Tips Kedinginan di Gunung

Hampir setiap bulan selalu ada pendaki gunung yang dievakuasi tim SAR karena kelelahan, kedinginan dan sakit saat pendakian. Kasus paling banyak adalah pendaki mengalami kedinginan di gunung sampai menggigil dan pucat. Kenapa kejadian ini terus berulang? Karena banyak pendaki pemula yang nekat muncak tanpa perlengkapan hiking yang memadai. Bahkan pendaki pemula banyak yang meremehkan teknik layering pakaian, sleeping sistem hingga aklimatisasi. Moto mereka adalah “Wis pokoke nanjak! Urusan liane pikir keri”.

Ego masa muda yang menggebu-gebu tanpa dibekali pengetahuan yang lengkap hanya membawa resiko. Akibatnya, banyak pendaki pemula yang sakit saat di gunung. Ada yang kedinginan, menggigil, mual, pusing, wajah pucat, acute mountain sickness hingga hipotermia. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, Nyawa pendaki bisa tidak tertolong.

Di sini, kami hanya ingin berbagi pengetahuan untuk mencegah hal-hal tersebut. Kami akan membagikan tips untuk mengatasi kedinginan di gunung. Berikut 10 tips mengatasi kedinginan di gunung:

Jika kamu bisa menerapkan dengan baik, kamu akan sembuh dari kedinginan dengan cepat. Untuk lebih jelasnya, baca pembahasan sampai selesai.

1. Cukupi kebutuhan kalori tubuh

Penyebab umum pendaki gunung merasa kedinginan adalah kekurangan kalori, penurunan metabolisme tubuh dan terpapar cuaca ekstrim. Ketiga hal tersebut saling berhubungan saat seseorang tiba-tiba kedinginan di gunung. Kami akan membahasnya satu per satu.

Kekurangan kalori adalah penyebab awal kenapa pendaki pemula merasa kedinginan. Saat tubuh kekurangan kalori, tubuh tidak mendapatkan cukup bahan bakar untuk memproduksi panas. Akibatnya, bagian-bagian ujung tubuh akan kekurangan panas. Dan bagian-bagian indra perasa akan merasakan kedinginan. Misalnya, ujung kaki, telapak tangan, leher, dan telinga.

Jika kondisi tersebut kamu diamkan, metabolisme tubuh akan terganggu. Karena tubuh akan mencari glikogen, lalu mengubahnya menjadi glukosa untuk mendapatkan energi dan mempertahankan panas tubuh. Kondisi menipisnya glikogen membuat kadar gula darah rendah. Akibatnya, suhu tubuh mendadak turun dan pendaki kedinginan.

Solusi dari keadaan tersebut sederhana, yaitu makan. Ya, tips kedinginan di gunung adalah makan makanan yang mengandung kalori berkualitas. Sumber makanan hangat dan mengandung karbohidrat sangat bagus untuk mengatasi kedinginan. Misalnya, roti gandum, sosis, daging ayam goreng, umbi rebus, kentang hingga kacang-kacangan. Makanan yang mengandung gula alami juga sangat cepat membantu menyeimbangkan metabolisme tubuh. Misalnya, madu, gula aren, dan cokelat bubuk. Dan pastikan kamu mencukupi kebutuhan kalori harian tubuh selama pendakian. Jika jumlah yang kamu konsumsi tepat, kamu tidak akan kedinginan sampai menggigil.

2. Pakai pakaian dengan teknik layering system

Pendaki gunung asal Irlandia berkata, “Tidak ada cuaca buruk di alam, yang ada, kamu tidak membawa perlengkapan mendaki untuk menghadapi cuaca tersebut.”. Ya, perlengkapan mendaki adalah kunci untuk melawan hawa dingin di gunung.

Pada pembahasan sebelumnya, kami sudah menyampaikan salah satu penyebab pendaki kedinginan adalah cuaca ekstrim di gunung. Kami akan membagikan tips mengatasi kedinginan dengan cara memilih pakaian gunung yang tepat. Teknik ini disebut dengan layering system.

Layering system adalah teknik memilih pakaian untuk menghadapi berbagai cuaca di gunung, mulai dari cuaca panas, berangin, hingga hujan. Bagi yang belum tahu, cuaca di lembah dan di atas gunung itu berbeda. Di basecamp panas, di atas gunung badai. Di area hutan, hujan lebat, di puncak cerah. Aneh, bukan? Ya, ini karena 3 faktor alam, yaitu: ketinggian, formasi awan dan jenis angin yang dominan. Dengan memahami ilmu layering system ini, kamu dapat terhindar dari kedinginan saat di gunung.

Sampai di sini paham ya? Yuk, lanjut.

