Demikian menurut Suzanne R. Steinbaum, DO, seorang dokter sekaligus anggota American College of Cardiology dan American Heart Association. Orang yang aktif bergerak, lebih terhindar dari risiko penyakit jantung. Penelitian ilmiah tentang manfaat pendaki gunung untuk kesehatan jantung juga sudah banyak dipublikasi secara internasional.

Tidak hanya itu saja. Mendaki gunung bisa membantu menurunkan berat badan dan mengontrol berat badan agar tetap ideal. Bahkan dapat membakar hingga 5000 kalori. Jadi, lemak tubuh akan terbakar dan berat badan ideal kamu akan tetap terjaga dengan stabil. Berat badan yang sehat, akan menjaga tekanan darah dan gula darah pada tubuh, agar tidak melonjak tinggi. Sebab, berat badan berlebih dapat menaikkan tekanan darah.

Wah, luar biasa, ya. Rupanya, mendaki bukan hanya memerlukan kondisi fisik yang kuat. Akan tetapi, mendaki gunung juga menjadikan fisikmu kuat. Memang benar, saat kamu naik dengan jalan kaki menuju puncak, rasanya berat. Ini karena setiap anggota tubuh kamu, dari bagian luar sampai dalam, melakukan kegiatan fisik yang intens.

Kamu bukan berjalan menapaki medan yang datar, melainkan menanjak bahkan curam. Jika diibaratkan, ini seperti kamu berolahraga dua sampai tiga kali lipat lebih berat daripada biasanya. Namun, tenang saja. Setelah kamu selesai mendaki dan pulang kembali, baru terasa efeknya di tubuh kamu. Justru, rasanya fisik kamu jadi segar bugar.

2. Memperkuat otot tubuh dan memadatkan tulang

Manfaat selanjutnya dari mendaki gunung adalah menguatkan otot tubuh. Terutama, otot bagian glutes atau pantat, paha depan, paha belakang, serta pinggul dan kaki bagian bawah. Mendaki juga dapat memperkuat otot inti tubuh (core). Ini karena saat mendaki, kamu menapaki jalan menanjak sambil menggendong tas gunung yang berat. Otot kamu mengalami kontraksi sehingga menjadi lebih kuat.

Selain itu, mendaki juga dapat meningkatkan kepadatan tulang. Sebab, mendaki termasuk aktivitas olahraga jalan kaki, yang bisa memperkuat jaringan tulang. Nah, menurut artikel website kesehatan resmi Amerika Serikat, WebMD, jalan kaki adalah olahraga menahan beban berat tubuh. Di mana, aktivitas tersebut menjadikan tulang lebih padat dan juga kuat.

Maka dari itu, aktivitas mendaki gunung sangat baik untuk otot dan tulang kamu. Manfaat ini tidak hanya bisa kamu nikmati untuk saat ini. Akan tetapi, manfaatnya baik untuk kondisi fisik kamu dalam jangka panjang. Jika sejak usia lebih muda, kamu aktif bergerak dan berolahraga, maka otot dan tulang kamu akan sehat sampai nanti.

Di samping itu, kamu bisa banget merasakan manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari. Setelah mendaki gunung, akan terasa kalau otot dan tulangmu jadi makin solid. Kamu lebih mudah bergerak dan bahkan lebih fleksibel. Kamu pun tidak gampang capek saat melakukan aktivitas fisik yang lebih intens. Badanmu jadi tidak mudah pegal-pegal karena ototmu lebih kuat sekarang.

3. Meningkatkan keseimbangan tubuh

Pernah, kan, kamu tiba-tiba oleng begitu saja. Biasanya, ini paling sering terjadi pada kaki kita. Saat berjalan, entah bagaimana kamu tersandung dan kehilangan keseimbangan. Kamu pun terhuyung sampai hampir jatuh. Rasanya pasti malu banget. Ini mungkin terkesan sepele tapi sebenarnya penting. Sebab, ini semua tentang keseimbangan tubuh kamu.

Ada kalanya, tubuh kamu belum memiliki keseimbangan yang baik. Dan, ini tidak hanya tentang berjalan kemudian tersandung. Namun, keseimbangan secara keseluruhan. Nah, mendaki adalah salah satu cara yang sangat baik, untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.

