Cara Menghangatkan Diri di Gunung

Hipotermia adalah salah satu permasalahan yang paling mengerikan saat mendaki gunung. Hal itu karena tidak sedikit pendaki mengalami hipotermia yang kehilangan nyawa. Itu sebabnya kalau kamu mendaki gunung, kamu harus menjaga supaya tubuh kamu tetap hangat.

Jangan kamu pikir kalau mengenakan jaket sudah cukup. Karena sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa kamu lakukan untuk menghangatkan tubuh kamu saat mendaki gunung. Berikut 10 cara menghangatkan diri di gunung:

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan sampai selesai. Let’s dive right in!

Cara #1: Jangan Berhenti Bergerak

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap bergerak. Jangan sampai tubuh kamu berhenti bergerak karena dengan bergerak, tubuh kamu akan mengeluarkan panas tubuh. Jadi, suhu badan kamu akan tetap berada pada suhu yang aman.

Memang benar, saat mendaki gunung kamu pasti merasakan Lelah yang teramat sangat. Apalagi kalau gunung yang kamu daki adalah gunung yang tinggi. Alhasil, duduk diam dan beristirahat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Akan tetapi, disarankan untuk tidak duduk diam dalam waktu yang lama. Hal ini malah bisa menurunkan suhu tubuh kamu sehingga kamu merasa lebih dingin.

Untuk mencegah rasa dingin, kami sarankan untuk kamu tetap bergerak ketika proses pendakian. Berikut beberapa gerakan ringan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga tubuh kamu tetap hangat.

  1. Lakukan peregangan supaya otot kamu tidak kaku.
  2. Bantu teman kamu melakukan sesuatu, seperti memasak atau memasang tenda.
  3. Kunjungi tenda sebelah untuk berbincang dan bersosialisasi.

Tidak masalah kalau kamu hanya melakukan gerakan ringan. Yang penting, tubuh kamu tetap bergerak supaya tubuh kamu tetap terjaga suhunya.

Cara #2: Masuk ke Dalam Tenda dan Pakai Thermal Blanket

Hal lain yang bisa kamu lakukan untuk menjaga suhu tubuh saat mendaki adalah masuk ke dalam tenda. Biasanya, hal pertama yang dilakukan pendaki saat beristirahat adalah membuka tenda. Kalau kamu kedinginan dan tenda sudah berdiri, kami sarankan kamu langsung masuk ke dalam tenda.

Banyak sekali pendaki yang langsung masuk tenda ketika tenda sudah berdiri. Alasan utamanya adalah untuk menghangatkan diri. Itu karena di dalam tenda kamu tidak akan merasakan angin dingin seperti di luar tenda.

Walaupun pada awalnya kamu mungkin masih merasakan sedikit dingin, lama kelamaan tenda akan terasa lebih hangat. Selain itu, di dalam tenda kamu juga bisa melakukan aktivitas lain. Contohnya adalah menata bagian dalam tenda untuk beristirahat nantinya.

Jika kamu masih merasa dingin, kamu dapat memakai thermal blanket untuk menghangatkan tubuh. Thermal blanket adalah selimut yang di desain khusus untuk memerangkap kalor yang keluar dari tubuh pendaki. Dengan begitu, udara dingin dari luar tubuh tidak bisa masuk dan kalor dari dalam tubuh akan terperangkap. Sehingga, kamu akan merasa hangat dalam waktu yang lama. Jadi, kamu bisa merasa hangat lebih cepat.

Cara #3: Minum Minuman Hangat

Minum minuman hangat adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menghangatkan tubuh. Itu sebabnya hampir semua pendaki membawa banyak sekali stok minuman hangat. Tujuannya, tentu saja untuk menghangatkan tubuh saat mereka mulai merasa kedinginan.

Biasanya, para pendaki akan mulai memasak air untuk membuat minuman hangat saat beristirahat. Itu karena di kondisi gunung yang dingin, meminum minuman hangat akan terasa sangat nikmat. Akan tetapi, kamu juga bisa menyiasatinya dengan membawa termos kecil berisi minuman hangat. Jadi, kamu bisa minum minuman tersebut walaupun masih dalam proses pendakian. Beberapa teguk minuman hangat tentu bisa jadi penghilang haus dan pemberi kehangatan saat kamu mendaki gunung.

