Tips Merawat Tas Gunung

Pendaki pemula biasanya sangat girang saat membeli tas gunung untuk pertama kalinya, barangkali kamu juga. Kamu pun pasti bangga dan bahkan sayang dengan tas gunung milik kamu. Kamu tidak mau tas kesayangan kamu cepat rusak, sehingga kamu berusaha merawatnya dengan benar. Mungkin, kamu mencari-cari tips merawat tas gunung di internet. Atau bahkan sampai bertanya kepada senior pendaki. Namun, belum ada penjelasan yang menurutmu tepat, bahkan cenderung sulit dipahami.

Nah, dalam artikel ini kami akan membagikan tips merawat tas gunung agar awet & selalu terlihat baru. Berikut 10 tips merawat tas gunung:

Ingin tahu tips lengkapnya? Yuk, baca sampai selesai!

1. Langsung membersihkan tas gunung saat kondisinya kotor

Tips merawat tas gunung pertama yang akan kami bagikan adalah selalu membersihkan tas gunung saat kondisinya kotor. Jangan nanti-nanti, karena kotoran membandel semakin lama berdiam di tas semakin sulit dibersihkan.

Saat kamu baru pulang mendaki, tas gunung kamu pasti kotor. Sebab, ada banyak debu dan tanah yang menempel. Belum lagi, jika tas gunung kamu terkena lumpur yang akhirnya mengering. Nodanya pun menempel dan belum hilang. Untuk itu, saat tas gunung dalam kondisi kotor, kamu perlu langsung membersihkannya.

Caranya sederhana, kok. Pertama-tama, kosongkan tas gunung kamu dengan mengeluarkan semua isinya. Pastikan kamu cek semua kantong tas sampai yang paling kecil. Buka semua ritsleting agar tidak ada barangmu yang masih tertinggal di dalam tas. Jika sudah, kamu bisa mulai dengan membalik tas gunung kamu. Apa maksudnya membalik tas?

Yaitu membalik posisi tasnya saja. Jadi, bagian dasar tas gunung ada di atas. Sementara, bagian atasnya ada di bawah. Kalau tas gunung kamu sudah kamu terbalik seperti ini, kamu bisa membersihkannya. Pertama, bersihkan dahulu bagian dalam tas gunung. Gunakan tangan untuk membersihkan debu dan kotoran di dalamnya.

Nah, saat membersihkan, kamu akan merasakan dengan tanganmu. Apakah di dalam tas tersebut debunya sedikit atau banyak. Kalau debunya sedikit, maka kamu cukup menepuk-nepuknya hingga bersih dengan tangan. Akan tetapi, kalau terasa debunya banyak, kamu dapat gunakan alat bantu seperti sikat yang lembut, atau kain kering yang bersih, atau kanebo basah untuk membersihkan.

Caranya juga sama seperti tadi. Hanya saja, kali ini kamu menggunakan alat bantu pembersih. Gosokkan sikat atau kain atau kanebo basah, di seluruh bagian dalam tas. Pastikan semua debu, terutama biasanya pasir dan tanah, hilang dari tas gunung kamu.

2. Tidak mencuci tas gunung dengan deterjen yang keras

Setelah tas gunung kamu bersih bagian dalamnya, coba cek lagi. Kamu juga perlu menghentakkan tas kamu dalam posisi terbalik. Di mana, bagian atasnya, dengan ritsleting terbuka, berada di bawah. Kamu tidak akan menyangka betapa tebal sebenarnya debu yang masih tersembunyi.

Sekarang, tas gunung kamu kelihatannya sudah tidak berdebu parah. Bahkan, tasnya juga terlihat bersih. Namun, kamu perlu ingat bahwa tas gunung tidak hanya menyerap debu dan kotoran. Tapi juga menyerap keringat dan minyak dari tubuh kamu. Seiring berjalannya waktu, ini bisa membuat kain tasnya gampang kucel dan rusak.

Maka dari itu, cuci dahulu tas gunung kamu sampai bersih. Baru, setelah itu tasnya disimpan. Untuk mencuci tas gunung, hindari menggunakan mesin cuci. Akan lebih baik juga kalau kamu tidak mengeringkannya dengan menggunakan dryer. Kemudian, idealnya kamu gunakan air hangat untuk mencucinya.

