Jenis Sepatu Gunung

Memilih sepatu gunung itu perlu pengetahuan ekstra. Karena saat ini ada ratusan produk sepatu gunung yang menawarkan model dan fitur yang menjanjikan. Kamu harus mempertimbangkan berbagai aspek untuk memilih sepatu gunung yang cocok. Misalnya, model sepatu gunung, bahan sepatu, insole-outsole, fitur khusus, seperti: quick-dry, water proof, hingga safety.

Semua pertimbangan itu nanti juga menyesuaikan dengan medan pendakian & beban bawaan yang kamu bawa. Untuk medan pendakian ringan dengan kontur tanah kering, kamu bisa memakai trail-running shoes atau low-cut hiking boots. Sedangkan untuk medan pendakian bersalju dengan barang bawaan banyak, kamu dapat memakai mountaineering boots lengkap dengan crampon. Pemilihan jenis sepatu gunung yang sesuai itu sangat penting. Dengan pilihan yang tepat, kamu akan mendapatkan keamanan dan kenyamanan ekstra selama perjalanan.

Pada artikel ini, kami akan membagikan 5 jenis sepatu gunung berdasarkan model dan fungsinya. Dengan pengetahuan ini, kamu dapat memilih sepatu gunung yang cocok dengan kegiatan alam bebas yang kamu tekuni. Berikut 5 jenis sepatu gunung berdasarkan fungsi dan modelnya:

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan sampai selesai.

1. Trail-running shoes

Jenis Sepatu Gunung Trail Running Shoes

Jenis sepatu gunung pertama yang akan kami bahas adalah trail-running shoes. Trail-running shoes adalah jenis sepatu low-cut yang memiliki bobot ringan dengan alas sepatu yang kuat. Sepatu ini cocok untuk melintasi medan tanah kering, perbukitan dan tebing berbatu.

Trail-running shoes sebenarnya didesain khusus untuk aktivitas lari lintas alam (cross country). Akan tetapi, saat ini banyak pendaki yang menyukai jenis sepatu gunung ini. Terutama pendaki tek-tok. Hal ini dikarenakan, sepatu trail-running dapat membuat pendaki bergerak lebih cepat di medan perkebunan, hutan, sabana dan area bebatuan. Kebanyakan trail-running shoes terbuat dari bahan jaring dan foam yang ringan. Makanya, sepatu ini sangat ringan sekali. Bobot yang ringan dan insole yang empuk membuat pendaki dapat bergerak lebih gesit dari pada memakai sepatu lainnya.

Contoh trail-running shoes:

  1. Salomon S/Lab Sense Ultra 3.
  2. SALOMON Men’s Speedcross 5 GTX Trail Running Shoes.
  3. La Sportiva Men’s Mutant Backcountry Trail Running Shoe.

Trail-running shoes cocok untuk pendakian di musim kemarau dengan waktu tempuh yang relatif singkat. Dan tentunya, barang bawaan yang relatif ringan (di bawah 12kg). Misalnya, pendakian 2 hari 1 malam, pendakian ultralight hiking & pendakian tek tok. Kekurangan sepatu gunung jenis trail-running shoes adalah alas sepatu relatif mudah terkikis & badan sepatu mudah sobek. Jadi, secara berkala kamu perlu melakukan reparasi sepatu. Tapi, untuk frekuensi pendakian yang jarang, sepatu ini lumayan awet, mungkin 3-5 tahun baru ganti.

Catatan: Trail-running shoes berbeda dengan running shoes. Konstruksi sepatu, jenis insole dan outsolenya beda. Jadi, jangan sampai salah beli. Hehe.

2. Low-cut hiking shoes

Jenis Sepatu Gunung Low Cut Hiking Shoes

Jenis sepatu gunung selanjutnya adalah low-cut hiking shoes. Sepatu gunung jenis ini memiliki konstruksi sepatu yang lebih kokoh dan lebih tebal dibandingkan dengan trail-running shoes. Karena sepatu gunung jenis ini didesain untuk menghadapi berbagai cuaca. Jadi, kamu tidak perlu khawatir saat mendaki di musim kemarau maupun musim hujan.

