Outfit Pendaki

Naik gunung bukan berarti kita asal mengenakan baju mendaki. Tentu, sebagai pendaki milenial, kamu ingin tampil stylish saat mendaki gunung. Makanya, fashion menjadi salah satu unsur penting ketika kamu mendaki. Biar kamu terlihat trendi saat berfoto, dan banyak yang suka fotomu di media sosial. Bukan sekadar gaya-gayaan, tapi juga menjadi inspirasi. Seperti apa outfit of the day atau OOTD yang kece untuk mendaki gunung. Kali ini, kita akan bahas ide outfit mendaki yang keren. Sekaligus aman dan bisa melindungi tubuh kamu saat mendaki. Berikut 10 ide outfit pendaki gunung yang kece dan safety:

Let’s check them out!

1. Outfit naik gunung pria

Outfit Pendaki Outfit Naik Gunung Pria
Outfit naik gunung pria || pic: trendingnesia.com.

Secara umum, kebanyakan pendaki gunung adalah pria. Namun, kadang mereka kurang memerhatikan fashion mendaki. Mungkin kamu juga begitu. Simply karena kamu merasa puas dengan outfit seadanya, yang kamu kenakan saat naik gunung. Jadi, kamu memang tidak terlalu memedulikan penampilan. Tidak salah, sih. Tapi kalau kamu bisa tampil stylish, kenapa tidak.

Simpel, kok. Pertama, perhatikan jaket gunung yang kamu kenakan. Sebab, jaket merupakan outfit yang paling penting saat mendaki gunung. Untuk melindungi tubuh kamu dari hawa dingin. Nah, pilih jaket yang trendi dan kece. Pastikan jaket tersebut sesuai dengan postur tubuh kamu.

Selain itu, untuk pakaian, kamu juga bisa mengenakan kemeja flanel. Sebab, hawa di pegunungan tidak selalu dingin. Apalagi, kalau kamu mendaki di siang hari. Kemeja flanel bisa mengurangi rasa panas dan gerah saat kamu sedang mendaki. Model kemeja flanel juga bikin kamu terlihat makin maskulin, lho.

Sementara, untuk celananya kamu bisa pilih celana kargo yang nyaman. Celana ini ringan dan juga hangat. Kamu bisa kombinasikan celana cargo pendek untuk mendaki, dengan sweater. Gulung lengan sweater sampai siku agar terkesan macho.

Tak lupa kenakan sepatu gunung yang model dan warnanya matched dengan outfit kamu. Lengkapi juga dengan aksesori seperti buff, syal dan beanie yang kece. Ketiga aksesori penting tersebut, sekaligus berfungsi melindungi wajah, leher dan kepala dari udara dingin.

2. Outfit naik gunung wanita

Outfit Pendaki Outfit Naik Gunung Wanita
Outfit naik gunung wanita || pic: id.pinterest.com.

Sebenarnya, untuk naik gunung, outfit wanita sama saja dengan pria. Pertama-tama, yang paling penting, kamu perlu mengenakan celana dan jaket parasut. Tapi, kamu juga boleh mengenakan celana kargo yang nyaman. Celana dan jaket ini terasa ringan dan nyaman. Namun, tetap berfungsi dengan baik untuk melindungi tubuh dari suhu dingin di gunung.

Nah, untuk pakaian, kamu juga bisa pilih kemeja flanel. Outfit ini menjadi pilihan tepat karena mampu menyerap keringat. Pas banget dikenakan saat kamu mendaki di siang terik. Kemudian, pilih alas kaki berupa sepatu atau sandal yang desainnya khusus untuk naik gunung. Tentu saja selain modelnya keren, pastikan alas kaki tersebut nyaman dan aman.

Lalu, kamu bisa melengkapinya dengan kacamata dan topi. Topi melindungi kamu dengan menghalau sinar matahari. Agar tidak langsung menerpa wajah kamu. Sementara, kacamata dapat melindungi mata dan wajah, dari debu yang beterbangan. Mendaki jadi semakin nyaman dan juga aman, kan.