Bukan cuma isapan jempol. Ada penjelasan ilmiah di baliknya. Jadi, ketika kamu berjalan di jalur pendakian, kaki dan otot inti kamu selalu tertarik. Lalu, terjadilah kontraksi yang menciptakan keseimbangan, di atas medan yang tidak rata. Saat otot inti tersebut bekerja semakin kuat sepanjang perjalanan, keseimbangan kamu ikut bertambah.

Tidak hanya itu saja yang membuat keseimbangan meningkat. Mendaki juga membantu menciptakan kesadaran pikiran, tentang posisi dan pergerakan tubuhmu. Di mana, tubuh kamu sedang beradaptasi dengan keadaan di sekitarnya.

Saat kamu mendaki, otakmu memproses kondisi medan, termasuk batu dan ranting yang terlihat oleh mata. Kemudian, otak bekerja untuk memberikan respon yang tepat, supaya kakimu bisa melangkah melewati rintangan tersebut. Saat sudah semakin terbiasa, otak kamu jadi semakin cepat beradaptasi menghadapi rintangan ini. Hasilnya, keseimbangan kamu pun meningkat.

Seiring usia kita bertambah, sangat penting untuk terus melatih keseimbangan. Tujuannya tidak lain agar kamu tak mudah terjatuh. Mendaki, adalah cara yang fun banget untuk meningkatkan keseimbangan. Sembari menikmati pemandangan indah di alam terbuka.

4. Menghilangkan stres serta memperkuat mental

Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Dan, mendaki adalah cara yang sangat baik untuk menghilangkan stres kamu. Mendaki gunung merupakan suatu kegiatan yang bisa menjadi mood booster. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Gregory A. Miller, PhD, president of the American Hiking Society.

Menurut Gregory, penelitian menunjukkan bahwa mendaki memberikan efek positif, dalam mengatasi gejala stres dan kegelisahan. Gregory juga mengatakan kalau berada di alam luas sudah menjadi naluri alami di dalam DNA manusia. Artinya, manusia pada hakikatnya memang perlu berada di alam terbuka. Namun, kita terkadang melupakan hal ini.

Sebab, di alam terbuka, kita bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Bahkan cuma menyaksikan matahari terbit, atau hamparan pemandangan di bawah gunung, rasanya menakjubkan. Ketika dimanjakan oleh keindahan alam yang mengagumkan, kita akan merasa senang, dan stres hilang perlahan.

Di samping itu, berada di alam terbuka membuat kamu menyatu dengan alam. Di sisi lain, kamu terputus dari dunia digital. Tidak ada gadget seperti smartphone dan laptop. Tak ada juga koneksi internet. Ini membebaskanmu. Karena, setiap hari bahkan tiap waktu, kamu selalu terhubung dengan smartphone kamu. Benar, kan.

Ini semua juga didukung pernyataan dari Paul Piff, asisten profesor psychology and social behavior di UC Irvine. Menurut Paul, menghabiskan waktu di alam terbuka bisa memunculkan suatu kesadaran. Bahwa ada sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat daripada kita. Perasaan ini menghilangkan stres dan membuat kamu memandang kehidupan dengan positif.

5. Dapat meningkatkan rasa percaya diri

Manfaat mendaki gunung berikutnya adalah dapat meningkatkan rasa percaya diri. Saat kamu melakukan sesuatu yang sulit, rasanya pasti tidak nyaman. Akan tetapi, apa yang kamu rasakan setelah menyelesaikannya? Nah, saat kamu menantang dirimu sendiri dan berhasil menyelesaikannya, muncul perasaan puas dan bangga. Perasaan saat kamu berhasil melakukan sesuatu, inilah yang bisa menjadikanmu percaya diri.

Hal tersebut juga terbukti secara ilmiah. Dibuktikan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Essex, Inggris. Kemudian, dimuat di dalam jurnal kesehatan Enviromental Science & Technology. Di mana, melakukan aktivitas outdoor, seperti berjalan kaki salah satunya, bisa menaikkan mood dan kepercayaan diri.