Konstruksi sepatu low-cut hiking shoes:

  • Tinggi sepatu setinggi mata kaki.
  • Memiliki alas sepatu bergerigi tajam dan tebal. Artinya, pendaki tidak akan mudah terpeleset saat mendaki di musim hujan.
  • Lapisan sepatu terbuat dari bahan thermal isolate yang tebal. Artinya, sepatu mampu menghangatkan kaki pendaki.
  • Sepatu gunung jenis ini memiliki sistem tali sepatu yang kuat. Sehingga, kaki pendaki akan terbungkus dengan erat selama perjalanan.

Contoh low-cut hiking shoes:

  1. Salomon X Ultra 3 Low GTX.
  2. La Sportiva Spire GTX.
  3. Merrell MQM Flex 2 Low GTX.

Low-cut hiking shoes cocok untuk pendakian gunung di Indonesia yang memiliki jalur yang landai. Kamu dapat menggunakan sepatu gunung ini di musim kemarau maupun musim hujan. Untuk berat sepatu, sedikit lebih berat dari pada trail-running shoes. Tapi, dari segi ketahanan outsole dan konstruksi sepatu, low-cut hiking shoes jauh lebih kuat.

3. Mid-cut hiking boots

Jenis Sepatu Gunung Mid Cut Hiking Boots

Mid-cut hiking boots sudah termasuk dalam golongan hiking boots. Jenis sepatu gunung ini memiliki konstruksi yang lebih tinggi. Jadi, leher sepatu dapat menutupi mata kaki. Kami merekomendasikan mid-cut hiking boots untuk jalur pendakian gunung yang terjal. Terlebih untuk jalur pendakian terjal di gunung berapi yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 mdpl.

Konstruksi sepatu mid-cut hiking shoes:

  • Leher sepatu melebihi mata kaki.
  • Terdapat perlindungan terhadap pergelangan kaki. Artinya, pendaki yang sering melewati tanjakan terjal menjadi tidak mudah terkilir.
  • Memiliki alas sepatu bergerigi tajam dan tebal. Artinya, pendaki tidak akan mudah tergelincir saat pendakian.
  • Lapisan sepatu terbuat dari bahan thermal isolate yang tebal. Ada pelindung di ujung kaki dan tumit. Artinya, sepatu mampu menghangatkan dan melindungi kaki pendaki dengan maksimal.
  • Sepatu gunung mid-cut hiking boots memiliki desain yang macho dengan berbagai teknologi keren. Misalnya, water proof, thermal isolate, hingga unbreakable.
  • Sepatu gunung jenis ini cenderung berat karena bahan material tebal dan memakai metal lacing hooks. Akan tetapi, kami jamin sepatu gunung ini berkualitas tinggi, sangat awet dan nyaman.

Contoh mid-cut hiking boots:

  1. Columbia Newton Ridge Plus II Waterproof.
  2. Timberland Mt. Maddsen Mid Waterproof.
  3. Eiger S.Boot Pollock.

Sepatu gunung jenis mid-cut hiking boots cocok untuk pendaki yang menyukai hiking di jalur pendakian yang terjal. Sepatu mid-cut hiking boots dapat menjaga pergelangan kaki tetap nyaman dan aman selama pendakian.

Sepatu gunung jenis mid-cut lebih berat dari jenis sepatu gunung low-cut. Hal ini disebabkan konstruksi sepatu lebih rumit. Banyak penambahan material khusus di mid-cut hiking boots. Menurut kami, jenis sepatu mid-low cut ini ideal untuk pendaki yang gemar mendaki gunung di area pulau Jawa. Selain, sepatu gunung memberikan keamanan tinggi, sepatu ini juga sangat awet untuk menemani kamu naik turun gunung.

4. High-cut hiking boots

Jenis Sepatu Gunung High Cut Hiking Boots

High-cut hiking boots adalah pengembangan dari mid-cut hiking boots. Perbedaan keduanya hanya terletak pada ketinggian leher sepatu. Di mana, high-cut hiking boots ini memiliki tinggi sampai di tulang betis. Sepatu ini memberikan perlindungan paling maksimal dari pada sepatu sebelumnya. Akan tetapi, kebanyakan orang Indonesia tidak menyukai high-cut hiking boots karena berat. Ya, sepatu ini berat. Hehe.

