Kenapa di Indonesia Banyak Gunung Berapi?

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai banyak gunung berapi. Menurut Dr. Surono, ahli geofisika & vulkanologi Indonesia, negara Indonesia memiliki setidaknya 127 gunung berapi aktif dan pasif (istirahat). Dengan gunung berapi sebanyak itu, Indonesia menjadi negara peringkat ke-3 di dunia yang memiliki gunung berapi dalam jumlah besar. Peringkat pertama diduduki oleh Amerika dengan gunung api sebanyak 173 gunung berapi. Peringkat kedua adalah negara Rusia dengan 166 gunung berapi. Peringkat ketiga baru Indonesia dengan 127 gunung berapi. Pertanyaannya, “Kenapa di Indonesia bisa memiliki banyak gunung berapi?”

Negara Indonesia memiliki banyak gunung berapi karena Indonesia dilewati oleh 3 lempeng tektonik berskala besar. Ketiga lempeng tektonik tersebut adalah lempeng tektonik Indo-Australia, lempeng tektonik Eurasia dan yang terakhir adalah lempeng tektonik Pasifik. Pergeseran & tumbukan lempeng tektonik di Indonesia menyebabkan aktivitas vulkanologi di perut bumi meningkat. Akibatnya, magma naik ke permukaan tanah dan mulai menghasilkan kerucut gunung berapi. Proses pergeseran lempeng tektonik inilah yang menjadi jawaban dari sains kenapa Indonesia bisa mempunyai banyak gunung berapi.

Penasaran dengan kelanjutannya? Untuk lebih jelasnya, kami akan mengulasnya secara lengkap di pembahasan. Yuk, lanjut baca.

Teori lempeng tektonik

Plate Tectonics atau lebih dikenal dengan lempeng tektonik adalah teori sains yang bertujuan untuk menjelaskan pergerakan lapisan litosfer bumi. Lapisan litosfer adalah lapisan bumi yang berbentuk padat dan kaku dengan ketebalan sekitar 100 km. Posisi lapisan litosfer tepat berada di atas lapisan astenosfer. Astenosfer adalah lapisan di bawah litosfer yang memiliki sifat seperti cairan dengan viskositas tinggi.

Ibarat kata nih ya, benua kita ini numpang di atas lapisan astenosfer yang memiliki sifat mengalir. Karena tempat yang kita tumpangi bersifat seperti cairan dan bergerak, maka ada kalanya lempeng benua itu mengalami pergeseran dan tumbukan. Menurut data yang kami himpun, pergerakan lempeng bumi itu sebesar 5-10 cm per tahun. Nah, apabila pergeseran antar lempeng ini sampai menyebabkan tumbukan, kondisi tersebut bisa menyebabkan bencana. Di mana, tumbukan antar lempeng tektonik dapat memicu gempa, aktivitas vulkanologi dan pembentukan kerucut gunung berapi.

Lempeng tektonik di Indonesia

Pada awal artikel, kami telah menjelaskan tentang adanya 3 lempeng tektonik yang melintasi beberapa kawasan di Indonesia. Agar kamu mempunyai gambaran yang jelas, simak gambar di bawah ini:

Jalur Lempeng Tektonik Di Indonesia

Ada 3 lempeng litosfer skala besar yang ada di kawasan Indonesia, yaitu:

  • Eurasian plate (lempeng Eurasia).
  • India-Australian plate (lempeng indo-australia).
  • Pasific plate (lempeng pasific).

Menurut data yang kami himpun dari kementerian ESDM di Indonesia, setiap tahunnya, lempeng-lempeng ini bergerak 5-10cm. Ada yang bergerak menjauh dan ada juga yang mendekat satu sama lain. Apabila pada suatu kondisi lempeng tektonik ini bergerak, bergesekan atau bertumbukan, maka akan memicu gempa bumi, gunung meletus dan bahkan bisa memicu kemunculan kerucut gunung api baru.