Bahkan, melakukan kegiatan outdoor cuma selama 5 menit, sudah bisa bikin kamu merasa makin pede. Jadi, bayangkan bagaimana perasaanmu setelah mendaki selama 3-5 hari atau bahkan seminggu. Mendaki gunung bisa membuat kamu merasa lebih kuat, mampu dan mandiri. Kamu akan siap mengatasi berbagai rintangan di hadapanmu.

Ini bukan hanya opini, lho. Selain sudah terbukti secara ilmiah, coba kamu pikirkan dengan logis saja. Buktinya, kamu yang tadinya tidak yakin kuat mendaki, ternyata sampai juga ke puncak. Setelah dijalani pun, ternyata tidak menakutkan seperti yang kamu bayangkan. Berat dan menantang memang. Tapi, apa yang kamu dapatkan sepadan dengan upaya kamu kamu lakukan.

Kamu bisa menikmati pemandangan indah yang istimewa. Keindahan alam gunung yang tidak dijamah tangan manusia. Bunga-bunga edelweiss, sabana, hutan dengan pepohonan hijau, bahkan kawah yang cantik. Kalau gunung setinggi itu bisa kamu daki. Kamu pasti bisa menaklukkan rintangan apapun di depanmu.

6. Menghilangkan insomnia dan memperbaiki kualitas tidur

Mendaki termasuk aktivitas olahraga. Dan, penelitian menunjukkan manfaat olahraga secara rutin. Salah satunya yakni membantu menghilangkan insomnia dan memperbaiki kualitas tidur. Diyakini, sebabnya yaitu olahraga mampu menstabilkan mood dan mengurangi tekanan di dalam pikiran. Jadi, tubuh kamu bisa rileks.

Hal ini didukung oleh pernyataan dari Charlene Gamaldo, M.D. Charlene adalah seorang medical director John Hopkins Center for Sleep, di Howard County General Hospital. Menurut Charlene, sejumlah penelitian membuktikan bahwa olahraga membantu kamu tidur lebih cepat. Juga meningkatkan kualitas tidur.

Selain itu, ada teori lainnya lagi. Jadi, saat kamu berada di luar ruangan, kamu akan terpapar cahaya alami matahari. Nah, ini bisa memengaruhi pola tidur kamu. Ini disebutkan di dalam buku berjudul Sleep Smarter karya Shawn Stevenson. Di dalam bukunya dijelaskan, bahwa paparan sinar matahari pagi, sangat penting untuk memproduksi melatonin pada malam hari. Melatonin, adalah sleep hormone atau hormon tidur.

Jadi, ini semua erat kaitannya dengan mendaki. Di mana, mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas fisik yang intens. Bahkan, bisa dibilang berat karena melalui medan yang juga ekstrem. Namun, manfaat yang kamu dapat juga besar. Terutama, bisa membuat kamu tidur lebih nyenyak.

Apalagi, saat kamu baru pulang mendaki. Kamu akan merasa lelah selelah-lelahnya. Bahkan, kamu seakan sulit memikirkan apa-apa lagi. Yang kamu butuhkan hanya tidur untuk mengembalikan energi. Maka dari itu, kamu pasti akan tidur nyenyak. Deep sleep. Kemudian, kamu bangun pagi dalam keadaan sangat segar.

7. Meningkatkan fungsi otak dan mempertajam daya ingat

Saat kamu melakukan kegiatan fisik seperti mendaki, maka darah di dalam tubuh akan mengalir ke otak. Aliran darah ini membawa oksigen dan nutrisi penting lainnya. Hal tersebut didukung oleh Dr. Scott McGinnis, seorang instruktur neurologi atau ahli saraf di Harvard Medical School.

Menurut Dr. Scott, olahraga atau kegiatan fisik semacamnya, dapat meningkatkan daya ingat. Juga mampu mempertajam kemampuan berpikir. Semuanya terjadi secara langsung dan tidak langsung. Efeknya secara langsung pada tubuh, yaitu merangsang perubahan fisiologis. Seperti mengurangi peradangan dan ketahanan insulin.