Oh ya, kamu juga boleh, lho, menambahkan aksesori lainnya seperti bandana. Nah, bandana ini bisa kamu ikatkan di kepala untuk aksesori rambut. Tak hanya membuatmu terlihat stylish. Mengenakan bandana bisa membantu merapikan rambut kamu. Jadi, kamu bisa nyaman beraktivitas tanpa perlu ribet dengan rambut. Asyik, kan.

3. Outfit naik gunung hijab

Outfit Pendaki Outfit Naik Gunung Hijab
Outfit naik gunung hijab || pic: id.pinterest.com.

Saat mendaki gunung, hijaber bisa banget tampil fashionable. Dan, tentu saja tetap terlihat sopan. Bahkan, kamu bisa mengenakan outfit yang nyaman sesuai dengan style kamu. Seperti biasa, kamu dapat mengandalkan kemeja flanel. Sebab, outfit ini memang paling nyaman sekaligus serbaguna. Pakaian ini ringan dan juga terlihat trendi.

Untuk bawahan, kamu bisa mengenakan celana kargo. Pilih yang warnanya sesuai dengan pakaian kamu terutama kemeja yang kamu kenakan. Begitu juga dengan sepatu gunung yang kamu pakai. Kenakan sepatu gunung yang ukuran dan modelnya kamu rasa pas di kakimu.

Kemudian, untuk hijab, kamu bisa pilih warna apa saja. Namun, hijab dengan warna netral akan terlihat lebih chic. Seperti hijab berwarna gelap atau soft. Misalnya, hitam, abu-abu, cokelat atau merah marun. Tentu saja hijabnya bisa kamu sesuaikan sendiri dengan outfit kamu agar kelihatan matched. Lengkapi juga dengan aksesori seperti topi untuk melindungi wajah dari sinar matahari.

4. Outfit pendaki old school

Outfit Pendaki Outfit Pendaki Old School
Outfit pendaki old school || pic: id.pinterest.com.

Apa kamu suka gaya vintage? Nah, kamu juga bisa memilih baju mendaki dengan gaya old school. Jadi, style ini mengadopsi outfit zaman dahulu alias jadul. Kamu dapat mengenakan jaket gunung model parka, dengan warna oranye pucat yang terkesan vintage. Padukan dengan celana kargo model tiga perempat, warna cokelat atau hijau army yang setema dengan jaketnya.

Sedikit tips, yaitu pilih model celana yang tidak memiliki kantong luar. Jadi, saat dikenakan, celana tersebut terlihat polos. Kemudian, kenakan kaus kaki dengan dinaikkan sampai bawah lutut. Masukkan sedikit ujung bawah celana ke dalam kaus kaki bagian atas. Ini memberi kesan vintage sekaligus melindungi kaki dari udara dingin.

Lalu, kamu bisa kenakan sepatu gunung kesukaanmu. Akan lebih pas jika model sepatunya ankle boots yang menutupi mata kaki. Kemudian, lengkapi dengan aksesori beanie, yang sekaligus melindungi telinga dari hawa dingin di gunung. Contoh gaya old school dan vintage ini bisa kamu lihat seperti di foto. Seru, kan. Biar serasa jadi pendaki jadul.

5. Outfit pendaki dengan komposisi aksesoris yang eye catching

Outfit Pendaki Outfit Pendaki Dengan Komposisi Aksesories Keren
Outfit pendaki dengan aksesories || pic: id.pinterest.com.

Aksesori untuk outfit mendaki ada bermacam-macam. Namun, yang tak boleh terlewatkan adalah topi atau beanie, kacamata dan sarung tangan. Topi akan melindungi kamu dari paparan sinar matahari. Agar sinarnya tidak langsung mengenai wajah kamu. Kalau topi yang modelnya beanie, dengan desain dilengkapi penutup telinga, ini bisa melindungi dari udara dingin.