Mengacu teori Plate Tectonics, daerah yang menjadi perlintasan dari lempeng tektonik akan memiliki potensi tumbukan lempeng. Dengan begitu, bisa terjadi gempa bumi, gunung meletus hingga penciptaan gunung berapi baru di kawasan tersebut.

Menurut ahli geologi Harry Hammond Hess dan ahli oseanografi Ron G. Maso, dulu jalur lempeng tektonik tidak seperti ini. Kemungkinan dahulu kala, ada peristiwa besar di bumi yang menyebabkan jalur lempeng tektonik bergerak. Pergesekan dan tumbukan antar lempeng menciptakan gempa bumi dan retakan di lapisan litosfer bumi. Kondisi ini membuat magma di perut bumi merambat ke atas lapisan kerak bumi dan membentuk kerucut gunung berapi. Pada skala besar, pergerakan lempeng tektonik memicu pergeseran benua. Peristiwa ini dikenal dengan seafloor spreading (teori pemekaran lantai samudra).

Negara-negara yang terletak di kawasan lempeng tektonik, pasti memiliki gunung berapi. Misalnya, Amerika, Rusia dan Indonesia. Sampai-sampai muncul istilah ring of fire. Ring of fire adalah kawasan yang masuk dalam jajaran cincin gunung berapi.

3 alasan kenapa di Indonesia memiliki banyak gunung berapi

Setelah kamu paham tentang teori lempeng tektonik, sekarang kamu bisa memahami kenapa di Indonesia ada banyak gunung berapi. Berikut kami rangkum 3 alasan kenapa Indonesia bisa memiliki banyak gunung berapi:

  • Pertama, negara Indonesia terletak di kawasan pertemuan dari 3 lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-australia dan lempeng pasifik. Gempa bumi, retakan litosfer dan pergeseran lempeng tektonik dapat memicu kemunculan magma ke permukaan. Jika sampai menciptakan jalur magma baru, maka terbentuklah kerucut gunung berapi. Contohnya, gunung anak Krakatau. Itulah penjelasan singkat tentang fenomena kemunculan banyak gunung berapi di Indonesia.
  • Kedua, negara Indonesia bisa memiliki banyak gunung dan pegunungan karena kawasan Indonesia dilewati oleh dua jalur pegunungan muda, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Jalur pegunungan muda Sirkum Pasifik adalah deretan pegunungan di sekitar samudera Pasifik. Titik awalnya dari pegunungan Andes di Amerika Selatan. Lalu pegunungan Rocky di Amerika Utara. Kemudian Alaska, Aleut, Jepang, Taiwan, Filipina, Irian jaya, hingga terakhir di Selandia Baru. Sedangkan untuk Sirkum Mediterania, bermula dari pegunungan di Afrika Utara, Eropa Selatan, Asia Barat, pegunungan Himalaya, Thailand utara, Myanmar, Andaman, dan Indonesia.
  • Ketiga, adanya gunung-gunung berapi berukuran besar dengan aktivitas vulkanologi yang mengerikan di masa silam. Ada satu fakta unik, di mana, semua gunung berapi memiliki saluran magma induk yang sama di Indonesia. Kemungkinan, di masa silam, akibat letusan maha dahsyat dan gempa bumi yang hebat membuat retakan baru dan memunculkan kerucut gunung berapi baru di beberapa titik lintasan vulkanik di Indonesia.

Biarpun Indonesia memiliki banyak gunung berapi, kamu tidak perlu takut. Selama gunung berapi tersebut belum berstatus waspada, kamu masih bisa mendakinya. Hehe. Dan saat mencapai puncak gunung berapi, kamu akan melihat keindahan kawah gunung berapi yang maha megah. Akhir kata, apakah ada yang kurang jelas? Jika iya, silakan tinggalkan pertanyaanmu di kolom komentar sekarang.

Baca lebih lanjut: Gunung Paling Indah di Indonesia »

Previous Article

Tips Memilih Tas Gunung

Next Article

Jalur Pendakian Gunung Slamet

Tinggalkan komentar