Selain itu, efek tersebut juga membentuk senyawa kimia penting. Yaitu, senyawa yang memengaruhi pembentukan pembuluh darah baru di dalam otak. Bahkan, efeknya dapat meningkatkan kekuatan sel-sel otak. Sekaligus, membuat sel-sel otak jadi lebih sehat.

Tak hanya itu saja. Efek dari olahraga tersebut juga memperbesar ukuran bagian otak tertentu. Yaitu, bagian yang berfungsi untuk mengontrol pikiran dan daya ingat. Sehingga, bagian otak tersebut jadi lebih besar ketika kamu berolahraga. Dibandingkan dengan saat kamu tidak berolahraga. Hal ini juga disampaikan oleh Dr. Scott.

Kemudian, menurut berbagai penelitian lainnya, orang berusia lanjut yang berolahraga mengalami peningkatan daya ingat. Kalau dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan olahraga.

Nah. Seringnya kita merasa terlalu sibuk dan tak punya waktu untuk mendaki. Padahal, banyak penelitian yang membuktikan bahwa olahraga, seperti mendaki, bisa membantu kita agar lebih fokus. Juga meningkatkan kemampuan untuk memproses informasi, sehingga kita jadi lebih produktif.

8. Memiliki komunitas yang positif serta menambah teman

Mendaki merupakan cara yang sangat baik untuk membangun komunitas. Aktivitas mendaki gunung bukan cuma mengenalkanmu kepada banyak teman. Akan tetapi, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan suatu bentuk dukungan sosial. Kan, kamu dan pendaki lainnya saling mendukung dan membantu saat mendaki. Ini menjauhkan perasaan ragu, khawatir dan ketakutan.

Mungkin, bagi seorang pendaki pemula, cukup sulit mencari teman untuk mendaki gunung. Khususnya, yang mau diajak mendaki bareng. Tenang saja, karena kamu bisa menemukan teman mendaki di media sosial. Bergabunglah di akun-akun dan grup komunitas pendaki online. Aktiflah bertanya dan berinteraksi di sana.

Tidak hanya itu saja. Sebelum mendaki, kamu juga bisa mengikuti kegiatan komunitasnya. Misalnya, seperti gathering atau wisata alam tanpa mendaki. Kalau kamu sedang mencari komunitas yang seru, cobalah berkumpul dengan para pendaki gunung. Ini adalah cara yang asyik untuk bertemu teman baru dan orang-orang yang sepemikiran denganmu.

Dalam jangka panjang, kalau kamu terbiasa mendaki, ini juga berpengaruh positif terhadap kesehatan fisikmu. Bahkan, mendaki juga menciptakan perasaan utuh di dalam diri sendiri. Kamu akan merasa nyaman dan aman, baik secara sosial dan emosional.

Nah, yang bisa merasakan manfaat mendaki gunung, adalah tubuh dan pikiranmu. Kamu akan menyadari, bahwa setiap detik yang kamu habiskan di alam terbuka, sangat bagus untuk jiwamu. Hal ini juga didukung oleh sejumlah penelitian yang sudah kamu baca. Namun, kamu bisa buktikan sendiri saat mendaki. Kamu akan kelelahan, tapi puas dan merasa seperti terlahir kembali, setelah mendaki gunung.

9. Mendapatkan kesenangan dan kegembiraan

Setiap orang memerlukan hiburan di sela-sela kesibukannya. Tentunya ini termasuk kamu juga. Apalagi, jika kamu disibukkan dengan pekerjaan kantor setiap hari. Belum lagi, masih harus mengurus dan membereskan rumah. Rasa penat yang melanda tidak bisa dihindarkan. Hiburan dan liburan menjadi sesuatu yang bisa menyegarkan pikiran.

Mendaki gunung merupakan salah satu cara terbaik untuk membuat pikiran kita segar kembali. Aktivitas mendaki memang memerlukan stamina. Juga harus dilakukan dalam kondisi fisik dan mental yang baik. Kedengarannya berat, ya. Akan tetapi, saat sudah mendaki, kamu akan lupa tentang semua hal yang bikin kamu cemas.