Sebagai bahan pertimbangan, ada beberapa jenis minuman yang disarankan untuk kamu konsumsi saat kamu mendaki gunung, di antaranya:

  1. Jahe hangat atau jahe susu.
  2. Susu hangat.
  3. Teh manis hangat.
  4. Kopi susu tanpa ampas.
  5. Makanan cair panas, seperti, cokelat panas, energen, susu telor madu jahe (STMJ) panas.  

Satu hal yang harus kamu perhatikan adalah untuk memilih minuman hangat yang manis. Minuman yang manis cenderung memberi tambahan tenaga saat kamu melakukan pendakian.

Cara #4: Makan Roti atau Camilan Snack Protein Bar

Sudah tidak diragukan lagi bahwa makan roti atau camilan bisa memberikan tenaga tambahan saat kamu mendaki gunung. Selain itu, ternyata makan roti ataupun camilan lainnya bisa menghangatkan tubuh kamu juga.

Sebenarnya, segala jenis makanan yang kamu konsumsi saat mendaki gunung bisa jadi sumber panas bagi tubuh. Dengan kata lain, suhu tubuh kamu akan terjaga setelah kamu mengonsumsi makanan tersebut. Akan tetapi, ada baiknya kamu mengonsumsi roti ataupun camilan. Kami lebih menyarankan kamu untuk memakan roti karena roti bisa dimakan kapan pun kamu butuh. Jadi, saat pendakian, kamu bisa beristirahat 5 menit untuk memakan roti sejenak.

Selain itu, kami juga menyarankan untuk mengonsumsi roti atau camilan dengan tingkat karbohidrat yang tinggi. Misalnya, snack protein bar, biskuit, roti gandum, dll. Alasan utamanya adalah karena tubuh kamu butuh karbohidrat sebagai sumber tenaga saat pendakian. Ada baiknya pilih jenis roti atau camilan yang manis supaya tubuh kamu bukan Cuma hangat, tetapi juga bertenaga.

Cara #5: Ganti Baju Dengan Bahan yang Tebal

Cara berikutnya untuk menghangatkan diri saat di gunung adalah dengan mengganti baju dengan bahan yang lebih tebal. Ini sangat berguna untuk kamu yang ingin menghangatkan diri saat di gunung, terutama sebelum tidur.

Saat mendaki, banyak pendaki yang lebih memilih kaos dengan bahan tipis dan menyerap keringat. Tujuannya supaya tidak terasa berat ketika mendaki. Akan tetapi, saat kamu mau beristirahat, ada baiknya kamu mengganti baju terlebih dahulu. Ini supaya baju kamu yang sudah basah dengan keringat tidak menyebabkan kamu kedinginan.

Kamu perlu tahu bahwa baju yang kamu pakai saat mendaki bisa membuat kamu kedinginan. Walaupun banyak pendaki mengatakan bahwa baju yang mereka kenakan sudah kering, hal itu tidak berpengaruh sama sekali. Baju yang sudah basah cenderung lebih cepat menyerap dingin. Itu sebabnya walaupun baju kamu sudah kering, sebaiknya ganti dengan baju yang baru.

Kami sarankan, sebaiknya gunakan baju lengan Panjang saat tidur di malam hari. Tujuannya supaya seluruh badan kamu tertutup rapat dan tubuh kamu bisa tetap hangat saat beristirahat di malam hari.

Cara #6: Gunakan Jaket Tambahan

Langkah berikutnya untuk tetap hangat adalah dengan mengenakan jaket tambahan. Jangan pernah membawa satu jaket saat mendaki gunung. Kami sarankan bawa dua atau bahkan tiga jaket sesuai dengan kebutuhan.

Tidak sedikit pendaki yang beranggapan bahwa membawa satu jaket sudah cukup. Akan tetapi, kami tidak menyarankan hal tersebut sama sekali. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana situasi dan kondisi di gunung saat kamu mendaki. Itu sebabnya kami sarankan kamu untuk membawa minimal dua buah jaket.