Layering system membagi pakaian pendaki menjadi 3 lapisan, yaitu: base layer, mid layer dan outer layer.

1. Pakaian base layer

Base layer adalah lapisan pakaian terdalam yang melekat langsung dengan kulit pendaki. Pakaian base layer pasti akan sering basah karena keringat. Kami merekomendasikan pendaki pemula untuk membeli pakaian base layer yang berbahan polyester.

Pakaian yang berbahan dasar polyester cenderung cepat kering (quick dry). Biarpun basah karena keringat atau air hujan, pakaian akan cepat kering saat terkena angin atau panas. Jadi, kamu tidak kedinginan. Contoh pakaian base layer: kaos quick dry, celana quick dry hingga pakaian dalam sport quick dry.

Catatan: hindari memakai pakaian berbahan katun tebal pada base layer. Hal ini dikarenakan pakaian jenis tersebut sangat susah kering saat sudah basah.

2. Pakaian mid layer

Mid layer adalah lapisan pakaian pada bagian tengah pada teknik layering system. Fungsi utama dari pakaian mid layer adalah untuk menghangatkan tubuh. Pakaian mid layer akan sering kamu pakai saat beraktivitas di gunung, contohnya:

  1. Saat kamu tracking pada cuaca cerah tapi suhu udara dingin.
  2. Saat kamu beraktivitas di luar tenda pada malam hari.
  3. Saat pendaki merasa kedinginan di dalam tenda.

Maka dari itu, pilihlah pakaian mid layer yang memiliki teknologi untuk menghangatkan tubuh. Kami merekomendasikan kamu memilih jaket dengan bahan polar atau bulu angsa (down jacket). Kedua jenis jaket ini memiliki fitur untuk menghalau hawa dingin dari luar tubuh dan memerangkap suhu panas yang dikeluarkan tubuh. Dengan demikian, kamu akan merasa hangat biarpun cuaca dingin.

3. Pakaian outer layer

Outer layer adalah lapisan pakaian paling luar dari pendaki gunung. Pakaian outer layer memiliki fungsi untuk menghalau angin, hujan atau bahkan salju. Dengan begitu, kamu perlu memilih jaket yang memiliki teknologi wind breaker, water proof dan warm system. Kami merekomendasikan untuk membeli jaket outer layer yang mahal sekalian. Karena pakaian outer layer ini adalah perlindungan terluar dari hawa dingin di gunung.

Catatan: Pendaki pemula wajib memahami teknik layering system agar terhindar dari kedinginan dan hipotermia. Jadi, saat cuaca cerah, kamu bisa pakai base-mid layering. Pada cuaca dingin dan hujan kamu bisa memakai base-mid-outer layering. Saat di luar tenda kamu bisa memakai base-mid layer. Jadi, pengaplikasiannya sesuai kondisi di gunung.

3. Pakai minyak kayu putih pada area nadi besar di tubuh

Di rumah, banyak orang tua kita mengajarkan untuk mengoleskan balsem saat merasa dingin. Akan tetapi, apabila kamu aplikasikan teknik itu di gunung, hasilnya berbeda. Memang, 1-5 menit pertama akan terasa hangat. Akan tetapi, setelah itu kamu akan merasakan dingin dan kebas.

Untuk menghangatkan pendaki yang kedinginan kami menyarankan untuk memakai minyak penghangat tubuh. Misalnya, minyak kayu putih. Minyak kayu putih lebih tahan lama dalam memberikan kehangatan pada pendaki yang kedinginan. Untuk cara pengaplikasiannya, oleskan minyak kayu putih ke area nadi besar di tubuh. Misalnya, di pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, belakang lutut, dan area dada bagian atas.

4. Lindungi semua titik paling sensitif dingin di tubuh dan selimuti tubuh dengan emergency blanket

Tubuh manusia memiliki indera perasa yang sangat peka terhadap hawa dingin. Misalnya, telapak kaki, telapak tangan, leher, telinga dan tengkuk. Hal ini dikarenakan area tersebut memiliki ujung saraf perasa yang sangat sensitif. Jika kamu mulai merasa kedinginan saat di gunung, mulailah menutup semua titik tersebut.

Kami merekomendasikan beberapa perlengkapan penghangat tubuh:

  • Telapak kaki hangatkan dengan kaos kaki tebal.
  • Telapak tangan hangatkan dengan sarung tangan tebal.
  • Area inti tubuh atau core hangatkan dengan jaket bulu angsa atau jaket polar.
  • Area leher dan tengkuk hangatkan dengan syal atau buff.
  • Area telinga hangatkan dengan penutup telinga. Kamu bisa memakai buff, hoodie jacket ataupun topi penghangat telinga.
  • Jika masih terasa dingin, sebaiknya kamu segera masuk tenda, pakai emergency blanket dan sleeping bag.