Justru, kamu akan merasakan kesenangan dan kegembiraan. Sebab, kamu bertemu dengan sesama pendaki. Para pendaki ini adalah orang-orang yang punya hobi dan sudut pandang sama denganmu. Selain itu, kamu punya satu tujuan besar untuk dicapai, yaitu puncak gunung. Ini memicu adrenalin serta membangkitkan semangatmu.

Apalagi, di sepanjang perjalanan, kamu hanya akan menyaksikan pemandangan alam liar. Melihat pohon-pohon, rerumputan, flora dan fauna, membuatmu sadar akan keindahan alam. Bahkan, kamu serasa melebur jadi satu dengan alam di sekitarmu. Ini menciptakan perasaan damai dan bahagia yang sulit kamu ungkapkan dengan kata-kata.

Sebab, pada hakikatnya manusia dan alam itu saling membutuhkan. Kita hidup dari alam, bukan. Kita mendapatkan semua kebutuhan sandang, pangan dan papan, dari alam. Jadi, saat kamu berkesempatan mendaki, kamu melihat alam dengan cara yang berbeda. Bahwa alam juga memiliki nyawa sendiri. Bahwa alam juga hidup dan bernapas dengan segala keindahannya.

10. Menyembuhkan diri dari trauma masa lalu

Manfaat mendaki gunung yang terakhir adalah dapat menyembuhkan diri dari trauma atau luka di masa lalu. Berada di alam terbuka, seperti saat mendaki, dapat menjadikan mentalmu lebih sehat. Mendaki gunung juga merupakan kegiatan yang bermanfaat di waktu luang. Terutama, apabila kamu memiliki suatu trauma masa lalu. Setiap orang pasti punya trauma tersendiri, sekecil apapun itu. Tidak jarang, trauma ini memicu kegelisahan. Bahkan, membuat kita depresi.

Namun, ada penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Stanford. Menurut hasil penelitian tersebut, menghabiskan quality time di alam terbuka, bisa meredakan stres, mengurangi kecemasan dan menghilangkan depresi. Di mana, ini juga bisa memberikan efek yang baik dalam mengatasi trauma kamu.

Sebab, terkadang trauma menghambat langkah seseorang untuk maju. Seakan muncul ketakutan setiap kali akan melangkah, atau kembali bangkit dari keterpurukan. Muncul perasaan takut kalau akan terulang kejadian yang sama. Kesalahan yang sama. Padahal, manusia tidak ada yang sempurna. Dan, kesalahan serta ketidakberuntungan biasa dialami oleh siapa saja.

Nah, dengan mendaki gunung, semua pikiran buruk akan terhapus perlahan. Saat mendaki, panca indra kamu jadi lebih peka terhadap lingkungan sekitarmu. Ini dapat meningkatkan persepsi sensorik, yang mana membuat kamu jadi lebih sensitif. Melihat, menghirup udara dan merasakan suasana alam terbuka, akan membuatmu berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan masa lalu.

Mudah mengatakannya, tapi untuk berdamai dengan pikiranmu sendiri memang tidak gampang. Namun, dengan membebaskan diri di alam liar, pikiran kamu akan ikut terbebas. Kamu bisa menerima diri sendiri yang rapuh. Begitu terjadi penerimaan diri, maka belenggu trauma perlahan lepas darimu. Karena kamu sendiri yang melepaskannya. Kamu berhenti berpegangan erat pada trauma itu. Kamu pun siap membuka lembaran baru.

Percayalah bahwa ada banyak manfaat dari mendaki gunung. Dan faktanya mendaki itu sangat menyenangkan. Kamu baru akan tahu euforia mendaki, jika sudah melakukannya. Tak ada penyesalan yang akan kamu dapatkan. Hanya kesenangan yang pasti akan kamu rasakan. Tidak ada aktivitas yang sangat melelahkan sekaligus membahagiakan daripada mendaki gunung. Apalagi, kalau kamu berkesempatan pergi bersama orang-orang terdekatmu. Kamu mungkin akan ketagihan mendaki. Ayo, berangkat!

Baca lebih lanjut: Alasan Orang Suka Mendaki Gunung »

Previous Article

Jalur Pendakian Gunung Slamet

Next Article

Cara Mengatasi Kaki Dingin di Gunung

Tinggalkan komentar