Sementara, kacamata tentu saja membuatmu terlihat makin stylish. Terutama, kacamata hitam yang serbaguna. Kacamata dengan lensa gelap ini, juga dapat menjadi pelindung mata. Biar kamu tidak silau akibat cahaya matahari. Kemudian, mata lebih aman dari butiran debu saat mendaki.

Nah, kalau sarung tangan, fungsi utamanya adalah sebagai pelindung dari hawa dingin. Sebab, udara dingin mudah masuk ke dalam tubuh melalui telapak tangan. Belum lagi, saat cuaca dingin membeku, bukan tak mungkin tangan kamu ikut freezing. Seperti ketika matahari terbenam atau pagi-pagi sekali di gunung. Kenakan sarung tangan yang modis dan tebal biar tangan kamu tetap hangat.

Selain itu, kamu juga bisa mengenakan bandana. Tidak hanya untuk ikat kepala yang kece. Bandana yang multifungsi, juga bisa kamu jadikan syal, untuk menutupi leher agar tetap hangat. Lalu, bisa juga kamu mengenakannya sebagai masker. Jadi, bandana kamu bisa melindungi wajah dari debu serta udara dingin.

6. Outfit naik gunung dengan perpaduan warna yang menarik

Pada dasarnya, tidak ada aturan untuk warna outfit mendaki. Akan tetapi, biar terlihat makin stylish dan menyatu dengan alam, pilihlah warna-warna tanah. Seperti warna hitam, cokelat, hijau army atau hijau emerald, abu-abu juga boleh. Kamu juga dapat memilih warna yang bold tapi tetap kalem dan terkesan netral. Seperti merah marun, biru dongker, oranye.

Outfit Pendaki Perpaduan Warna Yang Selaras
Outfit dengan perpaduan warna yang selaras || pic: id.pinterest.com.

Mau warna yang lebih terang lagi, juga boleh, kok. Dan, akan lebih pas kalau kamu memilih warna basic, seperti merah, biru dan kuning. Sebab, warna-warna tersebut cerah tapi tidak terkesan berlebihan. Jika kamu suka warna yang ngejreng, tidak masalah juga. Asalkan kamu pandai memadukannya. Misalnya, baju biru tosca dipadukan dengan celana kuning neon.  

Kelebihan warna cerah adalah tidak mudah menyerap panas. Berbeda dengan warna gelap yang cenderung menyerap panas lebih mudah. Seperti misalnya warna hitam. Jadi, jika kamu berada di gunung siang hari dan cuaca panas, baju berwarna cerah tidak terlalu bikin gerah. Tapi, tentu saja apapun pilihan warnamu bebas. Asalkan kamu nyaman mengenakannya.

Outfit Pendaki Outfit Naik Gunung Dengan Perpaduan Warna Yang Kontras
Outfit naik gunung dengan warna yang kontras || pic: id.pinterest.com.

Mendaki gunung merupakan kegiatan outdoor. Saat kamu melakukan kegiatan di alam bebas, sudah semestinya pilihan warnamu mencerminkan hal tersebut. Artinya, warna outfit kamu bakal keren kalau membuatmu melebur dengan alam di sekitarmu. Tapi, tetap mencerminkan kepribadianmu sebagai pendaki dengan fashion taste tersendiri. Kamu juga bakal nyaman dengan outfit kamu.

7. Outfit pendaki dengan pemilihan jenis material yang tepat

Outfit Pendaki Kombinasi Dengan Pemilihan Jenis Material Yang Tepat
Outfit naik gunung dengan pertimbangan pemilihan jenis material || pic: pallyhi.com.

Saat mendaki, tubuh kamu akan terus terkena air, sehingga mengalami kelembapan. Sebab, badan pasti berkeringat, terkena air hujan dan mungkin juga salju. Dan, bisa jadi kamu bahkan harus menyeberang sungai. Jadi, sangat penting untuk mengenakan outfit yang mudah kering secepat mungkin.

