Film Pendakian Gunung Terbaik

Ada kalanya, kamu berhalangan mendaki gunung meskipun kamu sangat ingin. Padahal sudah pengen banget sejak jauh-jauh hari. Alhasil, cuma bikin bad mood saat liburan atau akhir pekan. Tapi, tenang, kami punya mood booster untuk kamu, yaitu: film pendakian gunung terbaik.

Film pendakian gunung yang kami rekomendasikan memiliki pemeran yang cantik & ganteng. Dan alur ceritanya juga sangat seru. Ini bisa menjadi alternatif terbaik buat buat mengobati rasa kangen mendaki gunung. Dan sekaligus sebagai kegiatan mengisi liburan & akhir pekan yang menyenangkan.

Nah, melalui artikel ini, kami akan menyampaikan kurasi film pendakian gunung yang memiliki alur cerita menarik dan pemandangan alam yang fenomenal. Bahkan, di dalamnya juga banyak terdapat pesan moral dan pelajaran hidup yang bermanfaat. Berikut daftar 10 film pendakian gunung terbaik untuk mengisi liburan:

Yuk, langsung kita lihat rekomendasi filmnya. Let’s check them out!

1. Free Solo

Film Pendakian Gunung Free Solo (2018)
Film pendakian gunung: Free Solo (2018).

Film ini menceritakan tentang Alex Honnold. Dia adalah pendaki pertama yang berhasil melakukan solo climb ekstrem. Yaitu, mendaki tebing batuan vertikal El Capitan setinggi 3.000 kaki (914,4 m). El Capitan berada di Yosemite National Park. Kerennya, film ini berupa dokumenter yang mengisahkan kejadian yang sesungguhnya.

Dirilis pada 13 Desember 2018, film Free Solo memenangkan sederet penghargaan bergengsi. Di antaranya, yaitu Academy Award kategori Best Documentary Feature, dan BAFTA Film Award kategori Best Documentary. Oh ya, Free Solo adalah film dokumenter resmi dari National Geographic, lho.

Free Solo disutradarai oleh E. Chai Vasarhelyi yang merupakan sutradara film dokumenter kenamaan. Dia menggarap film ini bersama Jimmy Chin yang merupakan fotografer sekaligus pendaki gunung. Film ini memukau karena menampilkan adegan-adegan yang menakjubkan dan begitu dekat dengan alam.

Selain itu, kita bisa melihat betapa tangguh pendaki solo Alex Honnold dalam menggapai mimpinya. Yakni, menaklukkan tebing batuan paling terkenal di dunia, tanpa menggunakan tali. Luar biasa, ya.

2. Negeri Dongeng

Film Pendakian Gunung Negeri Dongeng (2017)
Film pendakian gunung: Negeri Dongeng (2017).

Seperti film sebelumnya, Negeri Dongeng merupakan film dokumenter asal Indonesia. Film ini pertama kali dirilis pada 26 Oktober 2017. Negeri Dongeng disutradarai oleh Anggi Frisca. Nah, film dokumenter ini menceritakan perjalanan tujuh sineas muda Indonesia. Mereka mendaki tujuh puncak gunung tertinggi yang ada di nusantara.

Ketujuh puncak tujuan pendakian tersebut adalah Gunung Kerinci di Sumatra Barat, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Bukit Raya di Kalimantan Barat, Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan, Gunung Binala di Maluku dan Pegunungan Jayawijaya di Papua. Ada gunung yang sudah pernah kamu sambangi?

Sementara, pemeran utama dalam film ini adalah Anggi Frisca sendiri, Chandra Sembiring, Teguh Rahmadi, Jogie KM Nadeak, Rivan Hanggarai, Wihan Erlangga dan Yohanes Patiassina. Film ini sendiri diproduksi oleh Aksa7art.

Perjalanan ekspedisi di dalam film ini menceritakan moral dari mendaki gunung. Anggi dan timnya, menyampaikan pentingnya kebersamaan, toleransi, empati dan gotong royong. Nah, hal tersebut tercermin dari perjalanan mendaki gunung. Di dalam masyarakat pegunungan, kebiasaan tersebut masih lestari. Sementara, masyarakat perkotaan sudah mulai meninggalkannya.  