5. Minum minuman hangat yang memiliki kandungan jahe

Ada mitos yang mengatakan, untuk menghangatkan diri kamu perlu minum alkohol. Ini tidak benar. Kami tidak merekomendasikan minum alkohol saat kedinginan di gunung. Memang, alkohol akan membuat sensasi terbakar dan hangat ditenggorokan dan perut. Tapi, itu hanya sesaat. Kemudian, pembuluh darah di tubuh akan melebar. Organ tubuh bekerja lebih ekstra. Akibatnya, detak jantung meningkat. 2-5 menit mendadak tubuh merasa hangat. Tapi, itu sensasi sesaat.

Setelah proses itu berakhir, metabolisme tubuh terganggu, kerja organ tubuh melemah dan suhu tubuh mendadak turun. Niat hati ingin hangat, kamu malah menggigil nggak karuan. Ini solusi yang tidak benar saat di gunung. Terlebih, kamu akan terpapar udara dingin terus menerus.

Kami merekomendasikan untuk minum minuman penghangat tubuh yang memiliki kandungan jahe. Kamu dapat menyedu jahe geprek, wedang uwuh, Sariwangi hingga susu jahe. Menurut Dr. Raymond, Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences, senyawa aktif di dalam jahe (gingerol) memiliki kemampuan antioksidan, antiimflamasi dan menghangatkan tubuh. Pada jumlah yang tepat, pendaki yang mengkonsumsi minuman jahe akan lebih cepat pulih dari kedinginan.

Catatan: Selain jahe dan rempah-rempah. Kamu juga dapat menghangatkan tubuh dengan memakan merica mentah kering. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh penduduk gunung Slamet saat udara dingin. Sekali makan 7-9 butir. Kunyah pelan sampai lembut dan telan. Kamu dapat meningkatkan jumlah merica, jika kamu masih kedinginan. Ingat! Jangan melakukan teknik ini saat perut kosong. Minimal makan dulu.

6. Lakukan olahraga ringan untuk menghangatkan tubuh

Kamu sudah makan makanan berkalori, kamu sudah minum jahe, tapi masih merasa kedinginan? Itu tandanya, kamu terlalu lama diam saat pendakian. Pendaki yang tidak melakukan aktifitas di gunung memberi sinyal kepada tubuh untuk menurunkan metabolisme tubuh. Atau bahasa sederhananya, mengistirahatkan tubuh. Kondisi ini sering terjadi saat pagi hari, di mana, pendaki gunung bangun dan keluar dari tenda.

Pada kondisi bangun pagi, tubuh telah menurunkan penjagaannya terhadap serangan hawa dingin. Maka dari itu, saat kamu keluar dari tenda, kamu akan merasa kedinginan. Jika kamu tetap tidak bergerak, kamu akan lebih merasa kedinginan dari pada sebelumnya.

Solusi dari kami sederhana, kamu perlu melakukan olahraga ringan. Kamu dapat berjalan-jalan sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangan. Jika telapak tangan sudah mulai hangat tempelkan ke pipi, leher, telinga dan tengkuk. It’s work! Coba aja dulu!

Jika masih belum hangat, kamu dapat memaksa tubuh untuk meningkatkan ritme metabolismenya. Caranya mudah, lakukan pemanasan, seperti: push up, burpee press, senam, hingga lari naik turun gunung. Cukup 10 menit, metabolisme tubuh akan kembali on fire dan kamu akan merasa lebih hangat.

7. Dekatkan diri ke sumber panas

Mendekatkan diri ke sumber panas adalah salah satu tips klasik untuk mengatasi kedinginan di gunung. Ada beberapa metode yang bisa kamu coba:

  • Pertama, berjemur di bawah terik matahari. Para pendaki yang baru bangun pagi sering kedinginan sebelum melakukan summit attack. Untuk mengatasi kedinginan, mereka biasanya sarapan pagi terlebih dahulu, setelah itu berjemur di area terbuka. Panas matahari akan menghangatkan tubuh secara bertahap.
  • Kedua, dekatkan tubuh ke sumber api. Kamu dapat menggunakan api unggun maupun kompor. Api dapat menyebarkan kalor panas kesekitarnya. Jadi, kamu akan merasa hangat.
  • Ketiga, dekap termos yang berisi air panas. Teknik ini memanfaatkan hukum asas black. Di mana, kalor akan berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Jadi, saat kamu kedinginan, kamu kekurangan kalor maka kamu perlu mendapatkan kalor agar hangat. Termos yang berisi air hangat akan terasa hangat. Saat kamu peluk, kalor dari termos akan pindah ke tubuhmu. Jika kamu memeluk termos hangat di dalam sleeping bag, maka kalor tidak akan keluar dari dalam sleeping bag. Dan akhirnya, kamu akan merasa hangat.