Bagi pendaki yang memiliki postur tinggi, kaki panjang dan fisik kuat, kamu pasti menyukai sepatu gunung jenis ini. Karena saat dipakai akan terlihat sangat gagah dan macho.

Konstruksi sepatu mid-cut hiking shoes:

  • Leher sepatu melebihi mata kaki 5-10cm.
  • Sepatu gunung menggunakan metal hook lacing dengan tali sepatu yang besar. Artinya, pendaki dapat mengikat sepatu dengan sangat kuat.
  • Terdapat pelindung pergelangan kaki. Pada bagian engkel terdapat lapisan yang empuk, dan tepat. Jadi, pergelangan kaki pendaki tidak mudah keseleo.
  • Memiliki alas sepatu bergerigi tajam dan tebal. Artinya, pendaki tidak akan mudah tergelincir saat pendakian.
  • Sepatu gunung high-cut hiking boots memiliki desain yang macho dengan berbagai teknologi keren. Misalnya, water proof, thermal isolate, hingga unbreakable.
  • Sepatu gunung jenis ini cenderung berat karena ukurannya besar dan bahan materialnya berkualitas tinggi.

Contoh high-cut hiking boots:

  1. Asolo Falcon GV.
  2. Vasque Breeze AT GTX.
  3. Eiger Original Python High Cut Green.
  4. LOWA Ice Renegade GTX.
  5. Mammut Nordwand High GTX.

High-cut hiking boots cocok untuk pendakian di musim hujan dan musim dingin. Di mana, kaki perlu perlindungan ekstra terhadap hawa dingin. Terlebih untuk gunung di atas ketinggian 4.000 mdpl.

5. Mountaineering boots

Jenis Sepatu Gunung Mountaineering Boots

Jenis sepatu gunung yang terakhir adalah tipe mountaineering boots. Sepatu gunung jenis ini hanya dipakai untuk pendakian di medan semi-bersalju dan bersalju penuh. Bentuk sepatu gunung mountaineering boots cenderung tinggi, kaku, dan tertutup. Biasanya, sepatu mountaineering boots didesain agar bisa digunakan bersama crampon (cakar salju). Dengan demikian, kamu dapat berjalan di medan bersalju tanpa takut tergelincir.

Konstruksi sepatu mountaineering boots:

  • Desain sepatu gunung cenderung tinggi, kaku dan terisolasi.
  • Bahan material sepatu gunung biasanya terbuat dari kulit, karet khusus hingga kevlar.
  • Sepatu mountaineering boots selalu digabungkan dengan crampon. Karena tujuan pembuatan sepatu gunung ini adalah untuk menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia. Di mana, atas gunung selalu ditutupi oleh lapisan es. Misalnya, jajaran gunung tertinggi di dunia yang berjuluk 7 summits.
  • Konstruksi sepatu sangat rumit dan detail. Jadi, sangat aman saat dipakai untuk mendaki gunung dengan ketinggian di atas 5.000 mdpl.

Contoh mountaineering boots:

  1. La Sportiva Nepal Cube GTX.
  2. Scarpa Phantom Tech.
  3. La Sportiva Olympus Mons Cube.
  4. Lowa Alpine Expert GTX.
  5. Arc’teryx Acrux AR.

Mountaineering boots sangat cocok untuk pendakian di medan semi-salju dan bersalju. Biasanya, pendaki menambahkan crampon (cakar salju) sebagai alat tambahan pada sepatu. Tujuannya untuk membuat pendaki dapat berjalan di salju dengan mantap tanda takut tergelincir. Selain untuk pendakian di gunung es, mountaineering boots dan crompon juga sering dipakai oleh atlet ski untuk berseluncur di gunung es.

Dari kelima jenis sepatu gunung di atas, mana sepatu gunung favorit kamu? Tuliskan opini mengenai sepatu gunung favorit kamu di kolom komentar sekarang.

Previous Article

Kenapa Pendaki Dilarang Membawa Tisu Basah Saat Naik Gunung?

Next Article

Tips Mendaki Gunung agar Tidak Cepat Lelah

Satu pemikiran pada “Jenis Sepatu Gunung”

Tinggalkan komentar