Tak hanya itu saja, dalam ekspedisi ini kita juga bisa melihat keindahan alam Indonesia. Negeri ini memiliki alam luas yang takkan pernah habis untuk dijelajahi. Setiap tempat juga memiliki keunikan yang khas, serta keindahan yang menakjubkan. Film ini juga membuat kita lebih menghargai alam Indonesia. Juga menyadarkan bahwa kita perlu melestarikannya.

3. Everest

Film Pendakian Gunung Everest (2015)
Film pendakian gunung: Everest (2015).

Everest merupakan film yang dibuat berdasarkan kejadian yang sesungguhnya. Atau, based on true story. Yaitu, tentang pendakian Everest pada tahun 1996, seperti apa bencana yang terjadi saat itu. Juga upaya bertahan hidup yang dilakukan dua kelompok ekspedisi yang berangkat. Nah, satu kelompok ekspedisi tersebut dipimpin oleh Rob Hall. Sedangkan, satunya dipimpin Scott Fischer.

Karakter Rob Hall diperankan oleh Jason Clarke. Sementara, Scott Fischer diperankan oleh Jake Gyllenhaal. Lalu, aktor dan aktris lainnya yakni Josh Brolin, John Hawkes, Robin Wright, Emily Watson, Keira Knightley dan Sam Worthington. Di Indonesia, film Everest dirilis pada 16 September 2015.

Film keren ini memenangkan penghargaan Il Festival Nazionale del Doppiaggio Voci nell’Ombra 2016 kategori Best Overall Dubbing. Untuk Mario Cordova sebagai voice director film Everest. Selain itu, film ini juga dinominasikan untuk sejumlah penghargaan internasional lainnya.

Dalam film ini, kita bisa melihat perjuangan para pendaki dalam menaklukkan Everest, puncak tertinggi dunia. Bagaimana saat tiba-tiba, badai menghantam gunung, mengubah situasi jadi sangat menegangkan. Kondisinya pun ekstrem, dengan angin kencang dan suhu dingin membeku. Serasa kita juga ada di sana dan ikut bertahan hidup.

4. Romeo + Rinjani

Film Pendakian Gunung Romeo Rinjani 2015
Film pendakian gunung: Romeo + Rinjani (2015).

Romeo + Rinjani adalah film Indonesia yang dirilis pada 23 April 2015. Film ini bercerita tentang Romeo, seorang fotografer freelance. Dia biasa memotret untuk majalah adventure. Nah, suatu hari, Romeo mendapat job untuk mengambil foto Gunung Rinjani. Dalam perjalanannya ke Gunung Rinjani, Romeo bertemu seseorang yang mengubah hidupnya.

Film ini disutradarai oleh Fajar Bustomi, dan naskahnya ditulis oleh Angling Sagaran. Sementara, produksi film ini digarap oleh Starvision Plus. Lalu, pemeran utamanya adalah Deva Mahenra sebagai Romeo, dan Alexa Key sebagai Sharon, serta Kimberly Ryder sebagai Raline.

Kisah di dalam film ini tidak hanya tentang petualangan mendaki saja. Akan tetapi, filmnya juga bercerita tentang romansa antara Romeo dan Raline kekasihnya, serta Sharon—seorang perempuan yang hadir ke dalam kehidupan Romeo. Film Romeo + Rinjani cocok untuk yang suka cerita seru tentang mendaki. Dan, berbumbu romance serta drama di dalamnya.

5. 5 cm

Film Pendakian Gunung 5 Cm 2012
Film pendakian gunung: 5 cm.

Sepertinya semua orang sudah kenal film 5 cm. Film yang diadaptasi dari novel dengan judul sama ini, dirilis pada 12 Desember 2012. Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani. Filmnya sendiri dibintangi oleh Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Denny Sumargo, Pevita Pearce dan Saykoji. Nah, 5 cm mendapat 5 nominasi Piala Citra. Dan, memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2013 kategori Pengarah Sinematografi Terbaik.