Kain yang tetap basah, seperti katun, akan menahan kelembapan di kulitmu. Ini, bisa jadi menyebabkan masalah serius, seperti hypothermia, lecet, kulit melepuh dan ruam. Makanya, bahan kain katun akan lebih baik dihindari. Ada material kain yang tepat untuk outfit mendaki.

Jenis material tersebut adalah kain sintetis dan serat alami. Kain sintetis (synthetic fabrics), seperti polyester dan nilon, sangat baik dalam menyerap air sehingga menjaga kulit tetap kering. Kain jenis ini juga cepat kering, kuat, ringan dan terjangkau. Hanya saja, material sintetis cenderung lebih mudah menyerap dan menahan bau, daripada jenis kain serat alami.

Sementara, kain serat alami, seperti wol misalnya, adalah material yang juga populer. Berkat kemampuannya menghangatkan badan meskipun kainnya basah. Kain ini juga bersifat anti mikroba, sehingga tidak mudah bau meskipun kamu gunakan mendaki berhari-hari. Namun, bagi beberapa orang, kain wol mungkin terasa gatal. Harganya pun lebih mahal, serta kadang tak seawet sintetis.

8. Outfit naik gunung dengan mix & match tekstur pakaian

Outfit Pendaki Mix & Match Tekstur Pakaian
Mix & match tekstur pakaian || pic: rei.com.

Tekstur pakaian berkaitan erat dengan material kainnya. Kalau barusan, kita tahu tentang material outfit terbaik untuk mendaki. Nah, sekarang, kita mempelajari jenis-jenis kain yang paling umum digunakan untuk layering baju mendaki. Ada empat jenis kain dengan tekstur yang berbeda, yaitu wol, polyester atau nilon, sutra dan katun.

Pertama, ada kain wol. Jenis kainnya yang paling populer adalah wol merino. Kain ini teksturnya lembut, tebal, tidak gatal, breathable dan menyerap lembap. Kainnya juga cepat kering serta tidak gampang bau. Kain wol ideal untuk material kaus kaki, topi, baju dan base layer.

Kedua, ada kain polyester atau nilon. Nah, ini adalah kain sintetis yang juga sangat mudah kering, serta kuat bahannya. Material ini cocok untuk baju dan celana mendaki. Terkadang tekstur kain ini memang terasa lembap. Juga cenderung mudah berbau daripada kain alami seperti wol.

Ketiga, ada kain sutra. Bahan sutra menyerap lembap dari kulit lebih lama dibandingkan kain sintetis. Jadi, kain sutra paling ideal dikenakan saat cuaca normal dan sejuk. Tekstur kain sutra licin, lembut, mewah dan tidak mudah kusut. Namun, sutra lebih sensitif terhadap bau. Juga cenderung mudah tertembus sinar matahari.

Keempat, yaitu kain katun. Katun merupakan jenis kain yang sebaiknya dihindari. Meskipun kain katun nyaman dikenakan, tapi tidak ideal untuk kegiatan yang intens. Katun tidak bisa menyerap lembap dengan efisien dari kulit. Kain ini juga lama sekali keringnya. Juga tidak breathable. Jadi, untuk base layer dan kaus kaki, yang ideal adalah wol atau kain sintetis.

9. Fit dengan Bentuk Tubuh

Outfit Pendaki Fit Dengan Ukuran Tubuh
Outfit pendaki yang fit dengan ukuran tubuh || pic: id.pinterest.com.

Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, nih. Memilih outfit mendaki harus pas ukurannya dengan tubuh kamu. Bukan, ini bukan tips mainstream untuk mengenakan baju yang ukurannya pas. Akan tetapi, outfit mendaki memang benar-benar harus pas di badan. Jadi, jangan sampai kebesaran maupun kekecilan. Baik itu baju atasan maupun bawahan kamu.