8. Jangan berdiam diri terlalu lama selama perjalanan, rencanakan istirahat teratur tetapi singkat

Semakin tinggi posisimu di gunung, udara di sekitar akan semakin dingin. Hal ini ada kaitannya dengan angin, kondisi kelembaban lingkungan dan cuaca. Banyak pendaki senior yang menyarankan untuk tidak berlama-lama saat beristirahat. Kecuali, kamu sudah sampai di area camping ground.

Kami merekomendasikan untuk tidak berdiam diri terlalu lama selama perjalanan mendaki gunung. Maksimal 10 menit saja. Hal ini dikarenakan tubuh akan kembali ke kondisi istirahat saat kamu berdiam diri terlalu lama. Dan jika memasuki kondisi tersebut, kamu perlu 10 menit pemanasan untuk membuat tubuh kembali on fire.

Tips mencegah kedinginan di gunung, kamu lebih baik terus berjalan dengan langkah kecil. Intinya, terus bergerak agar tubuh tetap hangat. Atur ritme langkah dan nafas agar selaras. Jika detak jantung terlalu cepat, ambil istirahat sejenak. Jika detak jantung sudah stabil, silakan kembali jalan. Teknik ini akan membuat tubuh tetap hangat selama perjalanan.

Catatan: Idealnya, pendaki yang dapat menyelaraskan ritme langkah dan nafas dengan baik, dia dapat berjalan selama 1 jam. Tanpa terengah-engah. Setelah itu, dia dapat mengambil istirahat 5-10 menit untuk minum atau makan cemilan. Dan lanjut perjalan lagi.

9. Disiplin mengecek kondisi tubuh, dan jaga agar tetap hangat

Kondisi tubuh pendaki selalu berubah saat menghadapi berbagai cuaca di gunung. Kami merekomendasikan untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh setiap saat.

  • Apakah bibir mulai kering?
  • Apakah mulut mulai lengket?
  • Apakah kaki mulai gemetar?
  • Apakah bagian tubuh mulai dingin, pucat atau bahkan mati rasa?
  • Apakah tubuh kelelahan?

Tips kedinginan di gunung berikutnya adalah melakukan controlling secara teratur. Dengan melakukannya secara terus menerus, kamu akan paham gejala kedinginan dan dapat segera mengatasinya sebelum menjadi parah. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari kedinginan. Karena sebelum tubuh merasa dingin, tubuh pasti akan memberikan petunjuk melalui tubuh. Kenali gejala tersebut dan obati sesegera mungkin.

10. Hindari aksesories dan pakaian ketat

Banyak pendaki pemula yang nekat untuk memakai pakaian ketat untuk naik gunung. Ada yang beralasan agar dapat berswafoto dengan cantik. Dan ada juga agar tetap terlihat fashionable. Khusus untuk di gunung, kamu perlu berpakaian dengan benar. Hindari aksesories dan pakaian ketat. Aksesories dan pakaian ketat akan menekan pembuluh darah di tubuh. Akibatnya, aliran darah terganggu.

Bagian tubuh yang sedang bekerja ekstra akibat aktivitas mendaki membutuhkan darah yang kaya nutrisi dan oksigen. Jika kekurangan, maka bagian tubuh tersebut akan menjadi pucat dan dingin. Ini gejala anemia dan kedinginan. Saat melakukan evakuasi korban kedinginan, para tim SAR biasanya melepas semua aksesories korban dan mengganti pakaian korban dengan pakaian yang lebih longgar dan lebih hangat.

Pasien akan dipijat dan diurut agar pembuluh darahnya kembali berjalan dengan lancar. Jika pasien sudah lebih mendingan, pasien dipaksa untuk minum minuman hangat dan makan. Kami menyarankan untuk tidak menggunakan jeans, celana legging ataupun pakaian ketat saat naik gunung. Pilih pakaian longgar dengan bahan quick dry. Dan aplikasikan layering system dengan benar. Jika kamu melakukan system layering dengan benar, kamu akan terhindar dari kedinginan.

Demikian pembahasan dari topik “tips kedinginan di gunung”. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk para pendaki pemula. Apabila kamu memiliki tips yang lain, silakan tulis di kolom komentar ya. Mari berbagai informasi penting untuk mengurangi korban pendaki kedinginan di gunung. Salam lestari.

Baca lebih lanjut: Tips Memasak di Gunung »

Previous Article

Cara Sholat di Gunung

Next Article

Tips Agar Tidak Bab di Gunung

Tinggalkan komentar