Cerita film ini tentang kisah persahabatan lima orang. Mereka yaitu Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji). Lalu, ada juga Dinda (Pevita Pearce) yaitu adiknya Arial yang merupakan seorang mahasiswi.

Lima pemuda dan pemudi tersebut sudah bersahabat selama sepuluh tahun. Masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda. Dan, setiap orang rupanya menyimpan perasaan yang tidak tersampaikan kepada satu sama lain. Suatu ketika, kelimanya merasa jenuh dengan persahabatan mereka. Akhirnya, mereka berlima memutuskan untuk berpisah. Juga tak saling berkomunikasi selama tiga bulan.

Dalam tiga bulan itulah, mereka mengalami banyak hal di dalam kehidupan masing-masing. Banyak yang terjadi dan itu mengubah diri mereka, sehingga menjadi lebih baik. Tiga bulan berlalu dan mereka memutuskan untuk bertemu kembali. Merayakannya dengan mendaki untuk mengobarkan merah putih di puncak Mahameru. Di tanggal 17 Agustus.

Film 5 cm tidak semata mengisahkan petualangan yang memicu adrenalin. Namun, juga tentang perjalanan hati manusia. Hati yang mencintai persahabatan. Juga mencintai negeri ini. Dengan memiliki impian, maka mereka semua bisa menghadapi rintangan. Impian tersebut ditaruh 5 cm di depan kening. Sedekat itu.

6. Pencarian Terakhir

Film Pendakian Gunung Pencarian Terakhir 2008
Film pendakian gunung: Pencarian Terakhir (2008).

Satu lagi film Indonesia yang bertemakan pendakian. Film ini berjudul Pencarian Terakhir dan dirilis pada 20 November 2008. Filmnya disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Kemudian, naskahnya ditulis oleh Syamsul Hadi. Sementara, pemeran film ini adalah aktor dan aktris kenamaan. Yakni Lukman Sardi, Richa Novisha dan Yama Carlos.

Nuansa di dalam cerita ini mungkin sedikit berbeda dengan film Indonesia lainnya. Sebab, Pencarian Terakhir juga berbumbu misteri di dalamnya. Film ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Tita. Dia mencari adik laki-lakinya, Gancar, yang hilang di Gunung Sarangan. Di mana, Gunung Sarangan ini dikenal angker.

Karena syok, Sita bersama Ijo langsung bergegas berangkat mencari Gancar dan kawan-kawan. Di sisi lain, Bagus mendatangi Tito, sahabat lama mereka yang mengasingkan diri. Bagus punya trauma akan masa lalu. Ketika itu, Tito dan Norman pernah hilang juga di Gunung Sarangan. Lantas, cuma Tito yang selamat. Sementara, Norman dinyatakan telah hilang secara misterius, di salah satu lokasi yang angker di Gunung Sarangan.

Tito pun dihantui perasaan bersalah sejak saat itu. Dia putuskan untuk berhenti dari aktivitas pecinta alam. Nah, Bagus sekarang memaksa Tito ikut naik gunung. Niatnya untuk menjadi relawan SAR (Search and Rescue). Agar mereka bisa membantu mencari Gancar dan kawan-kawan yang hilang. Akhirnya, Tito mau membantu. Dia berpikir bahwa inilah saatnya dia menebus kesalahannya yang dahulu.

Lalu, pencarian pun dilakukan selama berhari-hari. Rupanya, kejadian ini malah menjadi titik terang bagi Tito. Dia menemukan jawaban atas teka-teki hilangnya Norman. Di mana, selama ini misteri tersebut tak pernah terselesaikan. Kita juga akan melihat perjalanan mereka mencari Gancar dan teman-teman lainnya.

7. North Face

Film Pendakian Gunung North Face 2008
Film pendakian gunung: North Face (2008).

North Face merupakan salah satu film tentang mendaki gunung yang sangat inspiratif. Ceritanya diangkat dari kisah nyata. Film ini dirilis pada 23 Oktober 2008 dan disutradarai oleh Philipp Stölzl. Sang sutradara juga menulis naskah filmnya bersama dengan Chris Martin Silber. Sementara, aktor dan aktris pemeran dalam film ini adalah Benno Fürmann, Florian Lukas, Johanna Wokalek.