Kami sarankan, kamu membawa dua jenis jaket.

1. Jaket pertama yang harus kamu bawa adalah jenis jaket berbahan polar atau bahan lainnya yang tebal. Jaket ini bisa kamu gunakan saat malam hari supaya lebih hangat. Kalau kamu masih merasa kedinginan, maka kamu bisa menggunakan jaket kedua kamu sebagai pelapis.

2. Jaket kedua yang harus kamu bawa adalah jenis jaket yang anti air atau anti angin. Jenis jaket ini bisa kamu gunakan saat kamu mendaki dalam keadaan gerimis atau hujan ringan. Selain itu, jaket ini juga bisa kamu jadikan pelapis untuk jaket pertama kamu. Pastikan jaket ini dalam keadaan kering kalau kamu mau menggunakannya sebagai pelapis jaket pertama kamu.

Cara #7: Tutup Bagian Tangan, Kaki, dan Telinga

Langkah berikutnya yang bisa kamu coba adalah dengan menutup bagian tangan, kaki, dan juga telinga kamu. Sarung tangan, kaos kaki, dan juga kupluk atau hoodie adalah perlengkapan penting supaya tetap hangat.

Sebelum membahas lebih lanjut, kamu perlu tahu bahwa ada beberapa bagian tubuh manusia yang sangat mudah terserang dingin. Beberapa bagian tersebut adalah telapak tangan, telapak kaki, dan juga bagian kepala, terutama telinga. Dengan kata lain, kalau kamu menutup seluruh bagian tersebut, maka kamu tidak akan terlalu merasakan dingin.

Entah sadar atau tidak, saat kamu kedinginan, maka beberapa bagian tersebut akan cenderung lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya. Itu sebabnya, ada baiknya kamu menggunakan sarung tangan, kaos kaki, dan juga hoodie saat mendaki gunung. Hal ini sangat penting untuk menjaga suhu tubuh, terutama saat kamu beristirahat di malam hari.

Cara #8: Gunakan Penghangat Tubuh

Kalau beberapa cara di atas masih belum mempan, maka ada baiknya kamu mempersiapkan penghangat tubuh. Kamu bisa menemukan beberapa jenis penghangat tubuh di toko online karena produk ini cukup jarang di toko outdoor.

Sebagai bahan pertimbangan, banyak pendaki yang menggunakan koyo ataupun balsam saat mendaki gunung. Mereka mengatakan penghangat tersebut bisa menghangatkan tubuh mereka saat mendaki gunung. Sayangnya, kami mempunyai pemikiran yang sedikit berbeda. Biasanya koyo atau balsam hanya bisa bertahan sementara. Selain itu, balsam juga cenderung menyerap dingin ketika sudah agak lama. Jadi, bukannya hangat, tubuh kamu malah bisa merasa dingin.

Kami sarankan, kamu membawa penghangat tubuh khusus yang dijual di toko online. Biasanya, bentuk dari penghangat ini sedikit kecil, hanya sebesar genggaman tangan. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Dengan begitu, kamu bisa membawa beberapa untuk menghangatkan tubuh kamu saat mendaki gunung.

Cara penggunaannya juga sangat mudah. Kamu hanya perlu mengeluarkan penghangat ini, kocok sebentar, lalu penghangat akan mulai bekerja. Dalam beberapa menit, kamu sudah bisa menggunakan penghangat ini. Cukup tempelkan di bagian tubuh yang kamu merasa dingin.

Cara #9: Buat Api Unggun

Langkah untuk menghangatkan tubuh yang tidak boleh kamu lupakan adalah dengan membuat api unggun. Di malam hari, membuat api unggun adalah langkah yang paling tepat untuk menghangatkan tubuh kamu.

Meskipun membuat api unggun tidak dilarang saat kamu mendaki gunung, bukan berarti kamu bisa membuat api unggun seenaknya. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat membuat api unggun ketika mendaki gunung.