Lalu, hindari menggunakan deterjen karena mengandung bahan kimia keras. Deterjen bisa merusak bahan tas gunung, dan membuat warnanya pudar. Ganti dengan sabun mandi atau sampo dengan kadar pH netral. Selain itu, disarankan kamu mencuci dengan tangan. Gunakan bantuan spons atau sikat mencuci yang paling lembut. Basuh dan gosok seluruh bagian tas mulai dari luar sampai dalam. Sikat lebih ideal untuk membersihkan bekas noda debu dan kotoran.

Namun, saat menggosok tas gunung ketika basah, kamu bisa gunakan spons. Gosok semua bagiannya sampai rata. Setelah itu bilas dengan air bersih. Oh iya, sedikit tips untuk membersihkan noda membandel. Biar nodanya hilang, rendam dahulu tas gunung kamu dengan air yang dicampur sabun atau sampo. Biarkan selama beberapa jam. Dengan begitu, noda akan mudah dibersihkan.

3. Membiarkan tas gunung kering dengan sendirinya setelah dicuci

Tentu kamu terbiasa menjemur baju di bawah terik sinar matahari. Terutama, setelah kamu mencuci baju sehingga baju-bajunya masih dalam kondisi basah. Inginnya baju tersebut cepat kering. Juga tidak apek jika dijemur dengan terkena sinar matahari di luar. Akan tetapi, berbeda dengan cara mengeringkan tas gunung.

Kamu tidak disarankan mengeringkan tas gunung di bawah terik matahari. Namun, cukup gantungkan di dalam rumah saja. Kemudian, biarkan tas gunung kamu kering dengan sendirinya. Setelah terkena hembusan udara dan angin. Ada sebabnya kenapa tas gunung sebaiknya tidak dikeringkan di bawah sinar matahari.

Hal tersebut karena sinar matahari langsung bisa membuat tas gunung cepat kusam. Sinar ultraviolet (UV) akan membuat kain tas gunung lebih mudah aus. Jadi, selain membuat warnanya pudar, kain tasnya juga bisa berubah teksturnya, bahkan menipis. Jadi, hindari mengeringkan atau menjemurnya di bawah terik matahari langsung.

Di samping itu, menggunakan pengering seperti dryer juga tidak disarankan. Ini bisa memberikan pengaruh yang tidak jauh berbeda dengan sinar matahari. Kain tas gunung kamu jadi lebih cepat rusak kalau dikeringkan dengan cara ini. Jadi, cara yang tepat untuk mengeringkannya adalah dengan menggantungnya di dalam ruangan.

Jika kamu mengeringkan dengan benar, maka tas kamu pasti bakal awet. Bukan hanya bersih, tapi tas kesayangan kamu bisa selalu kelihatan baru. Kelihatannya sepele, tapi memang sepenting itu cara mengeringkan tas gunung yang tepat.

4. Memerhatikan serta merawat ritsleting tas gunung

Tahukah kamu bahwa ritsleting menjadi bagian yang sangat penting dari tas gunung? Bayangkan saja, kalau ritsleting tas kamu macet atau sebaliknya tidak bisa ditutup. Kamu jadi tidak bisa menggunakan tas gunung kamu sebagaimana mestinya. Maka dari itu, perlu perawatan tambahan khusus untuk ritsleting.

Kamu bisa menggunakan sikat gigi, baik yang baru maupun yang bekas. Pastikan memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut. Fungsi dari sikat gigi ini dikhususkan untuk membersihkan ritsleting. Selain itu, kamu juga boleh menggunakannya untuk bersihkan lipatan-lipatan tas gunung. Biasanya, spon atau lap kain sulit menjangkau bagian ini.

Kemudian, saat mencuci tas gunung, hati-hati waktu membersihkan ritsleting. Sebab, ritsleting beserta jahitannya itu lebih mudah rusak. Di samping itu, ada merek-merek tas yang gunung dengan ritsleting yang tahan air. Ada lapisan waterproof yang melindungi ritsleting tersebut. Nah, hindari menggosok atau menyikat ritsleting terlalu keras, ya. Biar tidak rusak.

Lalu, tidak lupa kamu juga perlu merawat ritsleting tas gunung saat disimpan. Setelah kamu mencucinya, kamu bisa gunakan oli untuk dioleskan pada ritsleting. Pilih jenis oli pelumas mesin jahit. Oli ini mudah kamu dapatkan di toko maupun supermarket. Beri oli pada semua bagian ritsleting tas gunung kamu. Tak lupa, buka dan tutup ritsleting berulang, supaya oli merata.