Nah, film ini dibuat berdasarkan kisah sesungguhnya, yaitu pendakian pada tahun 1936. Saat itu, dilakukan ekspedisi pendakian Eiger via north face. Ceritanya tentang kisah dua pendaki Jerman yang melakukan kompetisi mendaki. Mereka mendaki permukaan batuan paling berbahaya di Pegunungan Alpen.

Dua pendaki tersebut adalah Toni Kurz (Benno Fürmann) dan Andi Hinterstoisser (Florian Lukas), beserta jurnalis bernama Louise (Johanna Wokalek). Ketiganya adalah teman masa kecil di Berchtesgaden, Bavaria. Di dalam film ini, diceritakan petualangan mereka dalam menaklukkan puncak yang ekstrem. Di mana, kondisi tebingnya berupa batuan curam, yang berselimut salju.

Toni Kurz dan Andi Hinterstoisser, diklaim sebagai dua pendaki terbaik di Eropa pada masanya. Sebab, mereka adalah pendaki profesional yang menaklukkan tebing-tebing curam. Dan, keduanya selalu membuat jalur berbeda di setiap pendakian. Lantas, jalur-jalur tersebut dinamai dengan nama mereka berdua.

Banyak pesan moral yang bisa dipetik dari film ini. Tentang persahabatan, aksi kemanusiaan yang heroik, sampai ambisi untuk mencapai puncak. Juga satu hal yang menggelitik. Yaitu, jika kita ingin berkompetisi melawan alam. Maka, pasti alam itulah yang menjadi pemenangnya.

8. Into the Wild

Film Pendakian Gunung Into The Wild 2007
Film pendakian gunung: Into the Wild (2007).

Film legendaris ini bercerita tentang kisah nyata perjalanan Christopher McCandless. Film Into the Wild dirilis di Amerika Serikat pada 19 Oktober 2007. Filmnya digarap oleh sutradara Sean Penn dan diproduseri oleh Sean Penn, Bill Pohlad dan Art Linson. Sementara, naskah film ditulis oleh Sean Penn. Dengan berdasarkan buku berjudul sama, Into the Wild, karya Jon Krakauer.

Jadi, film adaptasi buku ini, mengisahkan tentang mahasiswa unggulan sekaligus atlet, Christopher McCandless. Setelah lulus dari Universitas Emory, dia mendonasikan seluruh tabungannya sejumlah $24.000. Kemudian, dia melakukan perjalanan ke Alaska dengan cara hitchhike, atau menumpang kendaraan orang lain tanpa membayar.

Film yang dibintangi oleh Emile Hirsch, Vince Vaughn dan Catherine Keener ini sarat akan nilai hidup. Sebab, di sepanjang perjalanannya, Christopher berjumpa dengan banyak orang. Di mana, setiap orang memiliki kepribadian dan kisah hidup masing-masing. Yang mana, hal tersebut turut mengubah sudut pandang Christopher tentang kehidupan.

Satu lagi yang membuat film ini menarik adalah kepribadian Christopher. Bukan sekadar tentang nekat bepergian tanpa uang. Atau, mewujudkan ambisi besar untuk menaklukkan alam sendirian. Tapi, juga tentang memahami alur kehidupan, serta pencarian jati diri. Bagaimana seseorang memahami diri sendiri melalui perjumpaannya dengan banyak orang.

Film Into the Wild yang ikonik ini memenangkan sejumlah penghargaan. Juga dinominasikan untuk Academy Awards atau Piala Oscar tahun 2008. Yaitu, kategori Best Performance by an Actor in Supporting Role untuk Hal Holbrook. Juga kategori Best Achievement in Film Editing untuk Jay Cassidy.

9. Touching the Void

Film Pendakian Gunung Touching The Void 2003
Film pendakian gunung: Touching the Void (2003).

Touching the Void adalah film drama dokumenter yang disutradarai oleh Kevin Macdonald. Sementar, film ini dibintangi oleh Brendan Mackey, Nicholas Aaron dan Ollie Ryall. Film Touching the Void dirilis pada 12 Desember 2003. Seperti halnya film dokumenter tentang mendaki gunung. Film ini juga menceritakan kisah nyata pendakian yang mendebarkan.