1. Jangan pernah menebang pohon secara sembarangan untuk membuat api unggun

2. Cari jenis pohon yang sudah tua atau sudah mati

3. Pastikan kayu yang kamu gunakan untuk api unggun dalam keadaan kering sepenuhnya

4. Gunakan sampah plastik untuk membuat api unggun dengan lebih cepat

5. Berikan jarak antara api unggun dengan tenda minimal dua meter

6. Pastikan api unggun dalam keadaan mati sepenuhnya ketika kamu tinggalkan. Jangan sampai menyisakan bara sedikit pun

Sebagai bahan pertimbangan, ada beberapa gunung yang melarang kamu untuk membuat api unggun. Biasanya, ada kasus kebakaran yang diakibatkan karena api unggun yang dibuat oleh pendaki yang kurang peduli lingkungan. Itu sebabnya, pastikan api unggun yang kamu buat memang tidak merusak lingkungan.

Cara #10: Lakukan Skin-to-Skin

Langkah terakhir supaya kamu bisa tetap hangat di gunung adalah dengan melakukan skin-to-skin. Langkah ini biasanya dilakukan ketika seorang pendaki sudah mulai hilang kesadaran karena dingin atau mengalami hipotermia.

Kamu tentu tahu bahwa hipotermia adalah salah satu permasalahan utama saat mendaki gunung. Itu sebabnya kalau kamu mengalami hipotermia, kamu harus diberikan skin-to-skin. Ini adalah langkah terakhir untuk menghangatkan pendaki yang sudah mengalami gejala hipotermia.

Untuk melakukannya, kamu harus melepaskan semua pakaian dari pendaki yang mengalami hipotermia. Setelah itu, masukkan ke dalam sleeping bag dengan tambahan selimut di bagian atas. Peluk erat dan pastikan penderita hipotermia mengalami sentuhan langsung dengan kulit yang memeluk. Dengan begitu, suhu tubuh penderita hipotermia akan menjadi normal.

Walaupun banyak pendaki yang mengatakan bahwa hal ini cukup porno, tidak ada satu pendaki pun yang menolak memberikan pertolongan semacam ini. Alasannya adalah karena skin-to-skin adalah pertolongan terakhir yang bisa mereka lakukan untuk penderita hipotermia. Jadi, kalau teman kamu ada yang mengalami hipotermia, jangan pernah malu atau takut untuk melakukan skin-to-skin.

Bagaimana kalau pasian tidak mau skin to skin? Kamu dapat menggunakan kantong kompres pemanas. Cara buatnya mudah:

  1. Siapkan 5 botol plastik 1,5 liter kosong.
  2. Isi botol plastik 1,5 liter dengan air panas sampai ¾ bagian.
  3. Taruh botol penghangat di kaki, paha, perut, dan dada pasien.
  4. Suruh pasien yang kedinginan untuk mendekap botol-botol tersebut di dalam sleeping bag atau thermal blanket.
  5. Ganti isi air di dalam botol, jika air sudah dingin.

Sebenarnya, konsep skin to skin mengikuti kaidah asas black. Di mana, pasien yang kehilangan kalor dari dalam tubuh, kita transfer kalor dari luar tubuh dengan cara bersentuhan langsung. Pendonor kalor harus memiliki suhu yang lebih tinggi, sehingga kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah sampai mencapai kestabilan. Pada kondisi darurat, kamu bisa memakai kantong kompres pemanas, botol plastik yang di isi air, hingga memakai media tubuh manusia.

Itu tadi beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga tubuh kamu supaya tetap hangat saat mendaki gunung. Kalau kamu tergolong pendaki yang tidak kuat dingin, pastikan kamu melakukan semua hal tersebut supaya tetap hangat saat pendakian. Jangan sampai, kamu tidak bisa mencapai puncak hanya karena kedinginan. Pahami batas kekuatanmu, maka kamu bisa melampaui batas tersebut saat mendaki gunung.

Baca lebih lanjut: Cara Survival di Gunung »

Previous Article

Kenapa Sepatu Gunung Mahal?

Next Article

Perbedaan Gunung Bromo dan Semeru

Tinggalkan komentar