Sebab, ritsleting tas gunung itu sensitif. Apalagi, kalau tas gunung kamu sering terkena debu dan tanah serta lumpur. Ini bisa menyebabkan ritsleting macet dan mudah aus. Oleh karena itu, setelah membersihkan dan mencucinya, berikan oli pada ristletingnya. Ini membuatnya lebih awet.

5. Gunakan pembersih yang tepat untuk jenis kotoran yang berbeda

Tips merawat tas gunung berikutnya adalah gunakan pembersih yang tepat. Kalau kita perhatikan, jenis kotoran yang menempel pada tas gunung bukan hanya satu macam. Memang yang pasti mengotori tas adalah debu, tanah, lumpur dan pasir. Namun, tidak hanya itu saja. Jenis kotoran tersebut biasa dikategorikan menurut mudah atau tidaknya untuk dibersihkan. Jadi, ada tiga jenis kotoran atau bercak, yaitu ringan, sedang dan berat.

Kotoran kategori ringan di antaranya seperti debu, serpihan kayu dan remahan makanan kering. Lalu, kotoran kategori sedang yaitu tanah, minyak, permen karet, serta bekas tumpahan makanan basah. Kemudian, kotoran kategori berat adalah sisa tumpahan teh atau kopi, tinta, arang, lumpur dan getah tanaman.

Nah, getah tanaman merupakan jenis kotoran yang sulit dibersihkan. Tidak hanya itu, getah juga bisa sangat merusak lapisan tas gunung. Maka dari itulah, kamu bisa gunakan cairan pembersih yang tepat untuk membersihkannya. Tidak hanya untuk getah tanaman saja. Kamu juga perlu menggunakan pembersih sesuai jenis kotoran yang menempel di tas.

Biasanya, yang menempel pada tas kamu, bukan hanya satu jenis kotoran. Terutama, jika kamu baru saja membawa tas gunung kamu, mendaki di medan yang ekstrem. Kotoran yang masuk kategori berat biasanya paling bandel. Di mana, bisa meninggalkan noda bekas pada permukaan tas.

Maka dari itu, ada satu lagi kunci penting selain memilih cairan pembersih yang tepat. Yaitu, kamu perlu langsung mencuci tas kamu, setelah kamu mendaki. Dengan begitu, kotoran apapun yang menempel di tas, bisa lebih cepat dan mudah hilang. Tas gunung kamu akan bersih kembali.

6. Memilih metode mencuci tas gunung: dry clean vs deep clean

Mungkin kamu sudah terbiasa mendengar cara mencuci tas gunung. Biasanya, tas dicuci seluruh bagiannya lalu dibiarkan sampai kering. Namun, sebenarnya ada dua metode untuk mencuci tas gunung. Kedua metode tersebut adalah dry clean dan deep clean. Dry clean kadang juga disebut light clean.

Metode dry clean yaitu cara untuk mencuci tas gunung pada bagian yang kotor saja. Jadi, kamu tidak mencuci basah semua bagian tas kamu. Sebab, seringkali tas gunung memang kotor di bagian-bagian tertentu. Misalnya, di bagian luar yang bawah. Maka, dalam metode dry clean, kamu cukup mencuci bagian yang kotor tersebut sampai bersih.

Sementara, metode deep clean yaitu mencuci seluruh bagian tas gunung. Artinya, ini sama dengan mencuci biasa. Seperti saat kamu mencuci baju. Untuk cara mencuci dengan metode deep clean, ada pada poin satu sampai lima di atas. Selain itu, ada sedikit tips dalam mencuci tas gunung kamu.

Jika desain tasnya memungkinkan, kamu bisa melepas strap bahu, hip belt, frame, serta rain cover. Kemudian, bersihkan secara terpisah dengan air hangat, sabun dan spons. Selain itu, ada bagian-bagian yang perlu diberi perhatian ekstra. Yaitu, bagian bawah tas, buckle dan shoulder pad. Ini karena ketiga bagian tersebut paling mudah kotor, serta berbau keringat.