Ceritanya, pada tahun 1985, ada dua orang pendaki muda, yaitu Joe Simpson (Brendan Mackey) dan Simon Yates (Nicholas Aaron). Mereka akan mendaki puncak Siula Grande di Peruvian Andes. Dan, keduanya akan menjadi pendaki pertama yang sampai ke puncak, jika mereka berhasil.

Yap, mereka pun berhasil sampai di puncaknya. Namun, saat mereka mulai kembali turun, medannya begitu berbahaya. Berupa tebing batuan curam yang tertutup salju. Sampai tiba-tiba, Simpson jatuh hingga mengalami patah kaki. Akhirnya, Yates harus menurunkan dia dengan menggunakan tali, di sepanjang perjalanan pulang.

Pada saat itulah, badai tahu-tahu menerpa dan membahayakan nyawa mereka berdua. Ini membuat Yates harus membuat keputusan. Apakah dia harus mengambil risiko memotong tali yang mengikat Simpson. Dan, mempertaruhkan nyawa Simpson begitu saja—atau tidak. Film drama dokumenter ini mengisahkan cerita survival yang sesungguhnya.

10. Vertical Limit

Film Pendakian Gunung Vertical Limit 2000
Film pendakian gunung: Vertical Limit (2000).

Vertical Limit merupakan salah satu film yang sangat terkenal. Berbeda dari film-film pendakian lainnya, Vertical Limit murni merupakan film dan bukan dokumenter. Film ini disutradarai oleh Martin Campbell. Dan, naskahnya ditulis oleh Robert King. Sementara, aktor dan aktris yang membintangi filmnya adalah Chris O’Donnell, Bill Paxton, Robin Tunney dan Scott Glenn.

Cerita film ini tentang Peter Garrett (Chris O’Donnell) yang merasa bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Di mana, sang ayah kehilangan nyawa saat melakukan ekspedisi mendaki. Akhirnya, Peter yang merasa bersalah memutuskan berhenti mengejar mimpinya untuk menjadi fotografer.

Sementara, adiknya, Annie (Robin Tunney), menjadi seorang pendaki sukses. Nah, Annie lalu diminta memimpin pendakian, oleh pebisnis kaya, Elliot Vaughn (Bill Paxton). Ekspedisi pendakian tersebut menuju Gunung K2, salah satu gunung tertinggi di dunia. Namun, ekspedisi ini terganggu oleh kondisi cuaca, yang menyebabkan seluruh kru terjebak di puncak.

Di saat inilah, Peter dipaksa menghadapi ketakutannya. Dia pun membentuk tim rescue, yang juga beranggotakan pendaki berpengalaman, Montgomery Wick (Scott Glenn). Peter bertekad menyelamatkan adiknya dan semua kru pendaki yang terjebak.

Film petualangan yang menegangkan ini memenangkan penghargaan BAFTA Awards 2001. Dengan kategori Best Achievement in Special Visual Effect. Serta meraih dua penghargaan lainnya. Yakni, Golden Trailer Awards untuk Best Action, dan Phoenix Film Critics Society Awards untuk Best Visual Effects.

Ternyata, mendaki gunung selalu memberikan sensasi yang berbeda, ya. Setiap pendaki punya ceritanya sendiri. Apalagi, kisah nyata para pendaki yang berhasil menaklukkan bahaya. Kita pun mengerti, bukan hanya perjalanan ke puncak yang ekstrem. Namun, perjalanan kembali turun juga sama-sama memicu adrenalin. Dengan menonton film tentang mendaki, banyak moral yang bisa kita ambil. Bahwa mendaki bukan hanya membawa raga kita ke puncak gunung. Tapi juga tentang perjalanan hati seorang pendaki.

Baca lebih lanjut: Gunung Tertinggi di Dunia »

Previous Article

Pineus Tilu Riverside Camping Pangalengan

Next Article

Cara Memasang Gas di Kompor Gunung

Tinggalkan komentar