Sebab, outfit yang kebesaran akan membuat kamu ribet saat bergerak. Selain itu, udara dingin akan mudah masuk melalui sela-sela baju kamu. Sementara, outfit yang kekecilan juga menyulitkan kamu untuk bergerak dengan leluasa. Kamu pun cenderung mudah gerah dan tidak nyaman.

Konsep ini sebenarnya mirip seperti outfit untuk olahraga. Bahkan, baju olahraga yang ideal yaitu yang desainnya fit di badan. Terutama, olahraga yang memerlukan fleksibilitas, di mana tubuh harus melakukan gerakan yang intens. Seperti halnya mendaki. Outfit yang pas di badan akan membuat kamu nyaman. Kamu bebas berjalan, berlari, melompat, berdiri, duduk, serta berbaring.

Kelihatannya sepele, tapi sebenarnya ini sangat penting. Outfit yang pas tentu juga terlihat kece saat kamu kenakan. Kamu nyaman dan yang melihatnya juga ikut senang. So, it is that simple and fun. Lagipula, bentuk tubuh setiap orang berbeda-beda. Jadi, kamu tinggal sesuaikan saja dengan bentuk tubuh kamu, ya.

10. Outfit pendaki dengan konsep layering

Outfit Pendaki Layering
Outfit pendaki dengan konsep layering || pic: rei.com.

Sekarang kita sampai di poin terakhir, yaitu tentang layering pakaian mendaki. Pertama, kamu bisa memilih pakaian dalam yang akan dikenakan. Pria bisa mengenakan boxer dan wanita memakai underwear model boy-short cut. Pastikan underwear kamu breathable dan tidak terlalu ketat, serta bukan katun. Sebab, katun yang basah perlu waktu lama untuk kering. Jadi, bisa saja membuat kulit lecet serta menimbulkan infeksi jamur.

Oh ya, untuk underwear, kamu wajib membawa dua atau tiga pasang pakaian dalam. Nah, nanti pilih satu pasang underwear yang kita-kira bisa kamu cuci bolak-balik, dan cepat kering. Satu lagi, untuk wanita, pilihlah jenis sport bra tanpa pengait logam. Sebab, pengait tersebut bisa mengenai kulit dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Bawa bra lebih banyak untuk dipakai bergantian, ya.

Sekarang, untuk tank top atau singlet. Lapisan dalaman ini penting, karena ringan tapi multifungsi. Pakaian dalaman ini bisa menghangatkan badan langsung. Juga bisa menjadi alternatif T-shirt. Dan, nyaman dipakai untuk tidur di malam hari saat cuaca hangat. Bahannya yang ideal adalah katun, wol halus atau kain sintetis.

Nah, terakhir yaitu base layer untuk atasan dan bawahan. Pakaian ini juga biasa disebut long underwear, berupa kaus lengan panjang yang fit di badan. Kamu bisa mengenakan model crew necks atau zip-necks yang dilengkapi ritsleting di kerahnya. Model zip-necks lebih mudah dilepas pasang.

Kalau bawahannya, kamu bisa pakai legging sebelum mengenakan celana mendaki. Terutama, bila dirasa perlu agar lebih hangat. Sederhananya, urutan layering yang ideal adalah sepasang underwear – tank top atau singlet (atasan), legging (bawahan) – base layer (crew necks atau zip-necks). Baru, setelah itu kamu bisa kenakan kaus dan celana mendaki, dilapisi jaket gunung.

Nah, barusan kita sudah mempelajari ide outfit untuk mendaki. Sebenarnya, kalau soal fashion tergantung selera kamu. Namun, yang penting, kamu memerhatikan cara-cara yang tepat dalam mengenakan outfit tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mendaki dengan OOTD stylish versi kamu sendiri. Asyik banget, kan. Bakal senang banget kalau baju mendakimu tidak hanya nyaman. Tapi, juga menginspirasi banyak orang.

Baca lebih lanjut: Tips Kedinginan di Gunung »

Previous Article

Camping Ground Terbaik di Jawa Tengah

Next Article

Cara Survival di Gunung

Tinggalkan komentar