Begitulah dua metode untuk mencuci tas gunung. Juga sejumlah tips yang bisa bermanfaat. Kamu boleh menggunakan metode yang mana saja. Disesuaikan saja dengan kebutuhan kamu. Sebab, ada kalanya tas gunung tidak sampai kotor sekali setelah dibawa mendaki. Jadi, cara dry clean dan deep clean menyesuaikan kondisi tas kamu.

7. Selalu memasang rain cover selama perjalanan

Kita tidak pernah tahu kondisi medan serta cuaca saat pendakian. Tentu sedikit banyak bisa diprediksi. Namun, akan lebih riskan jika kamu mendaki saat kondisi cuaca tak menentu. Mungkin saja hujan turun ketika kamu sedang mendaki. Nah, salah satu yang perlu dilindungi selain tubuh kamu adalah tas gunung yang kamu bawa.

Kalau kamu mengenakan jaket untuk melindungi tubuh, maka tas kamu perlu diberi rain cover. Ibarat shower cap, rain cover berfungsi untuk melindungi tas kamu. Pada bagian pinggiran cover, ada karet elastis yang membuatnya menutupi tas dengan rapat. Cover ini dapat menutupi tas bagian luar, sehingga menjaganya agar senantiasa kering.

Sebenarnya, rain cover tidak hanya bisa melindungi tas dari hujan. Namun, cover ini juga mengurangi kemungkinan tas kamu jadi kotor banget. Memang tas gunung tidak mungkin tak kotor, saat kamu membawanya mendaki. Setidaknya, tas kamu pasti terkena keringat. Akan tetapi, kamu akan lebih tenang ketika ada rain cover menutupi tas.

Sebab, debu dan kotoran tidak akan langsung mengenai tas kamu, melainkan rain cover. Ketika rain cover terpasang, tas gunung jadi lebih terjaga kebersihannya. Meski demikian, tentu tas kamu juga bakal tetap kotor di bagian-bagian tertentu. Di sinilah perlunya mencuci tas tersebut. Kamu bisa gunakan metode dry clean atau deep clean untuk mencucinya.

8. Selalu menyimpan tas gunung dalam kondisi bersih

Pasti kamu pernah membiarkan tas gunung kamu tergeletak dahulu. Apalagi, setelah kamu pulang mendaki. Wajar banget, kok. Setiap pendaki tentu merasa lelah setelah pendakian. Makanya, yang dibutuhkan hanyalah waktu untuk beristirahat. Sementara, tas kamu bisa dipikirkan lagi nanti.

Tentu boleh seperti ini, tapi jangan membiarkan tas gunung kamu terlalu lama. Atau, bahkan cuma dikeluarkan isinya dan dikosongkan, tapi tidak dibersihkan dengan benar. Sebab, bagaimanapun juga, penting sekali untuk langsung membersihkan tas setelah kamu bawa mendaki. Terutama, bila memang perlu untuk dicuci.

Nah, baru setelah kembali dalam kondisi bersih, kamu bisa menyimpan tas kamu tersebut. Ingat bahwa kotoran yang menempel di tas harus langsung dibersihkan. Apapun itu, mulai dari tanah, lumpur, debu, apalagi getah tanaman. Kalau kamu biarkan lebih lama, maka bekasnya akan semakin sulit hilang. Tas kamu jadi terlihat kotor meskipun sudah kamu cuci nanti.

Sementara, kalau tas sudah bersih, akan menyenangkan saat menyimpannya. Seperti halnya baju yang kamu pakai. Tak mungkin kamu melipat dan menaruh baju yang kotor di lemari, bukan. Tentulah kamu harus mencucinya dahulu saat kondisinya kotor. Sampai bersih dan bisa disimpan. Begitu juga dengan wearable lainnya.

Ada tips untuk menyimpan tas gunung agar bersih terawat. Setelah tas bersih, kamu bisa memberi oli pelumas pada ritsletingnya. Jadi, ritsleting takkan mudah berkarat atau macet. Kemudian, masukkan pengharum seperti kapur barus di dalam tas. Supaya, tidak ada serangga yang masuk ke dalam tas kamu.

9. Menyimpan tas gunung di tempat yang kering

Tempat menyimpan tas gunung juga tidak kalah penting. Sebab, kondisi tempat penyimpanan ini bisa berpengaruh terhadap kondisi tas kamu. Pastikan kamu simpan tas gunung di tempat yang kering. Sebab, terkadang di tempat yang lembab, akan mudah muncul jamur pada permukaan tas. Selain membuatnya tidak estetik lagi, kain tas juga bisa cepat rusak karena jamur.

Kemudian, ada hal lainnya yang juga penting untuk dilakukan. Agar tasmu terhindar dari debu dan tetap bersih, gunakan trashbag. Bungkus tas kamu dengan trashbag atau plastik besar untuk melindunginya. Dengan begitu, debu dan kotoran tidak akan langsung menempel pada tas, melainkan mengenai trashbag. Jadi, di dalam kantong plastik, tas kamu tetap bersih.

Sebisa mungkin, hindarkan juga tas gunung kamu dari hewan peliharaan. Meskipun sudah dibungkus trashbag. Sebab, kamu tidak tahu jika sewaktu-waktu, kucing kamu tertarik dengan bungkusan trashbag berisi tas kamu. Siapa tahu, si kucing bermain-main dengan trashbag dan tas kamu sampai tergores. Jadi, amankan tas kamu dengan baik.

Saat menyimpannya di tempat kering, pastikan juga sirkulasi udaranya bagus. Sebab, tempat yang kering bisa menjadi lembab, tanpa sirkulasi udara. Misalnya, kamu menyimpannya di pojok ruangan atau di belakang pintu. Hal yang penting yaitu ada aliran udara yang baik di ruangan tersebut. Sebab, jika kondisinya terlalu lembab, bisa berisiko membuat tas kamu berjamur.

10. Mencuci tas gunung sesekali saat jarang dipakai

Tips terakhir dalam upaya merawat tas gunung adalah biasakan mencuci tas gunung sesekali saat jarang dipakai. Mendaki merupakan kegiatan yang tidak kamu lakukan setiap hari. Mungkin, rentang waktu paling cepat adalah pendakian setiap dua minggu sekali. Atau, kamu punya jadwal dan ritme sendiri. Akan tetapi, biasanya pendakian dilakukan minimal satu bulan sekali. Atau, setiap tiga, empat, enam bulan. Dan juga ada yang mendaki setahun sekali atau lebih jarang lagi.

Memang tidak tentu, dan tergantung pada kebiasaan kamu mendaki. Akan tetapi, pastikan kamu merawat tas gunung kamu dengan baik. Terutama, jika kamu melakukan pendakian setiap beberapa bulan sekali. Jarak waktu antara setiap pendakian bisa dibilang tidak sebentar. Jadi, kemungkinan tas gunung kamu akan lebih sering disimpan daripada digunakan.

Selain menyimpannya di tempat kering, kamu juga bisa mencucinya sesekali. Untuk dapat mencuci tas gunung dengan benar, kamu dapat mengikuti tutorial cara mencuci tas gunung. Kami telah menuliskan step by step cara membersihkan dan mencuci tas gunung sampai benar-benar bersih.

Apakah tas gunung harus sering dicuci? Tidak perlu terlalu sering mencuci tas yang jarang dipakai. Sebab, tas kamu tidak kotor seperti saat habis dibawa mendaki. Mungkin, hanya ketempelan debu dan perlu dibersihkan. Dan, akan lebih baik jika dicuci sampai benar-benar bersih.

Misalnya, sebulan sekali kamu mencucinya. Jangan lupa, cuci dengan menggunakan tangan. Gunakan juga sabun atau sampo, dan hindari deterjen. Sebab, deterjen mengandung zat kimia keras. Sementara, tas gunung terbuat dari material yang sensitif terhadap zat kimia. Nah, seperti biasa, setelah dicuci bersih, biarkan tas gunung kamu kering dengan cara diangin-anginkan.

Tidak sulit, bukan. Tips merawat tas gunung sebenarnya simpel banget. Asalkan kamu telaten melakukannya. Sebab, tas gunung merupakan aset yang sangat penting bagi seorang pendaki. Tak mungkin kamu bisa mendaki, tanpa membawa tas gunung yang memuat barang-barangmu. Benar, tidak? Maka dari itu, lakukan perawatan untuk tas kamu dengan baik. Agar tetap awet dan selalu kelihatan bersih.

Baca lebih lanjut: Tips Merawat Sepatu Gunung »

Previous Article

Tempat Camping di Bogor

Next Article

Apa Perbedaan Tas Carrier dan Daypack?

Tinggalkan komentar